Sistem Transportasi Formal Harus Dibenahi

SELAMA satu dekade terakhir, sistem transportasi formal di kota dan desa di Indonesia mengalami perubahan besar.

Keberadaan ojek online seperti menjadi jawaban atas keterbatasan layanan angkutan umum, karena dinilai praktis, fleksibel, dan menjangkau hingga gang sempit.

Namun kehadirannya Ojek Online ini juga menandai satu hal penting, terkait anggaran, perhatian, dan perencanaan terhadap transportasi umum di banyak daerah di tanah air yang tidak berjalan semestinya.

“Tak banyak yang sadar bahwa di balik helm hijau dan jaket aplikasi, banyak pengemudi ojol adalah sopir profesional,”  kata pemerhati transportasi, Muhammad Akbar kepada Mimbar Nusantara, Sabtu (24/5).

“Dulu mereka mengemudikan angkot, angkudes, atau bus AKDP (antar kota dalam provinsi),” lanjutnya.

BACA JUGA  Polda Jateng Peduli Kesehatan Pengemudi Ojol

Menurutnya kini sistem transportasi formal yang mati suri, mereka beralih ke sektor yang informal dan penuh ketidakpastian.

“Jika kita benar-benar ingin membangun Indonesia yang terhubung dan berkeadilan, mendesak diperlukan pembenahan angkutan umum dari hulu ke hilir adalah keharusan,” kata Muhammad Akbar.

Menurutnya hal ini bukan sekadar urusan trayek atau terminal, Namun menyangkut banyak faktor seperti integrasi antarmoda di kota dan kabupaten.

“Selain itu juga penataan sistem, rute dan insentif bagi operator lokal. Lalu re-skilling dan rekrutmen kembali para pengemudi angkutan yang selama ini tersingkir,” imbuh dia.

Sistem transportasi formal harus dibenahi

Dia paparkan pembenahan sistem transportasi nasional ini mencakup angkutan perkotaan, pedesaan, perintis, dan penghubung antarwilayah.

BACA JUGA  Polda Jateng Peduli Kesehatan Pengemudi Ojol

Bukan hanya di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, namun  hingga pelosok negeri yang selama ini hanya mengandalkan ojek, pikap atau truk bak terbuka.

Akbar meyakini apabila ini dijalankan dengan sungguh-sungguh, maka lalu lintas akan lebih tertib.

Ketergantungan pada ojol sebagai solusi utama akan berkurang dan pengemudi lama bisa kembali ke profesinya dengan bangga.

Lebih dari itu, beber Akbar, masyarakat pada akhirnya akan mendapatkan hak dasar mereka yakni akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau.

“Jadi membenahi angkutan umum bukan sekadar proyek teknis. Ini adalah upaya mengembalikan martabat bangsa dalam bergerak,” pungkas mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta era Gubernur Ahok itu. (WID/S-01)

BACA JUGA  Polda Jateng Peduli Kesehatan Pengemudi Ojol

Siswantini Suryandari

Related Posts

  • Blog
  • June 14, 2026
Skotlandia Menang, Brasil dan Swiss Tertahan

TIMNAS Skotlandia mengawali langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Haiti dalam laga Grup C, Minggu. Satu-satunya gol Skotlandia dalam duel di Boston Stadium itu dicetak John McGinn…

Tiga Kartu Merah Warnai Kemenangan Meksiko

SALAH satu tuan rumah Piala Dunia 2026,  Meksiko sukses meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Afrika Selatan pada laga perdana mereka Grup A Jumat dini hari WIB. Dalama duel yang berlangsung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Graham Potter Semringah Usai Swedia Pesta Gol ke Gawang Tunisia

  • June 15, 2026
Graham Potter Semringah Usai Swedia Pesta Gol ke Gawang Tunisia

Sukses Atasi Ekuador, Pelatih Pantai Gading Puji Fokus Pemain

  • June 15, 2026
Sukses Atasi Ekuador, Pelatih Pantai Gading Puji Fokus Pemain

Kasatpol PP Sidoarjo Gelar Jamasan Pusaka 1 Suro

  • June 15, 2026
Kasatpol PP Sidoarjo Gelar Jamasan Pusaka 1 Suro

Mantan Ketua BPD Damarsi Buka Suara Soal Penyalahgunaan TKD

  • June 15, 2026
Mantan Ketua BPD Damarsi Buka Suara Soal Penyalahgunaan TKD

Capai Kesepakatan, Iran belum Sepenuhnya Percaya pada AS

  • June 15, 2026
Capai Kesepakatan, Iran belum Sepenuhnya Percaya pada AS

Jerman Bantai Curacao 7-1, Nagelsmann Puji Tim Lawan

  • June 15, 2026
Jerman Bantai Curacao 7-1, Nagelsmann Puji Tim Lawan