
SEIRING perkembangan ilmu pengetahuan dan penemuan spesies baru, banyak teori lama yang mulai dipertanyakan. Salah satunya ketika para peneliti mengarahkan fokus mereka ke lautan.
Hasilnya ada spesies yang benar-benar tidak berburu di darat tapi di lautan purba. Ilmuwan mendeskripsikan spesies baru itu mosasaurus, anggota kelompok reptil laut yang hidup sezaman dengan dinosaurus pada periode Kapur (145 juta hingga 66 juta tahun lalu).
Spesies baru itu masuk ke dalam genus yang sudah dikenal yakni Tylosaurus. Namun nama spesies barunya, Tylosaurus rex (T. rex) membedakannya dari spesies mosasaurus lain dalam kelompok tersebut.
Menurut studi baru yang diterbitkan jurnal Bulletin of the American Museum of Natural History, fosil berusia sekitar 80 juta tahun itu sebagian besar ditemukan di Texas beberapa dekade lalu.
Pertarungan sesama
Mosasaurus T. rex ini panjangnya mencapai 13 meter atau seukuran bus wisata. Giginya bergerigi halus, rahang sangat kuat, dan bukti pada fosil menunjukkan pertarungan sengit dengan spesiesnya sendiri.
“Segala sesuatu lebih besar di Texas, dan tampaknya itu termasuk mosasaurus,” ungkap Amelia Zietlow dari American Museum of Natural History di New York
Menurut Zietlow spesimen berlabel Tylosaurus proriger tak begitu cocok dengan jenisnya yang lain. Fosil tak biasa ini ditemukan pada 1979.
Setelah membandingkan dengan fosil asli T. proriger di Museum of Comparative Zoology Harvard, Zietlow dan rekannya mengetahui spesimen ini bukanlah satu-satunya yang salah diidentifikasi
Lebih muda
Dibanding T. proriger, T. rex 4 meter lebih panjang, gigi bergerigi halus yang tak dimiliki T. proriger, dan hidup beberapa juta tahun lebih muda. Sebagian besar fosil T. proriger ditemukan di wilayah yang kini Kansas dan berusia sekitar 84 juta tahun, sementara fosil T. rex sebagian besar berasal dari Texas dan berusia sekitar 80 juta tahun.
Anatomi T. rex baru ini menunjukkan bahwa, seperti kerabat mosasaurusnya, mereka predator laut tangguh. Selain ukuran masif, T. rex memiliki otot rahang dan leher yang kuat.
Beberapa fosil menunjukkan tanda cedera brutal. Satu spesimen dalam koleksi Perot Museum of Nature and Science di Dallas, kehilangan ujung moncong dan patah rahang bawah. Para peneliti menduga kerusakan tersebut disebabkan oleh spesies yang sama.
“Melalui studi dan pemeriksaan kami terhadap fosil-fosil yang terawetkan dengan baik yang dikumpulkan di seluruh wilayah Texas utara, kami memiliki bukti kekerasan di dalam spesies ini pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya pada spesimen Tylosaurus lainnya,” ujar Ron Tykoski dari Perot Museum of Nature and Science. (berbagai sumber/N-01)








