Pemkot Bandung Sulap Ruang Bawah Flyover Pasupati Jadi Sentra Kuliner

KAWASAN di bawah flyover Pasupati, tepatnya setelah Balubur Town Square (Baltos) menuju Jalan Pelesiran, kini memiliki wajah baru. Itu setelah Pemerintah Kota Bandung meresmikan Andalan Kuliner Pasupati (Anderpas) pada Jumat, (30/10).

 Anderpas dirancang sebagai kawasan kuliner terpadu yang dapat menampung hingga 60 tenant. Pada tahap awal, sebanyak 20 tenant telah siap beroperasi. Sedangkan 40 tenant lainnya akan diisi secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan sarana dan penataan kawasan.

Wali Kota Bandung Muhammad
Farhan menyampaikan, penataan kawasan usaha tidak harus selalu dilakukan dengan pembangunan yang megah. Hal terpenting adalah penataannya mampu mengakomodasi berbagai kepentingan, terutama keberlangsungan perekonomian masyarakat.

“Penataan ini adalah kepentingan perekonomian rakyat,” ungkapnya.

Empat prinsip utama

Farhan menyebut, terdapat empat prinsip utama yang harus dijalankan oleh para pedagang dalam mengelola kawasan Anderpas. Pertama, bangunan atau sarana usaha tidak boleh permanen.

Kedua tidak boleh semipermanen. Ketiga, waktu operasional maksimal 12 jam. Keempat, pedagang wajib menerapkan prinsip datang bersih dan pulang bersih.

BACA JUGA  Data NIK Warga Bandung Diduga Bocor, Pemkot Bantah dari server Disdukcapil 

Kebersihan dan ketertiban kawasan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau petugas kewilayahan. Karena itu, seluruh pedagang diharapkan memiliki komitmen untuk menjaga fasilitas dan lingkungan tempat mereka berjualan.

“Ini adalah kolaborasi antara semuanya. Bukan sekadar perintah dari wali kota. Kita selalu mencari jalan keluar bersama, tetapi setiap hasil dari komitmen bersama ini harus dijalankan dan dijaga bersama-sama,” terangnya.

Dukungan swasta

Farhan juga mengingatkan para pedagang agar merawat gerobak dan fasilitas yang telah diberikan melalui dukungan pihak swasta. Pemeliharaan yang baik dinilai penting agar sarana tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang dan menunjang keberlangsungan usaha.

Pengembangan Anderpas sendiri melibatkan kolaborasi lintas sektor, di antaranya Diskop UKM, perangkat daerah teknis, aparatur kewilayahan, serta dukungan pihak swasta.

Farhan berharap, kehadiran Anderpas dapat memberikan manfaat bagi pedagang, pekerja, pengunjung perkantoran, maupun masyarakat sekitar. Kawasan ini diharapkan menjadi ruang ekonomi yang produktif sekaligus tetap menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan.

BACA JUGA  Usai Ledakan SMAN 72, Bandung Awasi Kesehatan Mental Pelajar

“Prinsipnya datang bersih, pulang bersih. Dengan keadaan yang bersih seperti ini, mudah-mudahan yang datang juga senang dan keberadaannya memberikan manfaat besar bagi semuanya,” tandasnya.

Berkonsep Bandung Creative Urban Market

Sementara itu, Kepala Diskop UKM Kota Bandung, Budhi Rukmana mengatakan, pembentukan Anderpas merupakan bagian dari upaya mendukung program Bandung Utama 2024–2029, khususnya pengembangan pusat kuliner di Kota Bandung.

Bandung memiliki potensi usaha informal yang besar. Namun, aktivitas ekonomi tersebut masih membutuhkan pengelolaan yang lebih terintegrasi agar dapat berkembang menjadi ekosistem usaha yang tertata.

“Persoalan utama bukan karena kekurangan aktivitas ekonomi, melainkan belum terintegrasinya pengelolaan aktivitas tersebut,” jelasnya.

Menurut Budhi, Anderpas dikembangkan dengan konsep Bandung Creative Urban Market, yakni kawasan ekonomi khusus bagi pelaku usaha informal yang mengintegrasikan penataan ruang, pemberdayaan usaha, dan pengembangan destinasi wisata kuliner baru.

BACA JUGA  1.597 Petugas Diterjunkan, Bandung Percepat Pemilahan Sampah

Peralihan aset

Penataan ini juga merupakan tindak lanjut peralihan aset kawasan Teras Cihampelas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dengan demikian, kawasan Anderpas diisi oleh gabungan pelaku usaha informal dari Kecamatan Bandung Wetan dan pelaku usaha informal Ciampelas.

“Pengembangan Anderpas melibatkan sejumlah perangkat daerah, unsur kewilayahan, TNI-Polri, serta dukungan pihak swasta. PT Tirta Investama menjadi salah satu mitra yang memberikan dukungan melalui penyediaan sarana dan prasarana berjualan, termasuk gerobak bagi para pedagang.”

“Ke depannya, ekosistem usaha ini juga akan kita bangun melalui dukungan digital dan jaringan, termasuk kemungkinan kolaborasi dengan marketplace maupun mitra lainnya,” tandasnya. (zahra/M-01)

Related Posts

90 persen Responden Disebut Tolak Biaya Sambungan Baru PDAM

PUSAT Studi dan Kebijakan Publik dan Politik (PUSTAKA) Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil survei dan kajian mereka ada dua temuan fundamental yang membutuhkan intervensi kebijakan publik berbasis…

Pasca-Penggeledahan, Taj Yasin Beri Pendampingan Psikologis para Santri

WAKIL Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen memastikan anak-anak yang terdampak penggeledahan di dua lokasi yang diklaim sebagai pondok pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar mendapatkan pendampingan psikologis. Pemprov Jateng akan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemkot Bandung Sulap Ruang Bawah Flyover Pasupati Jadi Sentra Kuliner

  • October 31, 2026
Pemkot Bandung Sulap Ruang Bawah Flyover Pasupati Jadi Sentra Kuliner

Rektor UAD Ingatkan Keberhasilan Lulusan Adalah Manfaat Bagi Orang lain

  • October 31, 2026
Rektor UAD Ingatkan Keberhasilan Lulusan Adalah Manfaat Bagi Orang lain

90 persen Responden Disebut Tolak Biaya Sambungan Baru PDAM

  • October 30, 2026
90 persen Responden Disebut Tolak Biaya Sambungan Baru PDAM

Pasca-Penggeledahan, Taj Yasin Beri Pendampingan Psikologis para Santri

  • October 30, 2026
Pasca-Penggeledahan, Taj Yasin Beri Pendampingan Psikologis para Santri

Masyarakat Diminta Jaga Kamtib Jelang Konser Andrea Bocelli di Borobudur

  • October 30, 2026
Masyarakat Diminta Jaga Kamtib Jelang Konser Andrea Bocelli di Borobudur

KPK Izinkan Pemda DIY Manfaatkan lagi Stadion Mandala Krida

  • October 30, 2026
KPK Izinkan Pemda DIY Manfaatkan lagi Stadion Mandala Krida