Korban Titik Dapur MBG di Jabar Mulai Bersuara

PASCA-penahanan Ketua Badan Gizi Nasional (BGN)  Dadan Hindayana dan dua  wakilnya oleh Kejaksaan Agung, para korban penipuan titik dapur Makan Bergizi Gratis di Jawa Barat (Jabar) mulai bersuara.

Salah seorang korban dari penipuan titik dapur MBG yang berinisial HN, menceritakan bahwa dia dan rekan-rekannya menjadi korban Yayasan Solusi Bangun Bangsa (YSBB). Bahkan mereka  sempat mendatangi kantor BGN di Jakarta pada akhir Mei lalu.

HN menuturkan, pada Februari 2026 YSBB menjanjikan miliki program berbeda dengan program dapur atau program yang sedang berjalan. Salah satunya YSBB menjanjikan untuk omprengan di mana umumnya omprengannya itu Rp15 ribu untuk satu porsi. Tapi, justru YSBB menjanjikan Rp18 ribu per ompreng.

Mekanisme APBN

“Dalam MoU-nya pun ada tertera nanti yayasan dengan mekanisme APBN akan memberikan peralatan seluruhnya ke dapur dan diberikan mobil MBG dua unit. Dalih YSBB itu langsung program pemerintah dengan mekanisme surat perintah kerja atau SPK.”

“Tapi, sampai saat ini belum terbukti (terealisasi) program itu. Maka, kami bersama rekan-rekan dari Jabar dan luar Jabar karena kesal dapur sudah 90 persen oke, dan kami pun sudah rekrutmen pegawai (relawan) namun sudah setahun ini belum terwujud,” ungkapnya Kamis (4/6).

BACA JUGA  Tim SAR Gabungan Temukan Jenazah Korban Longsor di Sumedang

HN mengaku dari grupnya tercatat ada sebanyak 130 orang untuk wilayah Jabar yang senasib dengannya dan tersebar seluruh Jabar. Paling banyak di Kabupaten Bandung.

“Kami sudah melaporkan kasus ini ke Polda Jabar dan belum ada tindaklanjutnya. Laporan kami itu atas arahan komunikasi dengan BGN, termasuk saat audiensi bersama Pak Soni Sonjaya yang kala itu menjabat Wakil BGN. Dia pun katakan bahwa program dari YSBB ini tak ada. Silakan kalian melapor saja ke Polda untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Disuruh lapor polisi

Disinggung terkait penangkapan Soni Sonjaya oleh Kejagung, dirinya pun merasa terkejut. Pasalnya, saat itu Soni justru mengarahkan untuk melaporkan ke polisi. Jika setelah melapor masih ada titik di setiap wilayah dapur MBG, BGN menjanjikan siap membantu untuk beroperasi dapurnya.

“Tentu dengan kejadian penangkapan (Soni), saya juga kaget. Ini apa sih skenarionya, apakah dia terlibat atau memang ini di luar tanggung jawabnya, karena yang kami tahu dia sangat frontal sekali untuk yayasan yang bermain atas nama BGN,” tandasnya.

HN menyebut, banyak titik yang sudah didaftarkan tetapi tidak disetujui. Seperti daerah Gedebage, Kopo, Sumedang, lalu ada di Garut, Sukabumi, Cimaung dan lainnya.

BACA JUGA  Menteri Maruarar Serah Terimakan 100 Kunci Rumah Subsidi

Dengan setoran ke YSBB itu ada mekanisme awal seperti setoran awal untuk validasi dari Rp15 – 50 juta untuk setiap titik dapur MBG. Setelah itu ada perkataan dari ketua yayasannya yang membawa nama Kemenhan bahwa di sana ada uang Dana Koordinasi (Dako).

“Jika ditotal rekan-rekan yang sudah melapor ke Polda yakni 12 dapur dengan kerugian Rp1,6 miliar. Tapi, enggak tahu kalau semua 130-an melapor,” tandasnya.

YSBB ingkar

Sementara itu koordinator para korban, Oesep, menambahkan bahwa pelaporan ke Polda Jabar itu berawal dari keresahan lantaran tidak jelasnya program dari yang dijanjikan YSBB terhadap para korban.

“Akhirnya, kami putuskan datang saja dahulu ke BGN karena mengikuti imbauan pak Soni Sonjaya yang mengatakan apabila ada sesuatu keberatan silakan datang ke BGN. Jadi, pada Selasa (26/5), kami bersama rombongan berangkat sekitar pukul 03.00 menuju Jakarta dengan membawa sejumlah alat bukti,” bebernya.

Dia pun kemudian mempertanyakan ke Soni Sonjaya  tentang transparansi pelayanan publik. Yang datang itu ada sebanyak 21 orang. Ada dari kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Sumedang. Dari 21 orang itu, 12 orang di antaranya yang membuat laporan ke Polda Jabar dan bukti laporannya sudah disampaikan ke Soni.

BACA JUGA  Gubernur Jabar Tetapkan UMP Jabar Rp2.317.601

“Dako itu dari Rp20 – 50 juta, bahkan ada pula yang kerugiannya mencapai Rp1 miliar karena sudah membangun dapur MBG. Pada 11 Juni 2025, korban-korban juga sempat ada MoU YSBB Kuningan. Yang hadir MoU itu Ketua YSBB, Dian Helgawati. Dia meminta ditransfer Rp50 juta. Bukti transfernya ada. Korban itu membangun dapur capai Rp 1,1 miliar,” imbuhnya.

Tunggu peluncuran

Disinggung dalih YSBB kepada para korban, Oesep menyebut YSBB mengaku menunggu peluncuran agar serentak. YSBB menjanjikan bahwa dapur mereka bukanlah dapur mandiri tetapi dapur yang didanai APBN. Bahkan dirinya  sampai saat ini, tak percaya ketika Soni ditangkap Kejagung.

Sebab, Soni dinilai justru sempat lantang memberantas yayasan-yayasan yang mengatas namakan BGN. Pihaknya sempat mengirimkan surat langsung untuk Presiden RI, Prabowo Subianto pada 18 Mei 2026. (zahra/M-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

PPLS Mediasi Korban Lumpur dengan Minarak Lapindo Soal Pembayaran Ganti Rugi

PUSAT Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) memfasilitasi mediasi antara perwakilan korban lumpur Lapindo dan pihak PT Minarak Lapindo Jaya. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala PPLS, Darwis Daraba, ini digelar di…

Polda DIY Sabet Penghargaan di Rakernis Keuangan 2026

KEPOLISIAN Daerah Istimewa Yogyakarta menerima sejumlah penghargaan atas capaian pengelolaan keuangan dan kepatuhan pajak sepanjang 2025. Penghargaan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Keuangan Polda DIY Tahun 2026…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

PPLS Mediasi Korban Lumpur dengan Minarak Lapindo Soal Pembayaran Ganti Rugi

  • June 4, 2026
PPLS Mediasi Korban Lumpur dengan Minarak Lapindo Soal Pembayaran Ganti Rugi

Polda DIY Sabet Penghargaan di Rakernis Keuangan 2026

  • June 4, 2026
Polda DIY Sabet Penghargaan di Rakernis Keuangan 2026

Korban Titik Dapur MBG di Jabar Mulai Bersuara

  • June 4, 2026
Korban Titik Dapur MBG di Jabar Mulai Bersuara

Wagub DIY Minta Bidang Kesehatan Terus Dimoderasi

  • June 4, 2026
Wagub DIY Minta Bidang Kesehatan Terus Dimoderasi

Ahmad Luthfi Kunci 87 Persen Lahan Persawahan di Jateng

  • June 4, 2026
Ahmad Luthfi Kunci 87 Persen Lahan Persawahan di Jateng

Keberadaan Borobudur Diharap Mengerek Pariwisata di Daerah Sekitar

  • June 4, 2026
Keberadaan Borobudur Diharap Mengerek Pariwisata di Daerah Sekitar