Pegawai SPPG Bakal Jadi PPPK, Pemkot Bandung Kaji Anggaran

BADAN Gizi Nasional (BGN) berencana mengangkat pegawai inti Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mulai Februari 2026.

Rencana tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Bandung. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menyebut kebijakan tersebut masih perlu dikaji secara mendalam, khususnya terkait kesiapan anggaran daerah.

“Tentunya Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) perlu melakukan kajian mendalam terlebih dahulu, terutama terkait anggarannya. Kalau PPPK itu kan bebannya ada di pemerintah daerah. Sementara anggaran sudah disusun, sehingga jika kebijakan ini berjalan, harus ada perubahan anggaran,” ujar Iskandar, Rabu (21/1).

BACA JUGA  Pemkot Pastikan Bandung Zoo Tetap Tutup Saat Libur Lebaran

Iskandar mengaku hingga kini belum mengetahui secara pasti status pegawai inti SPPG yang akan diangkat menjadi ASN, apakah nantinya berstatus sebagai pegawai pemerintah pusat atau pemerintah daerah.

Menurutnya, jika pegawai tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, maka Pemkot Bandung harus mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan belanja pegawai.

“Kalau PPPK itu bebannya pemerintah kota atau kabupaten. Artinya, Pemkot Bandung harus mencari peningkatan pendapatan daerah secara signifikan,” katanya.

Pegawai SPPG jadi ASN bisa picu kecemburuan

Ia juga tidak menampik bahwa kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan kecemburuan di kalangan tenaga honorer yang hingga kini belum diangkat menjadi PPPK. Karena itu, koordinasi dengan pihak-pihak terkait dinilai perlu dilakukan.

BACA JUGA  Pelaku Usaha Rentan Terhadap Praktik Gratifikasi

“Terkait hal ini, kita harus berkoordinasi terlebih dahulu, termasuk dengan guru honorer yang belum diangkat PPPK. Namun, kami juga akan memastikan kembali kebijakan tersebut melalui konsultasi dengan pemerintah pusat,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam, memaparkan bahwa saat ini terdapat 160 SPPG di Kota Bandung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 147 SPPG telah beroperasi, sedangkan 13 SPPG lainnya belum beroperasi.

“Untuk SPPG yang sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) per 5 Januari, jumlahnya ada 30 SPPG. Sementara pengajuan SLHS tercatat sebanyak 103 SPPG,” ungkap Sony.

Ia menjelaskan, pengajuan SLHS dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS), yang selanjutnya diproses dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) ke Dinas Kesehatan Kota Bandung. (Rava/S-01)

BACA JUGA  Bey Machmudin: ASN di Jabar belum Terdeteksi Main Judol

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pemkot Libatkan Kemenhut dalam Pemilihan Pengelola Bandung Zoo

KENDATI calon pengelola Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo sudah mengerucut jadi tiga, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung belum bisa menetapkan siapa pemenang dari tiga peserta yang tersisa. “Untuk memastikan proses…

Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

CANDI Prambanan menjadi semakin menarik dengan hadirnya instalasi seni Sunflower Angel. Berlangsung pada 21 Mei hingga 14 Juni 2026, pameran ini menghadirkan karya seni bunga matahari yang berdiri megah berlatar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemkot Libatkan Kemenhut dalam Pemilihan Pengelola Bandung Zoo

  • June 10, 2026
Pemkot Libatkan Kemenhut dalam Pemilihan Pengelola Bandung Zoo

Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

  • June 10, 2026
Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

Sukses Atasi Mozambik, John Herdman Puji Semangat Pemain

  • June 9, 2026
Sukses Atasi Mozambik, John Herdman Puji Semangat Pemain

Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

  • June 9, 2026
Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

KDM Siap Sempurnakan Pelaksanaan SPMB

  • June 9, 2026
KDM Siap Sempurnakan Pelaksanaan SPMB

Jabar Promosikan Teh, Kopi dan Kakao di WIITEX 2026

  • June 9, 2026
Jabar Promosikan Teh, Kopi dan Kakao di WIITEX 2026