
SEBANYAK 15 santri dinyatakan lolos beasiswa S1 luar negeri dan siap kuliah di China, Mesir, dan Yaman. Mereka terdiri dari tiga santri bidang sains dan teknologi di China, satu bidang kedokteran di Al Azhar Mesir, tiga di Al Ahqof Yaman, serta tujuh bidang keislaman di Al Azhar Mesir. Satu santri lainnya mengikuti program double degree. Hasil seleksi diumumkan pada 6 Juli lalu.
Sementara itu, 98 peserta lolos administrasi beasiswa dalam negeri, terdiri dari 43 santri S1 dan 55 pengasuh pesantren jenjang S2/S3. Dari 43 santri S1, sebanyak 10 memilih kedokteran dan 12 mengambil bidang sains, teknik, dan matematika.
Sebanyak 55 calon penerima S2/S3 mengikuti wawancara pada Sabtu (25/7/2026), sedangkan 43 calon penerima S1 menjalani wawancara Minggu (26/7/2026). Hasil seleksi diumumkan 3 Agustus 2026 melalui laman Pemprov Jateng dan aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni).
Program unggulan
Ketua LFSP Jateng Prof Dr KH Hasyim Muhammad mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemprov Jateng kepada pesantren dan bagian dari Program Pesantren Obah, salah satu program unggulan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Ketua Pansel Dr Wahid Abdulrahman menambahkan, materi wawancara meliputi kemampuan membaca kitab kuning 50 persen, hafalan Al-Qur’an 20 persen, wawasan kebangsaan 15 persen, dan kepesantrenan 15 persen.
Program beasiswa ini mencakup pendidikan vokasi dan S1 dalam maupun luar negeri, S1 luar negeri double degree, S1 bidang keislaman di Al Azhar Mesir, Al Ahqof dan Imam Syafi’i Yaman, serta S2/S3 dalam negeri bagi pengasuh pesantren.
Untuk diketahui sebanyak 942 orang mendaftar program beasiswa santri dan pengasuh pesantren Pemprov Jawa Tengah tahun 2026. (HTM/A-01)






