
KEPALA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Sadimin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada anak yang terhenti pendidikannya akibat keterbatasan daya tampung sekolah negeri maupun kendala ekonomi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Sekolah Kemitraan serta penguatan layanan pendidikan berbasis keberbakatan olahraga.
“Daripada anak-anak tidak tertampung, kami memperluas kapasitas dengan menggandeng sekolah swasta. Pemerintah hadir memastikan akses pendidikan tetap terbuka,” ujar Sadimin dalam refleksi pendidikan Jawa Tengah tahun 2025, Jumat (26/12).
Melalui Program Sekolah Kemitraan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka akses pendidikan menengah bagi siswa dari keluarga kurang mampu dengan menempatkan mereka di SMA dan SMK swasta tanpa dipungut biaya. Seluruh pembiayaan ditanggung pemerintah daerah, dan sekolah mitra dilarang menarik pungutan tambahan kepada peserta didik.
Kebijakan ini dilaksanakan bersamaan dengan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026. Sebanyak 56 SMA dan 83 SMK swasta terlibat sebagai mitra. Dari proses tersebut, 2.390 murid diterima melalui jalur kemitraan, terdiri atas 526 siswa SMA dan 1.864 siswa SMK.
Sekolah Kemitraan diperluas untuk sekolah swasta
Sadimin menjelaskan, daya tampung SMA dan SMK negeri di Jawa Tengah belum mampu mengimbangi jumlah lulusan SMP yang terus meningkat setiap tahun. Oleh karena itu, perluasan akses melalui sekolah swasta menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak.
Selain Program Sekolah Kemitraan, Pemprov Jateng juga memfasilitasi 2.614 murid tambahan melalui seleksi berbasis tingkat kemiskinan. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak belajar hanya karena kondisi ekonomi keluarga.
Dari sisi pendanaan, pada 2025 pemerintah mengalokasikan bantuan sebesar Rp2 juta per siswa per tahun bagi 2.390 murid Program Sekolah Kemitraan melalui APBD Provinsi Jawa Tengah, dengan total anggaran Rp2,39 miliar. Sementara dukungan pembiayaan bagi 2.614 murid lainnya akan disalurkan mulai Januari 2026 melalui sumber pendanaan yang telah disiapkan.
Pemerataan pendidikan
Di luar pemerataan akses pendidikan, Pemprov Jateng juga memperkuat pembinaan talenta melalui SMA Negeri Keberbakatan Olahraga. Sekolah berasrama ini dirancang untuk mendukung atlet muda agar dapat mengembangkan prestasi tanpa meninggalkan pendidikan formal.
Pada Tahun Ajaran 2025/2026, SMAN Keberbakatan Olahraga menampung 252 murid dengan pembinaan pada 21 cabang olahraga. Pendekatan kurikulum yang fleksibel dan adaptif mulai menunjukkan hasil, salah satunya dengan raihan enam medali emas, satu perak, dan dua perunggu pada ajang Popnas 2025.
“Kami ingin memastikan akses pendidikan merata, sekaligus memberi ruang bagi bakat dan prestasi generasi muda Jawa Tengah untuk tumbuh,” kata Sadimin.
Melalui Program Sekolah Kemitraan dan Sekolah Keberbakatan Olahraga, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa pemerataan akses dan peningkatan prestasi dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang berdaya saing dan berkeadilan. (Htm/S-01)







