GenAI Tandai Babak Baru Sektor Pendidikan

KEHADIRAN GenAI (Generative Artificial Intelligence) menandai munculnya babak baru di sektor pendidikan. Meski di satu sisi kehadiran teknologi ini dikhawatirkan akan dapat menggantikan proses berpikir dan bernalar kritis generasi muda, di sisi lain kehadiran GenAI juga membuka peluang besar dalam hal inovasi proses belajar-mengajar.

Dalam konteks ini, penting bagi pelajar untuk tidak hanya menjadi pengguna pasif teknologi, tetapi juga memahami secara kritis dampaknya. Karena itu, keterlibatan langsung siswa dalam diskusi mengenai potensi dan risiko GenAI menjadi langkah esensial untuk membekali mereka sebagai generasi yang siap menghadapi masa depan.

Menanggapi dinamika tersebut, Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Methodist Girls’ School (MGS) Singapura dan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta menyelenggarakan program kolaboratif bertajuk “The Methodist Girls’ Schools (MGS) ASEAN Programme (MAP).”

Lintas negara

Program ini dirancang sebagai ruang belajar lintas negara untuk menggali secara mendalam tantangan dan potensi penggunaan GenAI dalam dunia pendidikan. MAP dibuka dengan kelas pembelajaran daring pada Senin lalu yang diikuti oleh 40 siswi dari MGS Singapura dan Stella Duce 1 Yogyakarta.

BACA JUGA  Dinilai Eksklusif, Tokoh Karo Kritik Konsep Sekolah Negeri Unggulan

Peneliti CfDS, Ayom Mratita P dengan materi berjudul ‘AI and Your Education: Hype or Real Change?’ mengajak para siswi untuk memandang penggunaan GenAI secara lebih kritis dan reflektif.

Ia menegaskan tidak seperti AI konvensional, GenAI dirancang untuk menciptakan sesuatu yang baru, tetapi tidak memiliki pemahaman kontekstual secara manusiawi.

“Kita sering terkagum-kagum melihat GenAI bisa lolos ujian advokat atau GRE (Graduate Record Examination), tapi penting diingat, ia tidak benar-benar mengerti. Ia hanya meniru pola,” jelasnya.

Penggunaan bijak

Ayom juga menekankan bahwa pelajar perlu menyadari risiko penggunaan GenAI, seperti ketergantungan berlebihan, penyalahgunaan untuk tujuan negatif, dan penyebaran misinformasi.

Namun, jika digunakan dengan bijak, GenAI dapat menjadi alat yang mendukung pembelajaran—misalnya untuk menyusun materi belajar yang lebih personal, memberikan dukungan tambahan kepada siswa, serta mendorong kreativitas guru dan peserta didik.

BACA JUGA  Polisi Tilang Siswa yang Bawa Kendaraan ke Sekolah

“Jika digunakan secara tepat, GenAI dapat membantu menyusun sistem pembelajaran yang lebih adaptif sesuai dengan kebutuhan tiap siswa,” ujar Ayom.

Untuk memperdalam pemahaman, para peserta dibagi ke dalam kelompok dan diberikan penugasan untuk menulis esai serta menyiapkan presentasi singkat.

Setiap kelompok mengangkat tema berbeda, mulai dari pengaruh GenAI terhadap proses belajar, tantangan informasi palsu di media sosial di Indonesia dan Singapura, dampak positif dan negatif AI dalam pendidikan dengan mempertimbangkan kesenjangan akses internet, hingga perbandingan kebijakan pendidikan antara kedua negara dalam menyikapi penggunaan AI.

Masa depan digital

Salah satu kelompok juga merancang visi mereka terhadap masa depan digital yang positif dan inklusi bagi pelajar.

BACA JUGA  Perkuat Kerja Sama, Dubes Jepang Kunjungi Sri Sultan Hamengku Buwono X

Seluruh rangkaian program akan ditutup dengan kunjungan langsung ke kantor CfDS dan Fisipol UGM pada 5 November 2025 mendatang. Dalam sesi ini, para peserta akan mempresentasikan hasil analisis dan rekomendasi mereka di hadapan para peneliti dan akademisi.

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata dari komitmen CfDS dalam menjalankan Tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Lebih dari itu, program ini menjadi langkah penting dalam memperkuat literasi digital pelajar dan mendorong dialog lintas negara yang konstruktif dalam menghadapi perkembangan teknologi yang pesat. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

UPN Veteran Yogyakarta Perpanjang Waktu Pendaftaran Rektor

PANITIA Pemilihan Rektor (PPR) Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta memperpanjang masa pendaftaran Seleksi Terbuka Rektor Periode 2026-2030. Perpanjangan pendaftaran dan pengembalian dokumen fisik kesediaan bakal calon rektor akan dibuka pada…

UGM Terapkan Kurikulum Baru Mulai Semester Gasal 2026/2027

UNIVERSITAS Gadjah Mada mulai semester gasal tahun akademik 2026/2027 memberlakukan kurikulum baru. Menurut Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., kurikulum batu itu sesuai…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mbappe Terdepan dalam Perburuan Golden Boot

  • July 19, 2026
Mbappe Terdepan dalam Perburuan Golden Boot

Hujan Gol Warnai Kemenangan Inggris atas Prancis

  • July 19, 2026
Hujan Gol Warnai Kemenangan Inggris atas Prancis

Gasak Vietnam, Indonesia Ditunggu Kamboja di Final SEA V Cup

  • July 18, 2026
Gasak Vietnam, Indonesia Ditunggu Kamboja di Final SEA V Cup

Indonesia Finis di Peringkat ke-9 AVC U-18

  • July 18, 2026
Indonesia Finis di Peringkat ke-9 AVC U-18

Persib Resmi Perpanjang Kontrak Kakang Rudianto Hingga 2029

  • July 18, 2026
Persib Resmi Perpanjang Kontrak Kakang Rudianto Hingga 2029

Peringati HUT ke-81 RI, Ketua Garda Prabowo Madiun Jalan Kaki 620 KM ke Istana Negara

  • July 18, 2026
Peringati HUT ke-81 RI, Ketua Garda Prabowo Madiun Jalan Kaki 620 KM ke Istana Negara