Alih Fungsi Lahan Bandung Raya Masif, Risiko Banjir Meningkat

ALIH fungsi lahan di Kawasan Bandung Raya tercatat berlangsung masif dalam kurun 11 tahun terakhir, sejak 2014 hingga 2025. Perubahan terjadi di wilayah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang, mencakup lahan terbuka hijau, perkebunan, hingga kawasan resapan air yang kini berubah menjadi kawasan terbangun.

Dampak perubahan tersebut terlihat jelas di sejumlah wilayah penyangga, termasuk Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Ciwidey di Kabupaten Bandung. Kawasan seperti Ciwidey, Pasirjambu, Soreang, dan Banjaran yang sebelumnya berfungsi sebagai penyangga air, kawasan pertanian, pariwisata, dan kawasan lindung, kini mengalami tekanan serius akibat alih fungsi lahan.

Tantangan lingkungan

Kondisi ini berdampak langsung pada menurunnya daya dukung lingkungan, meningkatnya risiko banjir, serta tekanan terhadap sistem tata air dan ekosistem di Bandung Raya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, mengatakan tantangan lingkungan saat ini tidak terlepas dari fenomena global Triple Planetary Crisis, yakni perubahan iklim, polusi dan kerusakan lingkungan, serta hilangnya keanekaragaman hayati.

BACA JUGA  Kosgoro 1957 dan SOKSI Resmi Dukung Ridwan Kamil untuk Pilgub Jabar

“Ketiga krisis ini saling berkaitan dan memperburuk satu sama lain. Pada 2023, suhu rata-rata global meningkat sekitar 1,45 derajat Celsius dibandingkan era praindustri dan tercatat sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah,” ujar Ai, Rabu (17/12).

Ia menjelaskan, fenomena El Nino 2023–2024 turut memperparah pemanasan global. Sekitar 90 persen kelebihan panas akibat perubahan iklim diserap oleh lautan, sehingga suhu permukaan laut mencapai rekor tertinggi.

Alih fungsi lahan Bandung Raya berdampak besar

Di tingkat daerah, DLH Jabar juga menyoroti bencana lingkungan yang bersumber dari aktivitas manusia, seperti kegiatan industri, pengelolaan limbah, serta kejadian insidentil yang berdampak pada lingkungan. Sejumlah kasus, seperti dugaan pencemaran radioaktif di Cikande, kebakaran industri pengolah limbah B3 yang berulang, hingga tumpahan minyak, menjadi catatan serius.

BACA JUGA  Smartfren Fun Run 2025 di Kota Cimahi Diikuti Ratusan Peserta

“Kebakaran limbah B3 berpotensi menimbulkan dampak langsung bagi masyarakat, terutama pencemaran udara. Belum lama ini sempat viral partikel hitam yang beterbangan di udara. Ini harus menjadi perhatian serius,” katanya.

Ai juga mengingatkan tingginya kerentanan wilayah Jawa Barat terhadap bencana gempa bumi. Ia mempertanyakan kesiapan daerah jika gempa besar terjadi dan berdampak pada kawasan industri yang menyimpan atau mengolah limbah B3.

Saat ini, DLH Jabar tengah menyiapkan skema pengelolaan bencana terkait limbah B3. Namun, ia mengakui penanganannya tidak mudah karena keterbatasan kewenangan dan kapasitas pemerintah daerah maupun BPBD dalam situasi darurat.

Potensi banjir besar

Terkait banjir, Ai menyebut tekanan pembangunan di Bandung Raya sangat tinggi. Dari sekitar 19 juta bangunan yang teridentifikasi di Jawa Barat, sebanyak 21 persen berada di kawasan Bandung Raya. Tekanan ini diperparah oleh pengambilan air tanah dan alih fungsi lahan yang masif.

BACA JUGA  Mengenal Warisan Budaya di Sepanjang Sungai Citarum

“Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, banjir yang terjadi pada 2025 lebih parah dibandingkan siklus banjir lima tahunan sebelumnya, baik dari sisi kedalaman maupun luas genangan,” ungkapnya.

Sebagai langkah pengendalian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini menerapkan moratorium izin perumahan di wilayah Bandung Raya guna melakukan evaluasi dan kajian tata ruang. Ke depan, perubahan pola hunian dari rumah tapak ke hunian vertikal menjadi salah satu opsi, meski dihadapkan pada tantangan budaya dan konsistensi kebijakan.

“Kalau tidak ada perubahan, Bandung Raya berisiko dipenuhi permukiman. Ini tantangan besar yang harus kita hadapi bersama,” tegas Ai. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Gelar Razia di Rutan Surabaya, Kanwil Ditjenpas Jatim Sita Ponsel hingga Sajam

KANTOR Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Timur menggelar razia gabungan berskala besar di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo, Senin malam (25/5). Petugas menyita sejumlah…

KAI DAOP 6 Tambah Tujuh Kereta Tambahan pada Libur Iduladha

UNTUK mendukung mobilitas masyarakat pada periode libur Hari Raya IdulAdha dan Hari Lahir Pancasila dari 27 Mei – 1 Juni 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menko Pangan Serahkan Sapi Kurban ke Ponpes Progresif Bumi Shalawat

  • May 25, 2026
Menko Pangan Serahkan Sapi Kurban ke Ponpes Progresif Bumi Shalawat

Gelar Razia di Rutan Surabaya, Kanwil Ditjenpas Jatim Sita Ponsel hingga Sajam

  • May 25, 2026
Gelar Razia di Rutan Surabaya, Kanwil Ditjenpas Jatim Sita Ponsel hingga Sajam

KAI DAOP 6 Tambah Tujuh Kereta Tambahan pada Libur Iduladha

  • May 25, 2026
KAI DAOP 6 Tambah Tujuh Kereta Tambahan pada Libur Iduladha

AS Klaim Hampir Capai Kata Sepakat dengan Iran Soal Nuklir

  • May 25, 2026
AS Klaim Hampir Capai Kata Sepakat dengan Iran Soal Nuklir

20 Orang Meninggal Akibat Kasus TB di Kabupaten Garut

  • May 25, 2026
20 Orang Meninggal Akibat Kasus TB di Kabupaten Garut

Kemendes Gandeng TNI dan Gandara Group Beri Sembako untuk Duafa Tasikmalaya

  • May 25, 2026
Kemendes Gandeng TNI dan Gandara Group Beri Sembako untuk Duafa Tasikmalaya