Disdik Bandung Tindaklanjuti Larangan Hukuman Fisik Bagi Siswa di Sekolah

PEMERINTAH Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan (Disdik) akan menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Barat (Jabar) tentang larangan guru memberikan hukuman fisik kepada siswa di sekolah. SE tersebut berlaku untuk semua jenjang pendidikan mulai Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau kejuruan termasuk Madrasah Aliyah di bawah Kementerian Agama.

“Untuk menyikapi hal ini, kami sudah mengumpulkan kepala sekolah dan meminta mereka untuk menindaklanjuti SE Gubernur Jabar ini dan kita tidak mengedepankan tindakan fisik, tapi lebih kepada edukasi. Makanya, pemkot itu sekarang ada kegiatan untuk kelas IX yaitu penguatan karakter,” ungkap Kepala Disdik Kota Bandung Asep Saeful Gufron.

Menurut Asep, pada minggu kedua dan ketiga, pihaknya akan berupaya untuk bisa mengkomunikasikan kepada guru dan peserta didik, terutama terkait pembelajaran yang diperkuat karakter, perilaku, pola pikir, termasuk tanggung jawab peserta didik.

BACA JUGA  Wali Kota Bandung Dukung Pemberlakuan Jam Malam untuk Siswa

Saling mengingatkan

Jadi tidak lagi misalnya ada peserta didik melawan guru, dan tidak lagi ada peserta didik misalnya melakukan pelanggaran, supaya guru atau tenaga pengajar melakukan tindakan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami tentu menyambut baik kebijakan dari Gubernur Jabar ini, bahkan sebelum adanya SE tersebut, Disdik Kota Bnadung sebetulnya sudah menerapkan kebijakan yang sama sejak dulu. Kita juga terus melakukan edukasi ke kepsek, nanti kepsek ke guru untuk menghindari hal yang bersifat fisik, tapi lebih ke edukasi dalam memberikan teguran ke peserta didik SD dan SMP,” paparnya.

Sementara itu terkait pengawasannya, kata Asep, tentunya akan dilakukan berjenjang, tidak hanya dilakukan oleh kepala sekolah dan guru saja. Tetapi, pihaknya lebih mengedepankan upaya untuk saling mengingatkan. Karena di sekolah ada organisasi, seperti paskibra, pramuka, PMR, OSIS.

BACA JUGA  Kemampuan Literasi Matematika Alami Penurunan

Justru pihaknya lebih menekankan kepada peserta didik yang aktif di organisasi kesiswaan, itu lebih peka melakukan pendekatan terhadap peserta didik yang lainnya.

“Jika ditemukan ada siswa yang melanggar aturan, kami memastikan akan lebih mengedepankan sanksi sosial, seperti jika membuang sampah sembarang, maka dia harus membersihkannya. Kemudian jika corat-coret vandalisme di toilet, harus bersihkan sendiri, walaupun sekolah yang menyediakan catnya. Jadi, lebih ke sanksi sosial dan lebih kepada pembentukan pola pikir yang positif,” jelasnya.

Tim khusus

Atas hal tersebut lanjut Asep, peserta didik juga harus punya rasa tanggungjawab terhadap lingkungan, terutama kaitan bullying. Terkait hal ini, pihaknya juga sudah memiliki tim khusus untuk menangani korban bullying.

BACA JUGA  Jangan Bebankan Siswa Mendeteksi Menu MBG

“Upaya ini terus kita cermati, terhadap perkembangan siswa di sekolah dan kami juga intens melakukan koordinasi dengan sekolah untuk menyikapi hal yang berkembang saat ini, supaya kita tidak terpancing untuk melakukan hal yang bersifat fisik,” sambungnya. (Zahra/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

POLDA Jawa Tengah terus mengedepankan upaya preemtif dan preventif dalam Operasi Patuh Candi 2026 untuk mencegah kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara. Upaya tersebut diwujudkan…

GMKI: Pemuda bukan Alat Kepentingan Penguasa

KETUA Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pematangsiantar-Simalungun, Yova Ivo Cordiaz Purba menegaskan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekedar kegiatan seremoni tahunan. Lebih dari itu sebagai momentum untuk menguji…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

  • October 29, 2026
Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

  • October 29, 2026
Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

  • October 29, 2026
Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

  • October 29, 2026
Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah itu Meraup Cuan dari Sampah

  • October 29, 2026
Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah itu Meraup Cuan dari Sampah

GMKI: Pemuda bukan Alat Kepentingan Penguasa

  • October 29, 2026
GMKI: Pemuda bukan Alat Kepentingan Penguasa