Ivan Sugianto Akhirnya Minta Maaf Sambil Nangis

IVAN Sugianto, wali murid yang memaksa siswa SMA Kristen Gloria 2 Surabaya melakukan sujud dan menggonggong akhirnya meminta maaf sambil menangis.

Video permintaan maaf Ivan Sugianto itu beredar di media sosial whatsapp dengan durasi 2.33 menit.

Dalam video itu diawali Ivan dengan perkenalan diri, dan menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan telah melakukan perbuatan yang membuat gaduh.

“Saya Ivan Sugianto sebagai orang tua dari Excel, saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya, dan saya benar-benar menyesal atas perbuatan dan kegaduhan yang telah terjadi,” kata Ivan.

Permintaan maaf itu dia sampaikan untuk SMA Gloria 2 Surabaya, kepada para orang tua siswa terutama siswa Ethan dan kedua orang tuanya.

BACA JUGA  Antisipasi Virus Nipah, BBKK Surabaya Perketat Pemeriksaan

Ivan juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kegaduhan dan arogansi yang dia perbuat.

Sejak peristiwa itu muncul akhir Oktober lalu, Ivan mengaku lebih banyak diam untuk instropeksi diri.

Dia berharap Tuhan Yang Maha Esa mengampuninya, dan dia ingin menjadi manusia yang lebih baik.

“Saya akan segera menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya,” ujar Ivan, Kamis (14/11).

Dia berharap masyarakat Indonesia terutama warga Surabaya mau memaafkannya. Ivan kemudian terlihat meneteskan air mata saat meminta maaf kepada istri dan anaknya.

Polisi selidiki siswa dipaksa sujud dan gonggong

Sementara terkait kasus itu, polisi masih melakukan penyelidikan. Sebanyak delapan saksi diperiksa di Polrestabes Surabaya.

BACA JUGA  Wali Kota Bandung Dukung Pemberlakuan Jam Malam untuk Siswa

Seperti orang tua yang anaknya dipaksa sujud dan menggonggong, pihak sekolah dan satpam sekolah saat kejadian.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Dirmanto mengatakan, kedua belah pihak, baik diduga pelaku perintahkan sujud dan menggonggong serta orang tua korban sudah saling berdamai.

Namun, pihak sekolah SMA Kristen Gloria 2 Surabaya menuntut kasus itu secara hukum terus berlanjut.

“Pihak sekolah ini terus menuntut (proses hukumnya) untuk dilanjutkan. Namun demikian, kita terus melakukan pendalaman-pendalaman terkait dengan peristiwa ini,” kata Kombes Dirmanto.

“Konstruksi hukumnya nanti seperti apa. Konstruksi peristiwa  seperti apa. Sehingga nanti kita bisa mengambil langkah-langkah berikutnya,” lanjutnya.

Kasus ini berawal aksi seorang wali murid SMA Cita Hati, Ivan Sugianto melabrak siswa SMA Gloria 2 Surabaya dengan arogan.

BACA JUGA  Korban Investasi Bodong Dilaporkan ke Polrestabes Surabaya

Wali murid bernama Ivan Sugianto itu memaksa siswa yang dilabrak untuk bersujud dan menggonggong. Saat itu Ivan datang ke sekolah korban dengan dikawal sejumlah preman.

Permasalahan ini muncul dari pertandingan basket antara SMA Gloria 2 melawan SMA Cita Hati. Saat itu korban mengejek rambut anak pelaku, dengan menyebut seperti rambut pudel.

Selaku orang tua, Ivan kemudian marah setelah dilapori anaknya. (OTW/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

SEORANG ibu bersama anaknya terkubur bencana tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Namun berkat kerja keras Tim SAR…

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

PAGUYUBAN Pencinta Seni Nusantara dan Estetika Budaya (PSNB) menggalang sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya pelestarian seni tradisional di wilayah tersebut. Untuk itu mereka beraudiensi dengan Wakil Bupati Sidoarjo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

  • May 13, 2026
Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

Program Terpujilah GURU dari Sumedang Dirilis Telkomsel

  • May 13, 2026
Program Terpujilah GURU dari  Sumedang Dirilis Telkomsel

Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

  • May 13, 2026
Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

  • May 13, 2026
Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

  • May 13, 2026
Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara