
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) melalui Satuan Tugas Penanganan Cesium 137 (Cs-137) terus mempercepat kegiatan mitigasi dan penanganan kontaminasi radioaktif di kawasan industri dan permukiman Cikande, Kabupaten Serang.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah meluasnya dampak radiasi terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas industri. Dari 22 pabrik yang terdeteksi paparan Cs-137, 21 pabrik telah selesai didekontaminasi dan dapat segera beroperasi kembali.
“Percepatan dekontaminasi ini merupakan instruksi langsung Menteri Lingkungan Hidup. Targetnya, seluruh lokasi terkontaminasi sudah aman paling lambat Desember,” ujar Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH, sekaligus Ketua Bidang Mitigasi dan Penanganan Satgas Cs-137, Rasio Ridho Sani, Senin (27/10).
Selain di pabrik, dekontaminasi juga dilakukan di 12 lokasi lain seperti lahan kosong, lapak, dan permukiman. Dua zona merah ditemukan di Kampung Barengkok, Desa Sukatani, yang memaksa relokasi sementara 91 warga.
Relokasi dilakukan sesuai prosedur keamanan radiasi, dipantau petugas dari BRIN dan Bapeten. Setiap warga dan barang bawaannya diperiksa menggunakan survey meter sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Cikande.
“Relokasi ini dilakukan demi melindungi kesehatan masyarakat dan mempercepat dekontaminasi di zona merah,” tegas Rasio.
Hingga kini, dari 12 lokasi yang terdeteksi radiasi, lima lokasi telah bersih, sementara tujuh lainnya masih dalam proses. Total material hasil dekontaminasi yang telah dipindahkan mencapai 222,6 m³ atau setara 371 ton.
Satgas juga memeriksa lebih dari 32 ribu kendaraan menggunakan Radiation Portal Monitoring (RPM) untuk mencegah penyebaran radioaktif. Hasilnya, sejak pekan lalu tidak ada lagi kendaraan yang terdeteksi terpapar Cs-137.
“Kami mengapresiasi kerja sama warga dan seluruh pihak yang telah membantu proses mitigasi dan relokasi,” tutup Rasio Ridho Sani. (*/S-01)








