
PEMERINTAH Kota Bandung, Jawa Barat memastikan beras oplosan tidak beredar di wilayahnya.
Meski begitu Pemkot tetap akan terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk melakukan pengecekan, terutama di pasar-pasar tradisional di Kota Bandung.
Bahkan pihak Pemkot juga meminta warga untuk tetap harus waspada.
“Terkait beras oplosan di Kota Bandung sejauh ini tidak kita ketemukan. Meski sejauh ini beras oplosan di tidak ditemukan, kami tetap akan menunggu hasil penyelidikan secara sampling yang dilakukan langsung oleh Satgas Pangan,” ungkap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
“Jadi, kita standby memastikan bahwa kualitas beras terutama baik yang premium maupun yang standar itu memenuhi ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.
Berkoordinasi dengan APH
Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Bandung, Ashville Nusa Panata mengatakan, menyikapi isu yang beredar terkait beras oplosan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait dan Aparat Penegak Hukum (APH) se-Bandung Raya.
“Kami sudah ambil sampling di Kabupaten Sumedang, Bandung Barat Barat dengan teman-teman Polres dan dinas terkait ke pasar langsung. Dari hasil sampling tersebut, dipastikan belum ditemukan aktivitas yang kira-kira mencurigakan seperti adanya peredaran beras oplosan dan lain-lain,” tuturnya.
Untuk Bulog Cabang Bandung sendiri lanjut Ashville, memang tidak mengenal istilah beras oplosan, tetapi pihaknya melakukan pengolahan beras sesuai dengan frekuensi konsumen.
Sementara itu isu adanya beras oplosan yang beredar di masyarakat masih terus bergulir, bahkan isu tersebut rupanya juga mendapat tanggapan dari para pedagang beras serta masyarakat.
Kontrol penjual
Seperti yang diungkapkan Ujang (47) pedagang beras di Pasar Sederhana Kota Bandung yang mengaku pernah ditawari oleh beberapa sales produk untuk menjual beras dengan merek yang diduga telah dioplos.
“Pernah saya ditawarin barang-barang itu, tapi saya nggak ada ini. Karena saya pernah ngerasa kecewa sama barang-barang itu,” ungkapnya.
Ujang berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan kembali terkait peredaran beras di pasaran. Terlebih saat ini telah ditemukan adanya beras oplosan yang berpotensi membuat pembeli kecewa.
“Tanggapan saya sih dari segi positif negatifnya, positifnya, ya itu harus lebih perhatian lagi lah. Pemerintah harus ada kontrol kepada penjual pedagang beras itu,” sambungnya. (Rava/N-01)







