Pemkot Pastikan Beras Oplosan belum Ada  di Kota Bandung

PEMERINTAH Kota Bandung, Jawa Barat  memastikan beras oplosan tidak beredar di wilayahnya.

Meski begitu Pemkot tetap akan terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk melakukan pengecekan, terutama di pasar-pasar tradisional di Kota Bandung.

Bahkan pihak Pemkot juga meminta warga untuk tetap harus waspada.

“Terkait beras oplosan di Kota Bandung sejauh ini tidak kita ketemukan. Meski sejauh ini beras oplosan di tidak ditemukan, kami tetap akan menunggu hasil penyelidikan secara sampling yang dilakukan langsung oleh Satgas Pangan,” ungkap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

“Jadi, kita standby memastikan bahwa kualitas beras terutama baik yang premium maupun yang standar itu memenuhi ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.

BACA JUGA  Kosgoro 1957 dan SOKSI Resmi Dukung Ridwan Kamil untuk Pilgub Jabar

Berkoordinasi dengan APH

Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Bandung, Ashville Nusa Panata mengatakan, menyikapi isu yang beredar terkait beras oplosan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait dan Aparat Penegak Hukum (APH) se-Bandung Raya.

“Kami sudah ambil sampling di Kabupaten Sumedang, Bandung Barat Barat dengan teman-teman Polres dan dinas terkait ke pasar langsung. Dari hasil sampling tersebut, dipastikan belum ditemukan aktivitas yang kira-kira mencurigakan seperti adanya peredaran beras oplosan dan lain-lain,” tuturnya.

Untuk Bulog Cabang Bandung sendiri lanjut Ashville, memang tidak mengenal istilah beras oplosan, tetapi pihaknya melakukan pengolahan beras sesuai dengan frekuensi konsumen.

Sementara itu isu adanya beras oplosan yang beredar di masyarakat masih terus bergulir, bahkan isu tersebut rupanya juga mendapat tanggapan dari para pedagang beras serta masyarakat.

BACA JUGA  FKSS Jawa Barat Siap Gugat Kepgub Soal Rombel

Kontrol penjual

Seperti yang diungkapkan Ujang (47) pedagang beras di Pasar Sederhana Kota Bandung yang mengaku pernah ditawari oleh beberapa sales produk untuk menjual beras dengan merek yang diduga telah dioplos.

“Pernah saya ditawarin barang-barang itu, tapi saya nggak ada ini. Karena saya pernah ngerasa kecewa sama barang-barang itu,” ungkapnya.

Ujang berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan kembali terkait peredaran beras di pasaran. Terlebih saat ini telah ditemukan adanya beras oplosan yang berpotensi membuat pembeli kecewa.

“Tanggapan saya sih dari segi positif negatifnya, positifnya, ya itu harus lebih perhatian lagi lah. Pemerintah harus ada kontrol kepada penjual pedagang beras itu,” sambungnya. (Rava/N-01)

BACA JUGA  Pemkot Bandung Bangun Dapur Sehat untuk Makan Bergizi Gratis

Dimitry Ramadan

Related Posts

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

LURAH Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berinisial RCS, ditetapkan menjadi tersangka kasus penyalahgunaan tanah kas desa (TKD) Kalurahan Condongcatur di dua tempat kejadian perkara. Dalam kasus penyalahgunaan tanah kas…

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

DIREKTORAT Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Jawa Tengah mengungkap sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya dugaan kekerasan fisik dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

  • June 30, 2026
Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

  • June 30, 2026
Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

  • June 30, 2026
Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

  • June 30, 2026
Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

  • June 30, 2026
Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

  • June 30, 2026
TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak