Sekolah di Bandung Kekurangan Mebeler akibat Perubahan Kuota PAPS

PERUBAHAN atau penambahan kuota penanggulangan anak putus sekolah (PAPS) membuat sejumlah sekolah di Kota Bandung kekurangan mebeler (perlengkapan) belajar mengajar tahun ajaran 2025/2026.

Salah satu sekolah yang kekurangan mebeler adalah SMAN 7 Bandung dan SMAN 1 Bandung.

Kepala SMAN 7 Bandung, Yudin Wahyudin mengatakan, saat ini SMAN 7 Bandung masih kekurangan 29 pasang meja dan kursi untuk lima rombongan belajar siswa baru. Jumlah tersebut sesuai siswa baru dari jalur PAPS yang diterima di SMAN 7 Bandung sebanyak 29 orang.

“Kami hanya menerima 29 siswa dari jalur PAPS, dan dari 10 rombel hanya lima rombel yang ditambah kuota tersebut, sedangkan lima rombel lainnya tidak,” jelasnya.

Tidak mencukupi

Menurut Yudi, penambahan kuota PAPS hanya terjadi pada lima rombel karena tidak semua ruang kelas di SMAN 7 Bandung ukurannya mencukupi, untuk ditambah jumlah siswanya dibandingkan kuota sebelumnya.

BACA JUGA  Amankan Nataru, Satpol PP Bandung Siagakan 678 Personel

Ia mengakui dari 10 ruangan, untuk kelas X hanya lima ruangan yang dinilai ideal untuk ditambah jumlah siswanya. Sedangkan lima rombel lainnya tetap berisi 36 siswa.

“Di SMAN 7 Bandung ada 387 siswa baru yang dibagi menjadi 10 rombel dan terdiri dari lima rombel berisi 36 siswa serta lima rombel lainnya ditambah hingga 40-an siswa. Kekurangan mebeler akibat bertambahnya jumlah siswa dari jalur PAPS tersebut telah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Jabar,” ungkapnya.

Yudin berharap, kekurangan itu segera dipenuhi oleh Disdik Jabar sebelum KBM, khususnya untuk kelas X yang akan dimulai secara efektif pada pekan depan. Namun, selama masa MPLS, kekurangan mebeler tersebut belum berpengaruh signifikan.

BACA JUGA  Peneliti UGM Skrining Risiko Asma di Sekolah-Sekolah Yogyakarta

Ratusan siswa baru rata-rata mengikuti berbagai kegiatan di aula maupun lapangan SMAN 7 Bandung. “Kami hanya bisa menunggu dropping dari Disdik Jabar,” tuturnya.

Janji Gubernur Jabar

Sebelumnya, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi memastikan segera memenuhi meja dan kursi untuk sekolah yang menambah jumlah siswa dalam rombel.

Dia memastikan penyediaannya tanpa menunggu perubahan APBD. Perubahan jumlah siswa dalam rombel, seperti yang terjadi di SMAN 1 Bandung, membuat beberapa tidak mendapatkan meja dan kursi.

“Nanti dipenuhi semuanya, kemarin laporan ke saya, kursinya cukup. Tapi kalau hari ini kurang, nanti kita support kursi dan mejanya. Selain kursi dan meja, pemasangan pendingin ruangan atau AC di kelas yang rombelnya ditambah sudah mulai terdistribusi. Sudah sekitar 150 AC dipasang dari target 800 yang akan dipasang,” tandasnya.

BACA JUGA  Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Bandung masih Sepi Peminat

“Joshua Sirait menyumbang Rp 1 miliar untuk pembelian AC. Untuk sekolah, khususnya di Subang, Majalengka, Sumedang, Karawang dan Bekasi, ditambah oleh kita. Kalau kerja dengan saya tidak terbatas dengan APBD, selama bisa disediakan dan dibantu pasti dibantu,” sambungnya. (Rava/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

DIREKTORAT Jenderal Imigrasi memperkuat pencegahan dari hulu melalui 21 Desa Binaan Imigrasi dan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA). Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DIY Yuni Santi Nurani mengatakan, 21…

Penanganan Sampah dan Transformasi Digital Jadi Prioritas Kota Bandung

PENANGANAN masalah sampah dan percepatan transformasi digital menjadi dua agenda strategis yang akan terus diperkuat Pemerintah Kota Bandung dalam membangun kota yang lebih maju dan berkelanjutan. “Tantangan terbesar yang dihadapi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

  • September 26, 2026
Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

  • September 25, 2026
Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

  • September 25, 2026
Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok Dipenuhi

  • September 25, 2026
Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok  Dipenuhi

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

  • September 25, 2026
Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

  • September 25, 2026
Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks