Wings Air Hentikan Penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara

MASKAPAI Penerbangan Wings Air memutuskan untuk menghentikan pelayanannya dari Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung menuju Bandara Internasional Yogyakarta terhitung sejak 31 Maret 2026 lalu. Padahal mereka baru dua bulan membuka rute tersebut.

Menyikapi hal ini, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merasa prihatin. Namun Pemkot Bandung tidak bisa melakukan intervensi dalam keputusan tersebut, mengingat kebijakan rute penerbangan sepenuhnya berada di ranah bisnis maskapai.

“Pemkot tentu prihatin. Namun, maskapai sebagai pihak swasta memiliki perhitungan bisnis masing-masing. Memang diakui saat ini minat masyarakat terhadap penerbangan baling-baling untuk jarak dekat cenderung menurun,” jelasnya.

Infrastruktur transportasi darat

Dalam referensi Farhan, tren penurunan minat ini tidak terlepas dari semakin berkembangnya infrastruktur transportasi darat, khususnya jaringan jalan tol di Pulau Jawa yang kini semakin memudahkan mobilitas antar kota.

Ia mencontohkan, bahkan sebelum pengoperasian Bandara Kertajati secara optimal, tingkat keterisian penerbangan rute pendek seperti ke Semarang, Solo, dan Yogyakarta dari Bandung sudah tergolong rendah.

Dengan adanya tol yang semakin baik, perjalanan darat menjadi alternatif yang lebih diminati untuk rute jarak dekat. Ini berdampak pada menurunnya okupansi penerbangan di rute tersebut.

BACA JUGA  Cegah PMK, DKPP Bandung Perketat Masuknya Hewan Ternak

“Berdasarkan data yang dimiliki Pemkot Bandung, permintaan penerbangan dari dan menuju Bandung justru masih tinggi untuk rute luar Pulau Jawa. Kota-kota seperti Bali, Balikpapan, Palembang, Makassar, hingga Medan masih menjadi tujuan favorit penumpang. Sementara untuk rute di Pulau Jawa, hanya Surabaya yang konsisten memiliki tingkat permintaan tinggi,” paparnya.

Terkendala regulasi

Farhan menyebut, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan penerbangan di Bandara Husein. Pasalnya, untuk melayani rute jarak jauh dengan jumlah penumpang besar, dibutuhkan pesawat berbadan lebih besar yang hingga kini belum mendapatkan izin operasional sesuai regulasi dari Kementerian Perhubungan.

Namun, hal itu masih terkendala regulasi operasional di Bandara Husein. Farhan tetap berharap pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan, dapat membuka peluang pengembangan rute maupun kapasitas penerbangan. Dalam penilaiannya, konektivitas udara memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Bandung dan wilayah sekitarnya.

“Di sisi lain, saat ini pemerintah juga tengah memprioritaskan pengembangan Bandara Kertajati sebagai pusat industri aviasi nasional. Ke depan, bandara tersebut juga disebut akan diarahkan untuk mendukung sektor pertahanan dan industri strategis, bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan, BUMN dan TNI.

BACA JUGA  Imigrasi Bandung Gandeng Gojek dalam Pengiriman Paspor

Tetap strategis

Untuk mendukung mobilitas masyarakat dan konektivitas ekonomi di Jawa Barat (Jabar), peran Bandara Husein Sastranegara tetap dinilai strategis, khususnya untuk penerbangan domestik dan internasional,” terangnya.

Farhan juga menyoroti laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung saat ini masih berada di angka sekitar 5,29 persen. Angka tersebut dinilai belum sepenuhnya pulih ke kondisi sebelum pandemi COVID-19, berbeda dengan capaian di tingkat provinsi maupun nasional yang telah menunjukkan pemulihan lebih cepat.

Intinya Kota Bandung masih berproses untuk kembali ke kondisi normal seperti sebelum pandemi. Karena itu, konektivitas transportasi, termasuk penerbangan, menjadi faktor penting untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi.

Memaksimalkan Whoosh

Dengan kondisi Bandara Husein Sastranegara seperti itu, Pemkot Bandung mulai berpikir untuk mengoptimalkan keberadaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh. Data statistik menunjukkan, kontribusi Whoosh atas tingkat kunjungan ke kota Bandung, cukup signifikan.

BACA JUGA  Holding BUMN Industri Pertahanan Lepas 900 Pemudik

“Dulu kita bisa mendatangkan 3,8 juta orang per tahun melalui Bandara Husein, di mana 800 ribunya adalah penerbangan internasional. Nah, sekarang ini melalui Whoosh yang kita harapkan per hari bisa mengangkut sekitar 20 ribu orang pulang pergi. Berarti kalau 300 hari, 20 ribu kali 300, jadi 6 juta (per tahun),” ungkapnya.

Dengan kondisi seperti itu, lanjut Farhan pencapaian target 60 persen dari angka tersebut bisa menjadi kompensasi atas hilangnya potensi daru sekter penerbangan. Pemkot sendiri, sedang memilah-milah berbagai macam program joint promotion antara Kota Bandung dan PT KAI, khususnya untuk Whoosh, dalam rangka mengejar 3,6 juta penumpang setahun.

“Joint promotion macam-macam, dari mulai kita menawarkan misalnya bundling, beli paket 20 orang penumpang Whoosh maka akan dapat free apa di Kota Bandung, termasuk event-event. Ditambah lagi juga promosi visual,” sambungnya. (zahra/M-01)

Related Posts

Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data

HASIL pleno terbuka rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tahun 2026 di lima kabupaten/kota se-DIY yang digelar Rabu lalu, mencatat jumlah pemilih di Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini…

Sambut Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Pematangsiantar Pastikan Keandalan Listrik

PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pematangsiantar melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Perdagangan turut mendukung kelancaran pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 dengan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data

  • October 3, 2026
Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data

Sambut Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Pematangsiantar Pastikan Keandalan Listrik

  • October 3, 2026
Sambut  Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Pematangsiantar Pastikan Keandalan Listrik

Timnas Putri U-17 Indonesia Berlaga di Singapura, Sasar Juara Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17

  • October 3, 2026
Timnas Putri U-17 Indonesia Berlaga di Singapura, Sasar Juara Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17

Komersialisasi Paten UGM Tertinggi di Indonesia

  • October 3, 2026
Komersialisasi Paten UGM Tertinggi di Indonesia

KAI Logistik Berkomitmen Perkuat Ekosistem Logistik Energi Nasional

  • October 3, 2026
KAI Logistik Berkomitmen Perkuat Ekosistem Logistik Energi Nasional

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laris Manis, Penjualan Sudah Tembus Angka 55 Ribu

  • October 3, 2026
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laris Manis, Penjualan Sudah Tembus Angka 55 Ribu