Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali

UNIT Kegiatan Mahasiswa (UKM) Selam Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Latihan Perairan Terbuka (LPT) XXXVI di Tulamben, Bali, 30 April hingga 4 Mei lalu.

Sebanyak 55 mahasiswa mengikuti kegiatan ini dengan dampingan 3 instruktur dan 5 asisten instruktur. Ini merupakan agenda tahunan yang menjadi puncak dari seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan selam bagi calon anggota baru.

Seluruh rangkaian penyelaman dilaksanakan pada beberapa titik di perairan Tulamben. Salah satu lokasi ikonik yang dikunjungi adalah USAT Liberty Wreck, bangkai kapal kargo Amerika Serikat yang tenggelam pada masa Perang Dunia II.

Kapal tersebut kini dihuni oleh ratusan spesies ikan, koral, dan biota laut lainnya.

“Tidak hanya pesona alam, lokasi ini menawarkan pengalaman penyelaman yang sekaligus menantang secara teknis dan kaya secara visual terlebih bagi penyelam baru,” kata Ardhya Nareswari Candrakirana, Ketua UKM Selam UGM, Rabu (13/5).

Tahap akhir pelatihan

Biota di Perairan Tulamben Bali. (Dok.Ist)

Ia  mengungkapkan bahwa LPT XXXVI dirancang sebagai tahap akhir pelatihan bagi para calon penyelam untuk pengaplikasian seluruh kompetensi yang telah dipelajari.

BACA JUGA  Pakar UGM: Perubahan Iklim Picu Banjir dan Longsor

Berangkat dari pelatihan di kelas serta kolam renang, praktik ini membawa ke dalam kondisi laut yang sesungguhnya.

“Kita memberikan pengalaman penyelaman terbaik sekaligus memperluas wawasan peserta terhadap keajaiban ekosistem laut Indonesia,” ungkapnya.

Ardhya menyebutkan bahwa pelaksanaan LPT XXXVI secara keseluruhan berjalan dengan lancar meskipun sempat dihadapkan pada beberapa kendala di lapangan.

Antusias para peserta

Ia mengungkapkan rasa bangga menyaksikan antusiasme para peserta yang tinggi sepanjang kegiatan berlangsung, baik dari yang baru pertama kali menyelam di laut maupun yang telah memiliki pengalaman sebelumnya.

“Secara keseluruhan kegiatan berlangsung dengan baik. Para peserta terlihat antusias dan hari pelaksanaan juga terasa sangat mengesankan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran teknis, tetapi juga proses penting dalam pembentukan karakter serta kesiapan mental para calon penyelam.

BACA JUGA  Jangan Jadi Ayah Absen: 80% Anak Indonesia Fatherless

Menurutnya, bisa mengasah kemampuan peserta dalam beradaptasi, bekerja sama, dan menunjukkan perkembangan nyata selama kegiatan.

Ekosistem laut

Melalui penyelenggaraannya, disebutkan Ardya bahwa para peserta tidak hanya keluar sebagai penyelam yang kompeten secara teknis, tetapi juga sebagai individu yang memiliki kesadaran mendalam akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut.

“Pengalaman yang menantang sekaligus bermakna ini, menegaskan posisi UKM sebagai wadah pembinaan yang tidak hanya menghasilkan penyelam tangguh, tetapi juga individu yang peduli dan bertanggung jawab terhadap alam,” ujarnya.

Pengalaman mendalam juga dirasakan oleh Andari Pratista Widayani dari Diklat 35, sekaligus wadah pertama kalinya berperan sebagai senior diver dalam mendampingi para calon diklat.

Bagi Andari, momen tersebut bukan hanya sekadar kesempatan untuk berbagi ilmu, tetapi juga sebuah pengalaman baru yang mengundang kekaguman tersendiri terhadap perkembangan yang ditunjukkan oleh para peserta.

BACA JUGA  Indonesia Gandeng Singapura Tingkatkan Pelayanan di RS Internasional Bali

“Kegiatan ini jadi pengalaman baru bagi semua peserta. Saya salut karena mereka mampu beradaptasi, peka terhadap lingkungan, serta bekerja sama dengan baik meskipun baru pertama kali menyelam di laut,” tuturnya.

Keindahan bawah laut

Kesan serupa diungkapkan Aulia Zahra Pratiwi, salah satu peserta dari Diklat 36, yang mengaku terpesona sejak menjejakkan diri ke dalam perairan Tulamben untuk pertama kali.

Menurutnya, pengalaman menyelam di laut terbuka terasa jauh berbeda dari latihan-latihan sebelumnya. Ia membandingkan latihan yang dilakukan di kolam renang dan keindahan bawah laut yang dijumpainya melampaui segala ekspektasi.

“Rasanya seperti memasuki dunia yang berbeda. Saya bisa menyaksikan langsung kekayaan biota bawah laut yang begitu memukau,” sebutnya. (AGT/M-01)

Related Posts

Faunaland  Mulai Melakukan Proses Revitalisasi Bandung Zoo

FAULAND langsung bergerak cepat. Setelah ditetapkan sebagai pengelola Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo, mereka melakukan proses transisi dan revitalisasi. Tujuannya untuk mempersiapkan kembalinya salah satu ruang konservasi, edukasi dan…

Pendaftaran Jalur Mandiri UIN Sunan Kalijaga Segera Ditutup

KETUA Admisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Handini mengemukakan khusus bagi calon mahasiswa yang mendaftar melalui Jalur Mandiri Prestasi, Jalur Mandiri Portofolio Keberagaman, dan International Undergraduate Program (IUP), masa pendaftaran akan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Australia Kubur Impian Skuat Garuda Muda

  • June 12, 2026
Australia Kubur Impian Skuat Garuda Muda

Borneo Resmi Tunjuk Mauro Jeronimo Jadi Suksesor Fabio Lefundes

  • June 11, 2026
Borneo Resmi Tunjuk  Mauro Jeronimo Jadi Suksesor Fabio Lefundes

Bareskrim Sita Pabrik Pemurnian Emas Ilegal di Sidoarjo

  • June 11, 2026
Bareskrim Sita Pabrik Pemurnian Emas Ilegal di Sidoarjo

URC Sleman Tangkap Pencuri Spesialis Kabel BTS

  • June 11, 2026
URC Sleman Tangkap Pencuri Spesialis Kabel BTS

Kalog Angkut 1.658.622 Ton Barang pada Mei

  • June 11, 2026
Kalog Angkut 1.658.622 Ton Barang pada Mei

Faunaland  Mulai Melakukan Proses Revitalisasi Bandung Zoo

  • June 11, 2026
Faunaland  Mulai Melakukan Proses Revitalisasi Bandung Zoo