Polda Jabar Tetapkan 44 Orang Tersangka Kasus Judi Kasino

KEPOLISAN Daerah Jawa Barat menetapkan sebanyak 44 orang tersangka dalam kasus perjudian Kasino yang berlokasi di New Ballrom Billiard Karaoke an Live Music Kosambi Jalan A. Yani, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong Kota Bandung. Jumlah 44 orang tersangka itu, terdiri dari 18 pemain, 24 karyawan, dan dua penyelenggara.

Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan Rabu (18/6) menyebut, tersangka HP sebagai pemodal dan pemilik tempat serta penanggung jawab dari perjudian tersebut. Kemudian, tersangka CW sebagai pengawas operasional yang memastikan perjudian itu berjalan lancar setiap harinya.

“Kami berhasil amankan uang tunai Rp359,6 juta dari perjudian itu. Dan ada uang di dalam empat rekening yang ternyata jumlahnya Rp2,7 miliar,” ungkapnya.

30 Pekerja

Menurut Kapolda, pelaku HP sebagai pemilik tempat, pemodal dan penanggung jawab utama yang menyediakan permainan perjudian Kasino jenis kartu baccarat dan niu-niu dengan nama Ada Casino. Terdapat 30 pekerja yang tergabung dalam kasino ini.

BACA JUGA  Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Siap Hormati Proses Hukum

Di dalamnya, ada tiga ruangan yakni ruangan biasa dengan enam meja tempat judi dan dua ruangan VIP yang masing-masing diisi dengan satu atau dua meja. Dalam satu meja jenis permainan kartu baccarat atau niu-niu maksimal ada tujuh orang pemain dan satu orang dealer atau bandar. Para pemain judi, minimal melakukan pemasangan atau taruhan Rp100 ribu dan paling besar Rp10 juta di setiap permainannya.

“Sebelum permainan, para pemain judi diwajibkan menukarkan uangnya dengan chip. Ada tiga jenis keping chip dengan kelipatan 100, 500, dan 1000 (nilai chip 100 untuk Rp100 ribu, nilai chip 500 untuk Rp500 ribu, nilai chip 1000 untuk Rp1 juta). Keuntungan yang diharapkan dari permainan judi ini sebesar Rp300 juta per hari,” kata dia.

BACA JUGA  Polda Jabar Ungkap Kasus Tindak Pidana Judi Online 

Kecolongan

Para tersangka ini lanjut Rudi, dikenakan pasal 303 dan atau pasal 55 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun,” jelasnya.

Terkait dengan temuan adanya perjudian Kasino Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung merasa kecolongan. “Temuan ini memang sangat mengejutkan, terus terang kami merasa kecolongan. Apalagi berdasarkan informasi yang kami terima, pelaku dalam merupakan warga Kota Bandung,” ucap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Farhan pun mengakui bahwa ada kelengahan pengawasan dari aparat kewilayahan karena memang tidak kelihatan. Di sisi lain, Farhan mengapresiasi aparat kepolisian yang sudah berhasil membongkar kasus perjudian kasino, kejadian ini tentu bisa menjadi perhatian ke depannya.

BACA JUGA  Lestarikan Budaya Sunda, Pemkot dan HPDKI Gelar Ketangkasan Domba Garut

Mengejutkan

Seperti yang disampaikan bahwa pada 16 Juni 2025 dini hari, Polda Jabar memperoleh informasi bahwa telah dibuka perjudian Kasiono dengan permainan bakarat dan niu-niu.

Ini tentu sesuatu yang mengagetkan. Di lokasi Kasiono ini ada beberapa ruangan, dari yang bersifat umum (biasa) sampai VIP (eksklusif). Ruangan biasa dapatkan puluhan orang yang sedang terlibat perjudian bakarat. Lalu di ruang lain ada ruang VIP didapatkan ada enam pemain yang sedang bermain (Rava/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

SESOSOK bayi perempuan ditemukan di beranda sebuah rumah di Dusun Somosari, Ngrangsang RT 07/RW 04 Selomartani, Kalasan, Sleman, pada Minggu pagi. Berdasarkan keterangan saksi, In (61), perempuan, warga Selomartani, Kalasan,…

Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

KETUA MPR RI Ahmad Muzani, menegaskan MPR tidak akan gegabah dalam melakukan perubahan terhadap UUD 1945. Namun mereka akan mendengarkan berbagai aspirasi, pandangan, pemikiran, ide, dan gagasan dari berbagai elemen…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

  • September 27, 2026
Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

  • September 27, 2026
Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

  • September 27, 2026
Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

  • September 27, 2026
Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

  • September 27, 2026
Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

  • September 27, 2026
Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit