Pemkab Boyolali Perketat Pengawasan PMK Jelang Idul Adha

Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) terus memperketat pengawasan terhadap penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah sentra peternakan sapi dan pasar hewan.

Kepala Disnakkan Boyolali, Lusiana Dyah Suciati, menyatakan bahwa upaya pengendalian PMK dilakukan secara masif melalui vaksinasi yang terukur. “Kami terus mengawal secara ketat agar PMK tahap kedua tidak menyebar, salah satunya melalui pemberian vaksin yang masif dan terencana,” ujarnya di kantor Disnakkan, Jumat (23/5).

Ia juga mengimbau komunitas peternak, baik sapi maupun kambing/domba, untuk menjaga kebersihan kandang dan aktif melapor jika ditemukan gejala penyakit pada hewan ternak.

BACA JUGA  Bupati Pati Sudewo Viral Setelah Nekat Naikkan PBB 250%

Bupati Boyolali, Agus Irawan, turut mengingatkan seluruh pihak untuk mewaspadai penyebaran PMK, terlebih menjelang Idul Adha. “Dunia peternakan kita belum berada dalam zona aman. Masih ada kasus PMK yang belum sepenuhnya terkendali,” tegasnya.

Pengawasan PMK diperketat

Data Disnakkan mencatat, sejak Desember 2024, tercatat 667 ekor sapi terinfeksi PMK, dengan 628 ekor berhasil sembuh dan 39 ekor lainnya mati.

Guna mengantisipasi penyebaran lebih lanjut, Disnakkan telah mengintensifkan vaksinasi di seluruh wilayah sentra ternak. Hingga 15 Mei lalu, sebanyak 7.950 dosis vaksin PMK telah disalurkan ke hewan ternak.

Selain itu, Disnakkan juga mengawasi ketat lalu lintas hewan di pasar-pasar hewan. Hewan ternak yang masuk ke wilayah Boyolali wajib disertai dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). “Jika ditemukan hewan sakit, akan langsung diberikan pengobatan di tempat,” tambah Lusiana.

BACA JUGA  Jateng Fair 2025 Sukses Tarik 99 Ribu Pengunjung

Dalam waktu dekat, Disnakkan juga akan menerbitkan surat edaran kepada masyarakat berisi panduan memilih hewan kurban yang sehat, baik dari sisi medis maupun syariat agama.

Untuk menjamin kelayakan hewan kurban, petugas kesehatan hewan juga akan diterjunkan ke lapangan guna melakukan pemeriksaan ante mortem (sebelum disembelih) dan post mortem (setelah disembelih). (WID/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

169 Warga di Tasikmalaya Positif HIV/AIDS Didominasi LSL dan Usia Produktif

KASUS HIV/AIDS di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mengalami peningkatan cukup signifikan. Sejak Januari sampai Juni tercatat 169 kasus HIV dan didominasi lelaki seks dengan laki-laki (LSL) dan usia produktif. Peningkatan…

2.500 Hektare Lahan Pertanian di Priangan Timur Terancam Gagal Tanam

MUSIM kemarau sudah mulai berdampak di beberapa wilayah di Priangan Timur, Jawa Barat. Salah satunya berkurangnya pasokan air bersih. Kekeringan tersebut, menyebabkan 2.500 hektare lahan pertanian di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

169 Warga di Tasikmalaya Positif HIV/AIDS Didominasi LSL dan Usia Produktif

  • July 31, 2026
169 Warga di Tasikmalaya Positif HIV/AIDS Didominasi LSL dan Usia Produktif

2.500 Hektare Lahan Pertanian di Priangan Timur Terancam Gagal Tanam

  • July 31, 2026
2.500 Hektare Lahan Pertanian di Priangan Timur Terancam Gagal Tanam

Awasi Kinerja ASN, Pemkot Tasikmalaya Kembangkan Aplikasi Si Kece Badai

  • July 31, 2026
Awasi Kinerja ASN, Pemkot Tasikmalaya Kembangkan Aplikasi Si Kece Badai

Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

  • July 30, 2026
Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

  • July 30, 2026
Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

  • July 30, 2026
Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga