Warga Bandung Giatkan Peringatan Bencana Dengan Kentongan

WALI Kota Bandung Muhammad Farhan minta warga menggalakan kembali sistem peringatan bencana tradisional berupa kentongan.

Farhan menyampaikan hal itu usai meninjau wilayah terdampak banjir dan longsor di Kampung Sukagalih RT 01 dan RT 03 RW 06, Kelurahan Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Senin (7/4).

Farhan menyampaikan keprihatinan atas musibah yang dialami warga, sekaligus menginstruksikan langkah cepat dan preventif guna mengantisipasi bencana susulan.

Salah satu terobosan yang kembali digalakkan adalah pemanfaatan sistem peringatan tradisional berupa kentongan jika memungkinkan atau informasi peringatan dini lewat alat komunikasi. “Di wilayah seperti ini kecepatan menyebarkan informasi penting,” kata Farhan.

“Kalau sudah terlihat Manglayang tertutup awan dan hujan deras mulai turun, aparat wilayah seperti RT, RW, Linmas, lurah bahkan camat harus segera memberi peringatan menggunakan kentongan,” lanjutnya. “Ini metode lama tapi sangat efektif,” papar Farhan.

BACA JUGA  1.597 Petugas Diterjunkan, Bandung Percepat Pemilahan Sampah

Menurut Farhan, kentongan adalah cara yang mudah dijalankan oleh masyarakat dan tidak membutuhkan perangkat teknologi canggih, namun tetap bisa menjangkau warga secara cepat.

Kentongan disosialisasikan ke masyarakat

Instruksi ini sudah mulai disosialisasikan kepada aparat kewilayahan agar menjadi sistem informasi berbasis komunitas untuk deteksi dini bencana.

“Saat ini yang paling realistis dilakukan adalah mitigasi bencana, terutama di daerah yang tidak memungkinkan dilakukan normalisasi sungai dalam waktu dekat,” ucap Farhan.

Pemkot Bandung  terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah sekitar guna mencari solusi jangka panjang, termasuk pembenahan aliran sungai lintas-wilayah.

Namun yang lebih penting, memastikan bahwa penanganan tidak akan merugikan masyarakat kecil.

“Saya sebagai wali kota berprinsip tidak akan menggusur warga. Tapi kalau warga sudah merasa tidak kuat tinggal di lokasi yang sering terdampak, kami sudah siapkan tempat relokasi yang aman dan layak,” ujarnya.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Gandeng Usaid Edukasi Warga Cegah TB

Ia meminta warga pindah secara sukarela. Farhan juga menekankan pentingnya gotong royong dan kesiapsiagaan dari seluruh elemen masyarakat.

Termasuk perangkat RW, kelurahan, Kecamatan dan organisasi masyarakat, agar penanganan bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

DIREKTORAT Jenderal Imigrasi memperkuat pencegahan dari hulu melalui 21 Desa Binaan Imigrasi dan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA). Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DIY Yuni Santi Nurani mengatakan, 21…

Penanganan Sampah dan Transformasi Digital Jadi Prioritas Kota Bandung

PENANGANAN masalah sampah dan percepatan transformasi digital menjadi dua agenda strategis yang akan terus diperkuat Pemerintah Kota Bandung dalam membangun kota yang lebih maju dan berkelanjutan. “Tantangan terbesar yang dihadapi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

  • September 26, 2026
Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

  • September 25, 2026
Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

  • September 25, 2026
Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok Dipenuhi

  • September 25, 2026
Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok  Dipenuhi

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

  • September 25, 2026
Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

  • September 25, 2026
Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks