Penanganan Sampah dan Transformasi Digital Jadi Prioritas Kota Bandung

PENANGANAN masalah sampah dan percepatan transformasi digital menjadi dua agenda strategis yang akan terus diperkuat Pemerintah Kota Bandung dalam membangun kota yang lebih maju dan berkelanjutan.

“Tantangan terbesar yang dihadapi Kota Bandung saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana menciptakan kota yang bersih, sehat, dan memiliki tata kelola pemerintahan yang modern,” ungkap Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan saat Upacara Peringatan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung di Plaza Balai Kota Bandung Jumat (25/9).

Menurut Farhan, tantangan pertama adalah ekologi dan lingkungan dan penanganan sampah masih merupakan tantangan yang besar bagi bagi Pemkot Bandung. Penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga dan lingkungan masyarakat.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Idulfitri Stabil

Karena itu, Pemkot Bandung terus memperkuat berbagai program pengelolaan sampah berbasis kewilayahan. Salah satu program yang menjadi andalan adalah Gerakan Bandung Selatan Mengolah Sampah Mandiri (Gaslah), yang mendorong masyarakat untuk mengolah sampah sejak dari sumbernya.

Pengolahan sampah organik

“Program Gaslah akan disusul dengan penyediaan kompos di seluruh RT di Kota Bandung sebanyak hampir mendekati 10.000 titik. Langkah tersebut menjadi fondasi penting untuk menuntaskan persoalan sampah dari hulu sebelum masuk ke sistem pengangkutan dan pengolahan akhir,” paparnya.

Farhan menyebut, selain pendekatan berbasis masyarakat, Pemkot Bandung juga terus mengembangkan pemanfaatan teknologi untuk pengelolaan sampah. Mulai dari pengolahan organik, teknologi termal, hingga teknologi Solid Recovered Fuel (SRF) yang tengah dikembangkan bersama pemerintah pusat. Di sisi lain, pembangunan kota modern juga membutuhkan sistem pemerintahan yang semakin terbuka dan mudah diakses masyarakat.

BACA JUGA  Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana Aktif Dorong Transformasi Digital

“Karena itu, pada momentum HJKB tahun ini, Pemkot Bandung menghadirkan aplikasi Halo Bandung sebagai super app yang mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu platform. Melalui aplikasi ini kita dapat mengakses berbagai informasi dan layanan untuk warga Kota Bandung dalam satu platform,” tandasnya.

Sederhana dan efisien

Farhan menjabarkan, Halo Bandung dirancang untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, responsif, transparan, dan akuntabel. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan pemerintah tanpa harus berpindah-pindah platform, sehingga proses pelayanan menjadi lebih sederhana dan efisien.

“Penyelesaian persoalan lingkungan dan transformasi digital merupakan dua fondasi penting dalam mewujudkan Bandung sebagai kota yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis. Saya optimistis, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, akademisi, dan dunia usaha akan mempercepat terwujudnya Bandung yang lebih nyaman, modern, dan berkelanjutan,” sambungnya. (zahra/M-01)

BACA JUGA  Pemkot Bandung Tambah 5 Puskesmas 24 Jam di 2026

Related Posts

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

MULAI hari ini, pengunjung Candi Borobudur bisa memilih untuk menetralkan emisi karbon dari perjalanannya, cukup dengan satu pilihan tambahan saat membeli tiket masuk. Pilihan itu dihadirkan melalui Inisiatif Strategis Dekarbonisasi…

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

FILM dokumenter pendek berjudul “The Candles From The Edge” yang disutradarai oleh Aru Dewangga, mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

  • October 5, 2026
Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

  • October 5, 2026
Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

  • October 5, 2026
PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

  • October 5, 2026
Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

Bantu Mahasiswa UTS, Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

  • October 5, 2026
Bantu Mahasiswa UTS,  Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

Stasiun Meteorologi Yogyakarta Peringatkan Gelombang Tinggi Perairan Samudera Hindia

  • October 5, 2026
Stasiun Meteorologi Yogyakarta Peringatkan Gelombang Tinggi Perairan Samudera Hindia