Komitmen Pemkot Bandung Berantas Parkir Liar Dipertanyakan

JANJI Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat untuk menertibkan parkir liar dengan membentuk satgas anti-premanisme tidak terbukti. Masyarakat tetap mengeluh dengan masih maraknya parkir liar atau praktik getok parkir, terutama di kawasan wisata di Kota Bandung.

Menanggapi keluhan warga terkait partik getok parkir, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Asep Kuswara berterima kasih atas laporan itu. Pihaknya pun kembali berjanji akan menindak tegas pelaku praktik getok parkir tersebut.

“Kami akan terus memantau dan mengawasi tempat-tempat keramaian seperti Kebun Binatang, Taman Lalu Lintas, Kiara Artha Park dan tempat wisata lainnya. Saya mengimbau warga kota Bandung serta pengunjung dari luar kota untuk tidak melayani para juru parkir liar yang sering memanfaatkan situasi, seperti saat Ramadan atau libur Lebaran,” tegas Asep.

BACA JUGA  Disnaker Kota Bandung Minta Perusahaan Bayar THR Tepat Waktu

Tidak tergoda

Menurut Asep, parkir liar ini tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mengganggu pengguna jalan lain, bahkan uang parkir yang diterima tidak masuk ke kas daerah. Ia minta warga lebih hati-hati dan tidak tergoda oleh parkir liar yang memanfaatkan momen-momen tertentu.

Untuk diketahui pihaknya telah menindaklanjuti laporan terkait praktik getok parkir juga datang dari area F90 di Jalan Asia Afrika, tepatnya di belakang Bank Mandiri, di mana biaya parkir liar mencapai antara Rp15 ribu hingga Rp30 ribu.

“Padahal, area tersebut belum memiliki izin resmi sebagai tempat parkir, yang seharusnya mengajukan prosedur yang sesuai dengan regulasi dari Izin Pengelola/Pengusaha Tempat Parkir (IPTP) dan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, serta membayar pajak untuk parkir off-street,” terang Asep.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Bentuk Pokja Pengelola Sampah MBG

Sebagai bentuk respon, Dishub Kota Bandung lanjut Asep, bekerja sama dengan jajaran kepolisian untuk menutup area parkir ilegal tersebut. Dan petugas akan terus memantau kawasan-kawasan lain yang berpotensi terjadi praktik serupa.

Tingkatkan pengawasan

Terkait dengan pengawasan di Bandung Zoo, Asep mengungkapkan bahwa pengawasan akan terus diperketat. Meskipun sudah ada pemantauan rutin, laporan mengenai praktik parkir liar sering muncul di sore hari atau jam-jam tertentu. Oleh karena itu, pihaknya berencana untuk meningkatkan pengawasan pada jam-jam rawan.

Usep salah pengunjung di Bandung Zoo, mengatakan, saat akan tiba ke gerbang Bandung Zoo diarahkan oleh salah satu oknum juru parkir agar parkir di bahu jalan.

BACA JUGA  Pemkot Bandung dan ITB Survei ke Lokasi Pengolahan Sampah

“Saya disuruh parkir di sini (bahu jalan) dengan alasan di dalam penuh. Lihat yang lain juga pada parkir di sini, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saya diminta bayar uang parkir dimuka Rp10 ribu,” ujar Usep. (Rava/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

PFI dan AJI Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis oleh Ajudan Kapolri

PEWARTA Foto Indonesia Semarang dan Aliansi Jurnalis Independen Semarang mengecam kekerasan jurnalis oleh ajudan Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Peristiwa itu terjadi ketika para jurnalis meliput agenda Kapolri Jenderal Listyo Sigit…

Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual, Dosen UGM Dipecat

UNIVERSITAS Gadjah Mada Yogyakarta resmi menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian pada seorang dosen fakultas farmasi kampus tersebut  setelah terbukti melakukan kekerasan seksual. “Penjatuhan sanksi ini dilaksanakan sesuai peraturan kepegawaian yang berlaku,”…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Madura United Bekuk 10 Pemain Persija

  • April 6, 2025
Madura United Bekuk 10 Pemain Persija

PFI dan AJI Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis oleh Ajudan Kapolri

  • April 6, 2025
PFI dan AJI Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis oleh Ajudan Kapolri

Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual, Dosen UGM Dipecat

  • April 6, 2025
Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual, Dosen UGM Dipecat

Penumpang Whoosh Bandung Disarankan Gunakan KA Feeder

  • April 6, 2025
Penumpang Whoosh Bandung Disarankan Gunakan KA Feeder