Dishub Jabar Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Lokasi Wisata

SEJAK hari kedua lebaran jumlah kunjungan wisata di wilayah Jawa Barat mulai naik. Para wisatawan ada yang menggunakan kereta api cepat maupun kendaraan pribadi.

Untuk mengatasi kepadatan, Dinas Perhubungan Jabar bersama pihak kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas, termasuk sistem contraflow di sejumlah lokasi wisata. Beberapa di antaranya yakni di Kebun Raya Cibodas, Tangkuban Perahu, Ciweday, Bandung Zoo, dan Pantai Sindangkerta.

Sekretaris Dishub Jabar, Dhani Gumelar menyatakan, lonjakan pengunjung wisata ini sudah diprediksi sebelumnya. Oleh karena itu, pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan memastikan keamanan serta kenyamanan para pengguna jalan.

“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran arus balik serta kesiapan infrastruktur transportasi, terutama untuk menghadapi puncak arus balik yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari mendatang,” jelas Dhani.

BACA JUGA  PJ Gubernur Jateng Puji Kedewasaan Masyarakat dalam Merayakan Lebaran

Langkah strategis

Menurut Dhani, dengan langkah-langkah strategis yang telah diterapkan, diharapkan mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran dapat berjalan dengan lancar dan aman. Untuk saat ini arus lalu lintas yang menunjukkan peningkatan kepadatan, terutama di jalur-jalur utama menuju destinasi wisata seperti Puncak, Bandung dan jalur Trans-Jawa.

“Meskipun upaya ini membantu mengurangi kemacetan, antrean kendaraan masih terlihat di beberapa titik, seperti Simpang Gadog, dengan panjang antrean mencapai 2 kilometer. Oleh karena itu, pengaturan lalu lintas secara lebih intensif dilakukan, termasuk penerapan sistem one way untuk arus balik, yang dimulai dari arah timur menuju barat,” terang Dhani.

Patuhi petugas

Dhani berharap pengendara untuk selalu mematuhi arahan petugas guna memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan. Untuk diketahui, pada ruas Jalan Tol Cipularang, total kendaraan yang masuk dan keluar pada 1 April 2025 sebanyak 70.761 kendaraan dan 60.667 kendaraan, Jumlah kendaraan yang masuk Tol Cipularang mengalami peningkatan sebesar 18.17 persen (70.761 kendaraan) dibandingkan hari sebelumnya, yang berjumlah 59.881 kendaraan.

BACA JUGA  H+2 Lebaran, Penumpang KA di Daop 6 Catat Jumlah Terbanyak

Sedangkan kendaraan yang keluar melewati ruas Tol Cipularang mengalami peningkatan sebesar 43.99 persen (60.667) dibandingkan hari sebelumnya dengan jumlah 42.134 kendaraan. Di ruas Jalan Tol Padaleunyi, total kendaraan yang masuk dan keluar pada 1 April 2025 sebanyak 331.438 kendaraan dan 190.079 kendaraan. (Rava/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

SEORANG ibu bersama anaknya terkubur bencana tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Namun berkat kerja keras Tim SAR…

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

BANDARA Internasional Juanda di Kabupaten Sidoarjo mencatatkan prestasi perdana di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan meraih penghargaan World Safety Organization Indonesia Safety Culture (WISCA) 2026. Bandara di bawah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

  • May 13, 2026
Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

  • May 13, 2026
Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali

  • May 13, 2026
Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali

Mengenali Apa Itu Hantavirus

  • May 13, 2026
Mengenali Apa Itu Hantavirus

Risiko Mendaki Gunung Saat Aktivitas Vulkanik Meningkat

  • May 13, 2026
Risiko Mendaki Gunung Saat Aktivitas Vulkanik Meningkat