Impor Daging dari AS Bisa Matikan Usaha Peternak Lokal

INDONESIA telah menerima kesepakatan dagang resiprokal dengan Amerika Serikat (AS) terkait masuknya barang-barang Amerika ke Indonesia tanpa mendapat sertifikasi halal.

Hal tersebut menjadi sorotan sejumlah pemuka agama Islam. Pasalnya, produk impor termasuk bahan pangan dan turunannya dari Negeri Paman Sammasih dipertanyakan tingkat kehalalannya.

Ironisnya adanya kebijakan peniadaan pajak impor justru mematikan pengusaha lokal.

Peneliti Halal Center UGM, Ir. Nanung Danar Dono, Ph.D., mengatakan isu peniadaan sertifikat halal pada produk impor dari Amerika memang menuai perdebatan di kalangan pemuka agama.

Perbedaan mazhab

Hal itu karena perbedaan mazhab yang berlaku di Indonesia. Nanung menjelaskan di Indonesia sendiri, mazhab yang paling kuat digunakan adalah mazhab syafi’i. Mazhab tersebut mengharamkan semua turunan produk haram.

Seperti piring, sendok, atau gelas yang terbuat dari tulang. Hal ini juga berlaku pada produk-produk yang mengandung bahan baku haram.

“Karena itu, di Indonesia mewajibkan semua produk memiliki sertifikat halal,” jelas Nanung, Selasa (3/3).

BACA JUGA  Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran, PBB minta Kembali ke Meja Perundingan

Sertifikat halal

Berdasarkan aturan yang berlaku di Indonesia, kata Nanung, semua produk impor, terlebih lagi makanan, harus memiliki sertifikat halal. Nanung menjelaskan bahwa pemberian sertifikat halal tersebut dapat dari BPJPH Indonesia atau lembaga halal setempat yang harus memiliki Mutual Recognition Agreement dengan BPJPH.

Ia menegaskan bahwa jika produk impor dari Amerika mendapat sertifikat halal, harus mengikuti standar dari MUI.

“Jika tidak, akan jadi tidak halal bagi ulama agama Islam dan MUI,” ujar Dosen Peternakan UGM ini.

Menurutnya, dengan problem soal tingkat kehalalan tersebut perjanjian kerjasama dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat ini perlu dikoreksi kembali.

Harus dikoreksi

“Nah jadi, kalau Trump memaksa diri harus begitu harus dikoreksi tidak bisa begitu. Meskipun sudah ada penandatanganan, harus tetap dikoreksi,” ungkapnya.

Apabila, kesepakatan perjanjian perdagangan kedua negara ini tidak dijalankan tanpa koreksi, Nanung mengimbau agar umat Islam diminta untuk tidak membeli produk impor dari Amerika tersebut yang belum memiliki kejelasan terkait sertifikat halal.

BACA JUGA  Hong Kong Siap Tampung Mahasiswa Harvard Diusir Trump

“Dampaknya, produk impor dari Amerika yang dijual di Indonesia hanya sedikit yang membeli. Imbauan ini merupakan bagian aksi protes terhadap kebijakan tersebut yang tidak perlu dengan teriak atau turun ke jalanan,” paparnya.

Masuknya produk Amerika ke Indonesia tanpa melalui sertifikasi halal tersebut bukan hanya menuai permasalahan pada sertifikasi halal, tetapi turut berdampak pada beban pajak yang ditanggung.

Tidak adil

Sebab, keinginan dari Donald Trump, semua produk Amerika yang masuk ke Indonesia harus memiliki pajak 0%. Sementara produk Indonesia yang dijual ke Amerika memiliki pajak 19%, yang mana hal tersebut sangat mahal sehingga berpotensi Indonesia tidak bisa mengekspor produk Amerika.

“Tidak adil, sangat tidak adil,” ungkap Nanung.

Nanung menjelaskan bahwa produk utama hasil peternakan yang diekspor ke Indonesia sebagian besar berpotensi  mematikan peternak lokal. Sebab tidak ada pajak pada produk impor Amerika yang mendorong harga daging impor sangat murah.

BACA JUGA  Lolos Karantina, Ratusan Ternak Unggul Asal Australia Dipastikan Sehat

Susah bangkit

“Nah, kalau petanak lokal itu sudah mati untuk bangkit lagi itu susah sekali,” ungkapnya.

Dikatakan kebijakan dagang antara pemerintah RI dan AS berpotensi mematikan usaha peternak dan pengusaha lokal. Alih-alih pemerintah ingin menyelamatkan ekspor Indonesia ke Amerika, tetapi malah justru mematikan usaha ribuan peternak lokal.

“Kerja sama ini merugikan negara kita, sebab Indonesia harus melaksanakan 217 poin, sementara Amerika hanya 6 Poin. Nah, itu kan sangat tidak fair, untuk perjanjian antar negara ini tidak menghormati kedaulatan bangsa kita,” pungkasnya. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

OTT Bupati Pemalang Disebut Terkait Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut penangkapan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam operasi tangkap tangan (OTT) karena dugaan korupsi proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.…

Korban Gempa Jepang Terus Bertambah

KORBAN jiwa dalam bencana gempa di Jepang terus bertambah. Hal itu karena belum semua gedung atau rumah-rumah yang roboh dibersihkan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Rabu, menyampaikan korban meninggal dunia…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

  • July 29, 2026
Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas

  • July 29, 2026
Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas

Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta

  • July 29, 2026
Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta

Kontroversi Warnai Penunjukan Mancini Sebagai Pelatih Italia

  • July 29, 2026
Kontroversi Warnai Penunjukan Mancini Sebagai Pelatih Italia

Resmi Jadi Arsitek Prancis, Zidane Diharap Kembalikan Kejayaan Les Bleus

  • July 29, 2026
Resmi Jadi Arsitek Prancis, Zidane Diharap Kembalikan Kejayaan Les Bleus

OTT Bupati Pemalang Disebut Terkait Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan

  • July 29, 2026
OTT Bupati Pemalang Disebut  Terkait Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan