Bayar Zakat Lewat Baznas, Sultan Minta Jaminan tidak untuk MBG

SRI Sultan Hamengku Buwono X menyebut zakat bukan sekadar syariat tetapi juga merupakan bantalan sosial di tengah kerentanan ekonomi global.

Penegasan moral ini dibarengi dengan komitmen sterilisasi dana umat oleh Baznas DIY dari isu penggunaan dana zakat untuk program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sri Sultan menyoroti perlunya reposisi pengelolaan zakat menjadi instrumen muamalah yang strategis dan fleksibel.

Menurut Sri Sultan pada penyerahan zakat pada Baznas, Selasa (03/03) di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, keberhasilan zakat sangat bergantung pada profesionalisme dan prinsip good governance.

Pernyataan moral

“Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah. Zakat menghadirkan keringanan, menumbuhkan kasih, dan menyentosakan hati sesama. Bahwa harta bukan untuk ditimbun, melainkan untuk dihadirkan manfaatnya untuk kesejahteraan sesama,” tutur Sri Sultan.

Menurut Sri Sultan keteladanan pimpinan daerah dalam menunaikan zakat adalah sebuah pernyataan moral. Dari keikhlasan berbagi itulah kepercayaan masyarakat akan tumbuh, yang kemudian melahirkan partisipasi untuk membangun kesejahteraan yang bermartabat.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Berkomitmen Tingkatkan Mutu dan Pelayanan MBG

“Kepemimpinan dimulai dari keikhlasan berbagi. Dari zakat tumbuh kepercayaan, dan dari kepercayaan lahir partisipasi untuk menyentosakan hati sesama,” ungkap Sri Sultan.

Lembaga resmi

Sri Sultan meminta para pimpinan OPD dan lembaga, untuk memastikan staf dan jajarannya menunaikan kewajiban zakat 2,5 persen melalui lembaga resmi. Kehadiran para pimpinan lembaga dalam acara tersebut harus berimplikasi pada gerakan masif di internal instansi masing-masing.

“Harapan saya, pimpinan yang hadir bisa memberitahukan anak buah atau stafnya bagaimana melakukan zakat yang merupakan kewajiban. Kalau mereka hadir tapi tidak memerintahkan stafnya untuk membayar zakat, ya percuma. Kita mulai dari pimpinan OPD dan lembaga agar ada instruksi langsung ke bawah,” tegas Sri Sultan.

Beri klarifikasi

Menjawab tuntutan Sri Sultan akan pengelolaan yang profesional dan transparan (good governance), Ketua Baznas DIY, Puji Astuti, memberikan klarifikasi penting terkait isu liar yang berkembang di masyarakat.

BACA JUGA  Menu MBG Harusnya Disesuaikan dengan Kebutuhan Nutrisi Siswa

Ia menjamin bahwa dana zakat yang dikelola tetap berada di koridor syariat dan tidak dialokasikan untuk program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami ingin menegaskan kembali kepada Bapak Gubernur dan masyarakat, bahwa pengelolaan zakat dilaksanakan sesuai prinsip Tiga Aman, Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Pemberitaan dan isu negatif yang berkembang saat ini tentang zakat untuk program MBG adalah tidak benar,” ujar Puji.

Data pengelolaan

Puji menegaskan jaminan integritas penyaluran dana tersebut tidak akan bergeser dari koridor syariat.

“Saya jamin tidak untuk MBG. Kami tidak pernah berhubungan atau bersenggolan pun tidak dengan MBG. Itu sangat berbeda karena MBG tidak masuk dalam kriteria 8 Asnaf,” imbuhnya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, Baznas DIY memaparkan data pengelolaan sepanjang tahun 2025. Dana ZIS-DSKL yang berhasil dihimpun mencapai Rp12,5 miliar, ditambah donasi bencana alam (Aceh, Sumut, dan Sumbar) sebesar Rp1,4 miliar.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Libatkan 80 Puskesmas Awasi MBG

Potensi zakat

Dana tersebut telah diaudit secara keuangan oleh Kantor Akuntan Publik dengan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) selama 9 tahun berturut-turut.

Meski partisipasi zakat saat ini masih didominasi ASN sebesar 40%, momentum keteladanan Sri Sultan, Puji berharap mampu mendorong 60% potensi zakat dari sektor non-ASN agar lebih maksimal.

“Angkanya begini karena memang masih himbauan untuk bisa membayar zakat di Baznas. Ke depan barangkali nanti sudah diteladani beliau (Sri Sultan) untuk bisa membayar ke Baznas karena bagaimanapun ini adalah lembaga pemerintah nonstrutural,” tutup Puji. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Hantam Garuda Jaya, Samator Raih Podium Ketiga Proliga

TIM voli putra Surabaya Samator memastikan diri sebagai peringkat ketiga terbaik Proliga 2026. Kesuksesan itu didapat setelah di laga penentu atau leg ketiga yang berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Kamis…

Mimik Idayana Raih Gelar Sarjana Lewat Program RPL Unitomo

WAKIL Bupati Sidoarjo Mimik Idayana resmi menyandang gelar Sarjana Administrasi Publik (SAP) setelah mengikuti prosesi yudisium di Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Kamis (23/4). Mimik menuntaskan studinya di Fakultas Ilmu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Hantam Garuda Jaya, Samator Raih Podium Ketiga Proliga

  • April 24, 2026
Hantam Garuda Jaya, Samator Raih Podium Ketiga Proliga

Mimik Idayana Raih Gelar Sarjana Lewat Program RPL Unitomo

  • April 23, 2026
Mimik Idayana Raih Gelar Sarjana Lewat Program RPL Unitomo

UNY Fasilitasi Peserta Disabilitas Ikuti UTBK

  • April 23, 2026
UNY Fasilitasi Peserta Disabilitas Ikuti UTBK

Proyek Tanggul Laut Pantura Berpotensi Rusak Mangrove, Lamun dan Terumbu Karang

  • April 23, 2026
Proyek Tanggul Laut Pantura Berpotensi Rusak Mangrove, Lamun dan Terumbu Karang

Prof. Armaidy: Indonesia Sebaiknya Tutup Ruang Udara untuk Militer AS

  • April 23, 2026
Prof. Armaidy: Indonesia Sebaiknya Tutup Ruang Udara untuk Militer AS

Tekuk Elctric PLN, Popsivo Segel Podium 3 Proliga

  • April 23, 2026
Tekuk Elctric PLN, Popsivo Segel Podium 3 Proliga