KLH Tutup TPA Basirih, Kota Banjarmasin Darurat Sampah

KEMENTERIAN  Lingkungan Hidup (KLH) menutup tempat pembuangan akhir (TPA) Basirih, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Penutupan ini karena sistem pengelolaan sampah yang tidak sesuai standar dan prosedur atau open dumping.

Penutupan TPA terbesar di Kalsel ini berimbas pada penetapan status darurat sampah oleh Wali Kota Banjarmasin.

“Penutupan TPA Basirih telah berimbas pada terganggunya proses pengolahan sampah secara keseluruhan di Kota Banjarmasin,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yusfa Love, Rabu (12/2).

Pasca penutupan TPA Basirih oleh Kementerian LH sejak awal Februari, Pemko Banjarmasin telah mengambil langkah-langkah penanganan darurat sampah.

Dengan melibatkan berbagai pihak terkait seperti Bank Sampah Induk dan komunitas peduli lingkungan.

BACA JUGA  Mahasiswa ULM Luncurkan Komik Digital Pelestarian Bekantan

Langkah darurat yang dilakukan antara lain pemilahan sampah mulai dari sumber atau rumah tangga.

Pemerintah Kota Banjarmasin juga mewajibkan sektor industri dan bisnis mengelola sampah secara mandiri sebagai langkah penanganan darurat sampah.

“Ada beberapa kebijakan atau langkah yang kita ambil dalam penanganan sampah pasca penutupan TPAS Basirih. Kita terus berkoordinasi dengan pihak Kementerian LH,” tutur Alive Yusfa Love.

Pantauan Mimbar Nusantara, saat ini Pemko Banjarmasin mulai kewalahan menangani menumpuknya sampah di berbagai lokasi TPS di wilayah tersebut.

Terutama penumpukan sampah di pusat perdagangan seperti Sentra Antasari dan Pasar Kalindo.

TPA Basirih tidak bisa menampung sampah

Senada, Direktur Bank Sampah Induk Kota Banjarmasin, Faturahman, mengatakan sampah merupakan masalah utama dihadapi banyak kota termasuk Kota Banjarmasin.

BACA JUGA  Warga Banjarbaru Gelar Aksi Demo Tuntut Pilkada Ulang

“Sejak lama banyak sampah tidak tertangani apalagi saat ini dengan kondisi penutupan TPA Basirih merupakan TPA utama atau terbesar di Banjarmasin tentu akan memunculkan masalah baru,” tuturnya.

Kondisi darurat sampah saat ini maka penanganan di lapangan harus tanggap darurat dengan melibatkan semua pihak.

“Tidak ada kata lain kecuali memaksa masyarakat untuk mulai mengola sampah lewat pemilahan,” kata Faturahman.

Kita telah meluncurkan aplikasi memudahkan pengolahan sampah bagi masyarakat bernama bcash,” lanjutnya.

Tercatat volume sampah Kota Banjarmasin perhari mencapai 650-700 ton.

Sementara daya tampung atau kuota pengiriman sampah ke TPA Regional milik Provinsi Kalsel di Kota Banjarbaru hanya 100 ton per hari.

BACA JUGA  Pernikahan Dini dan Stunting di Kalsel masih Tinggi

Demikian juga reduksi sampah melalui pemilahan oleh masyarakat, Bank Sampah serta TPST sekitar 40 ton.

Sementara dari 300 bank sampah tersebar di Kota Banjarmasin hanya sekitar 100 bank sampah yang masih aktif beroperasi. (DS/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Seorang PNS di Taput Dipecat Usai Tagih TPP Tertunggak 19 Bulan

NASIB malang dialami Ida Rohani Sinaga. Pasalnya, setelah hampir tiga dekade mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga itu harus kehilangan pekerjaannya. Ironisnya, keputusan pemberhentian…

Amphibi Jatim Tawarkan Penanganan Sampah dengan Mesin Extruder

ALIANSI Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup dan B3 Indonesia (Amphibi) Jawa Timur menawarkan teknologi mesin extruder kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai solusi menekan penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Tawaran…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

  • July 29, 2026
Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas

  • July 29, 2026
Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas

Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta

  • July 29, 2026
Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta

Kontroversi Warnai Penunjukan Mancini Sebagai Pelatih Italia

  • July 29, 2026
Kontroversi Warnai Penunjukan Mancini Sebagai Pelatih Italia

Resmi Jadi Arsitek Prancis, Zidane Diharap Kembalikan Kejayaan Les Bleus

  • July 29, 2026
Resmi Jadi Arsitek Prancis, Zidane Diharap Kembalikan Kejayaan Les Bleus

OTT Bupati Pemalang Disebut Terkait Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan

  • July 29, 2026
OTT Bupati Pemalang Disebut  Terkait Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan