Para Perajin Tahu-Tempe di Tasikmalaya Terpaksa Turunkan Produksi dan Naikkan Harga

PARA perajin tahu-tempe mulai merasakan dampak melemahnya mata uang Rupiah. Mereka pun terpaksa mengurangi produksi dan menaikan harga lantaran kebutuhan bahan baku kedelai impor naik jadi Rp11.100 ribu per kg.

Kenaikan harga kedelai tersebut, membuat sejumlah perajin terpaksa harus menaikan harga tahu per biji Rp50 hingga Rp100 rupiah.

Anggota Himpunan Perajin Tahu dan Tempe Tasikmalaya, Imin Muslimin, mengatakan, kenaikan harga kedelai impor yang terjadi disebabkan melemahnya nilai tukar rupiah.

Saat ini US$1 sudah menyentuh Rp18.066. Kondisi itu membuat para perajin tahu tempe sangat berat dan tidak bisa produksi seperti biasanya.

Tidak sebanding

Seorang perajin tahi dan tempe di Tasikmalaya. (MN/YY)

“Kenaikan harga kedelai impor membuat 400 pabrik maupun perajin yang tersebar di kota, Kabupaten Tasikmalaya terpaksa mengurangi produksi semula 4 kwintal dan kini menjadi 3 kwintal.”

BACA JUGA  Rayakan Hari Bhakti ke-77, TNI AU Gelar Donor Darah dan Bakti Sosial

“Karena, harga kacang kedelai semula dijual Rp9.200 per kg naik Rp11.100 per kg dan untuk penjualan ke pasar tradisional selama ini tetap normal tapi harganya naik Rp50 hingga Rp100 rupiah dan ukuran tidak ada perubahan,” ujar, Imin Muslimin, Minggu (7/6/2026)

Menurut Imin, melemahnya nilai rupiah ini menyebabkan kebutuhan harga bahan baku kacang kedelai tidak sebanding dengan produksi.

Adapun soal kenaikan harga tahu tempe itu, kata dia akan dilakukan secara serentak. Namun setiap para perajin tidak dipaksa untuk menaikan harga.

“Kami belum ada rencana mogok kerja bagi para perajin dan langkah sekarang hanya menaikan harga untuk ukuran kecil semula Rp450 naik Rp500 per biji, ukuran sedang Rp550 naik Rp600, ukuran besar Rp1000 naik Rp1100 per biji,” katanya.

BACA JUGA  Tasikmalaya Gelar Putaran Final Pertamax Turbo Drag Fest 2024

Geopolitik global

Seorang perajin tahi dan tempe di Tasikmalaya. (MN/YY)

Menurut dia, imbas dari geopolitik di Timur Tengah juga tidak dimungkiri menjadi pemicu kenaikan arga plastik dari semula Rp720 ribu per ball jadi Rp1 juta per ball.

Para perajin tahu tempe di Tasikmalaya, kata dia, kebingungan lantaran berbagai kebutuhan merangkak naik cukup tinggi seperti bahan bakar kayu semula Rp1,6 juta menjadi Rp1,8 juta per truk, garam kerosok semula pe rkarung 50 kg semula dijual Rp 90 ribu naik Rp 150 ribu.

Lalu kunyit semula Rp 5500 naik Rp 9.500 per kg. Adapun pemakaian listrik 5500 watt pada Mei naik dari Rp1.450.000 menjadi Rp1.672.000.

“Kami juga terpaksa mengurangi pekerja semula 8 orang menjadi hanya 5 orang dan sistem yang dilakukan secara roling setiap hari lantaran tidak sanggup membayar upah. Sementara dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Mangkubumi mereka menekan hingga mencari harga murah,” pungkasnya. (Yey/N-01)

BACA JUGA  Sungai Cikidang dan Citanduy Meluap, Rendam Ratusan Rumah

Dimitry Ramadan

Related Posts

Selandia Baru Siap Pasok Sperma Sapi ke DIY

SELANDIA Baru siap memasok semen (sperma) sapi pejantan untuk mendukung pengembangan bibit sapi unggul di DI Yogyakarta Gagasan tersebut menjadi salah satu peluang kerja sama yang dibahas dalam pertemuan Duta…

Pemprov Jabar Kirim 100 Orang Kafilah ke MTQ Nasional XXXI 2026

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat  mengirimkan 100 orang kafilah terbaik untuk mengikuti perlombaan pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Semarang, Jawa Tengah pada 11-20 September. 100 kafilah tersebut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Macan Putih Terkam Garudayaksa di Kandangnya sendiri

  • September 11, 2026
Macan Putih Terkam Garudayaksa di Kandangnya sendiri

Selandia Baru Siap Pasok Sperma Sapi ke DIY

  • September 11, 2026
Selandia Baru Siap Pasok Sperma Sapi ke DIY

Pemprov Jabar Kirim 100 Orang Kafilah ke MTQ Nasional XXXI 2026

  • September 11, 2026
Pemprov Jabar Kirim 100 Orang Kafilah ke MTQ Nasional XXXI 2026

Efisiensi Anggaran, KDM Bakal Gabung Sejumlah OPD

  • September 11, 2026
Efisiensi Anggaran, KDM Bakal Gabung Sejumlah OPD

150 Personel Polri Ikuti Pembaretan Jelang Penugasan ke Afrika Tengah

  • September 11, 2026
150 Personel Polri Ikuti Pembaretan Jelang Penugasan ke Afrika Tengah

Farhan Ajak Warga Doakan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

  • September 11, 2026
Farhan Ajak Warga Doakan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda