Para Perajin Tahu-Tempe di Tasikmalaya Terpaksa Turunkan Produksi dan Naikkan Harga

PARA perajin tahu-tempe mulai merasakan dampak melemahnya mata uang Rupiah. Mereka pun terpaksa mengurangi produksi dan menaikan harga lantaran kebutuhan bahan baku kedelai impor naik jadi Rp11.100 ribu per kg.

Kenaikan harga kedelai tersebut, membuat sejumlah perajin terpaksa harus menaikan harga tahu per biji Rp50 hingga Rp100 rupiah.

Anggota Himpunan Perajin Tahu dan Tempe Tasikmalaya, Imin Muslimin, mengatakan, kenaikan harga kedelai impor yang terjadi disebabkan melemahnya nilai tukar rupiah.

Saat ini US$1 sudah menyentuh Rp18.066. Kondisi itu membuat para perajin tahu tempe sangat berat dan tidak bisa produksi seperti biasanya.

Tidak sebanding

Seorang perajin tahi dan tempe di Tasikmalaya. (MN/YY)

“Kenaikan harga kedelai impor membuat 400 pabrik maupun perajin yang tersebar di kota, Kabupaten Tasikmalaya terpaksa mengurangi produksi semula 4 kwintal dan kini menjadi 3 kwintal.”

BACA JUGA  1.836 Pembalap Ramaikan Pertamax Turbo Drag Fest 2025

“Karena, harga kacang kedelai semula dijual Rp9.200 per kg naik Rp11.100 per kg dan untuk penjualan ke pasar tradisional selama ini tetap normal tapi harganya naik Rp50 hingga Rp100 rupiah dan ukuran tidak ada perubahan,” ujar, Imin Muslimin, Minggu (7/6/2026)

Menurut Imin, melemahnya nilai rupiah ini menyebabkan kebutuhan harga bahan baku kacang kedelai tidak sebanding dengan produksi.

Adapun soal kenaikan harga tahu tempe itu, kata dia akan dilakukan secara serentak. Namun setiap para perajin tidak dipaksa untuk menaikan harga.

“Kami belum ada rencana mogok kerja bagi para perajin dan langkah sekarang hanya menaikan harga untuk ukuran kecil semula Rp450 naik Rp500 per biji, ukuran sedang Rp550 naik Rp600, ukuran besar Rp1000 naik Rp1100 per biji,” katanya.

BACA JUGA  Gabung Koalisi Tasikmalaya Maju, Gerindra Resmi Usung CNY Jadi Bupati

Geopolitik global

Seorang perajin tahi dan tempe di Tasikmalaya. (MN/YY)

Menurut dia, imbas dari geopolitik di Timur Tengah juga tidak dimungkiri menjadi pemicu kenaikan arga plastik dari semula Rp720 ribu per ball jadi Rp1 juta per ball.

Para perajin tahu tempe di Tasikmalaya, kata dia, kebingungan lantaran berbagai kebutuhan merangkak naik cukup tinggi seperti bahan bakar kayu semula Rp1,6 juta menjadi Rp1,8 juta per truk, garam kerosok semula pe rkarung 50 kg semula dijual Rp 90 ribu naik Rp 150 ribu.

Lalu kunyit semula Rp 5500 naik Rp 9.500 per kg. Adapun pemakaian listrik 5500 watt pada Mei naik dari Rp1.450.000 menjadi Rp1.672.000.

“Kami juga terpaksa mengurangi pekerja semula 8 orang menjadi hanya 5 orang dan sistem yang dilakukan secara roling setiap hari lantaran tidak sanggup membayar upah. Sementara dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Mangkubumi mereka menekan hingga mencari harga murah,” pungkasnya. (Yey/N-01)

BACA JUGA  Awasi Kinerja ASN, Pemkot Tasikmalaya Kembangkan Aplikasi Si Kece Badai

Dimitry Ramadan

Related Posts

Tim Verifikasi Penyelenggaraan Sanitasi Datangi Sleman

PEMERINTAH Kabupaten Sleman menerima kunjungan kerja Tim Penilaian dan Verifikasi Lapangan dalam rangka Penilaian serta Pemilihan Kabupaten/Kota Terbaik pada Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Sanitasi. Tim tersebut diterima langsung oleh Bupati Sleman…

Polresta Sleman Gelar Operasi Patuh Progo

POLRESTA Sleman resmi memulai pelaksanaan Operasi Patuh Progo 2026 yang ditandai dengan Apel Gelar Pasukan di halaman Polresta Sleman pada Senin di halaman Mapolresta Sleman di Jalan Jogja-Magelang. Apel gelar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Konstelasi Hubungan Indonesia-Rusia dalam sebuah Bingkai

  • October 26, 2026
Konstelasi Hubungan Indonesia-Rusia dalam sebuah Bingkai

Kombes Boy Sutan Binanga Siregar Raih Gelar Doktor di UIN Jambi

  • October 26, 2026
Kombes Boy Sutan Binanga Siregar Raih Gelar Doktor di UIN Jambi

Persib Minta Kasus Meninggalnya Bobotoh Diusut Tuntas

  • October 26, 2026
Persib Minta Kasus Meninggalnya Bobotoh Diusut Tuntas

UII Sabet Penghargaan Best Airmanship and Safety dalam KRTI

  • October 26, 2026
UII Sabet Penghargaan Best Airmanship and Safety dalam KRTI

Tim Verifikasi Penyelenggaraan Sanitasi Datangi Sleman

  • October 26, 2026
Tim Verifikasi Penyelenggaraan Sanitasi Datangi Sleman

Polresta Sleman Gelar Operasi Patuh Progo

  • October 26, 2026
Polresta Sleman Gelar Operasi Patuh Progo