Mengapa Media Sosial Bikin Kita Tidak Percaya Diri

DI balik kesan glamor dan menyenangkan dari unggahan serta iklan di media sosial, banyak orang justru merasa tidak nyaman atau tidak puas setelah melihat foto dan video teman maupun influencer. Mengapa hal ini terjadi?

Salah satu alasannya adalah karena kecenderungan orang membandingkan citra tubuh mereka dengan apa yang mereka lihat di media sosial. Penelitian menunjukkan bahwa paparan terhadap konten yang menampilkan penampilan ideal bisa berdampak negatif terhadap citra tubuh seseorang.

Ada beberapa cara orang membandingkan dirinya dengan gambar di media sosial, yang paling umum adalah upward social comparison—yaitu saat seseorang membandingkan diri dengan orang lain yang dianggap lebih menarik, lebih sukses, atau lebih baik.

Sementara itu, downward comparison terjadi ketika seseorang merasa lebih baik dibanding orang lain. Namun, studi menunjukkan bahwa kebanyakan orang cenderung melakukan upward comparison.

Menurut Cris E.Haltom PhD., CEDS menulis di Psychology Today, ketika orang membandingkan dirinya secara “naik” dengan sosok ideal di internet, reaksi yang umum adalah merasa kontras.

BACA JUGA  Telkomsel Perluas Hyper 5G di Bandung Raya

Merasa ada jarak antara diri sendiri dan standar yang ditampilkan. Hal ini bisa menurunkan harga diri, terutama dalam aspek penampilan.

Misalnya, seseorang yang membandingkan ukuran tubuhnya dengan figur publik kemungkinan akan merasa tubuhnya tidak sesuai standar, yang bisa memicu pikiran negatif terhadap dirinya sendiri.

Fenomena ini diperparah oleh budaya media sosial yang mendorong pengguna untuk hanya menampilkan sisi positif dan ideal.

Mereka kerap mengedit foto atau menyesuaikan konten dengan standar kecantikan atau kesuksesan yang dikonstruksi oleh media. Akibatnya, pengguna lain cenderung merasa bahwa hidup orang lain selalu lebih baik, lebih menarik, atau lebih bahagia.

Media sosial dan efek psikologis

Penelitian juga menemukan bahwa efek negatif dari konten ideal ini tidak hanya sesaat. Semakin sering seseorang terpapar unggahan semacam itu, semakin besar kemungkinan munculnya rasa tidak puas terhadap diri sendiri, turunnya kepercayaan diri, bahkan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan.

BACA JUGA  Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Minta Masyarakat Melapor jika Ada SPBU Curang

Siapa yang paling rentan terhadap efek ini? Kaum muda, terutama remaja dan perempuan dewasa muda, adalah kelompok paling berisiko. Saat usia remaja awal, seseorang mungkin merasa terinspirasi oleh citra tubuh ideal, namun seiring bertambah usia, inspirasi itu berubah menjadi tekanan, membandingkan diri secara negatif, dan merasa tidak cukup.

Platform seperti Instagram dan Snapchat, yang sangat berfokus pada visual, menyediakan banyak ruang untuk membandingkan penampilan. Bahkan dengan hadirnya filter, aplikasi edit foto, hingga gambar AI yang menciptakan “influencer” ideal, tekanan ini menjadi semakin besar.

Kebanyakan orang berharap mendapat motivasi dengan melihat konten yang menampilkan penampilan sempurna. Tapi motivasi yang didasari ketidakpuasan terhadap diri sendiri bisa berdampak buruk, seperti mendorong diet ekstrem, olahraga berlebihan, atau bahkan operasi plastik.

BACA JUGA  Wamentan Harap Teknologi Digital Bisa Perkuat Sektor Pertanian

6 Tips Menjaga Citra Tubuh Tetap Positif:

  1. Batasi waktu layar. Mengurangi penggunaan media sosial bisa meningkatkan suasana hati, rasa puas terhadap diri sendiri, dan kesehatan mental secara keseluruhan.
  2. Ikuti akun yang merayakan keberagaman tubuh. Gerakan body positivity terbukti dapat meningkatkan penerimaan diri.
  3. Bersikap baik pada diri sendiri. Nilai diri Anda tidak hanya ditentukan oleh penampilan fisik.
  4. Fokus pada fungsi tubuh, bukan tampilannya. Apresiasi kemampuan tubuh Anda, bukan hanya bentuknya.
  5. Luangkan waktu untuk aktivitas offline. Beri jeda dari media sosial dan nikmati kehidupan nyata.
  6. Tantang pikiran negatif. Saat merasa tidak cukup baik, sadari dan ubah pola pikir tersebut. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Dukung Swasembada Garam, UGM Perkenalkan Teknologi SWRO

HINGGA saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam upaya mencapai swasembada garam. Padahal, negara ini memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Namun harus diakui persoalan garam tidak hanya berkaitan…

Terumbu Karang Buatan Karya Undip Masuk Program Hilirisasi

INOVASI Artificial Fish Apartment (AFA) karya tim peneliti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) terpilih sebagai peserta Program Lab2Market 2026, program nasional yang mendorong hilirisasi dan komersialisasi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Akulturasa ITB Hadirkan Kolaborasi Sains, Seni, dan Budaya

  • June 21, 2026
Akulturasa ITB Hadirkan Kolaborasi Sains, Seni, dan Budaya

SPMB Tahap 1 Ditutup, Ratusan Ribu Calon Murid Baru Bersiap Daftar Ulang

  • June 21, 2026
SPMB Tahap 1 Ditutup, Ratusan Ribu Calon Murid Baru Bersiap Daftar Ulang

360 Peserta Ikuti Gowes FBE UII 2026

  • June 20, 2026
360 Peserta Ikuti Gowes FBE UII 2026

Pemda DIY Dorong Penyelidikan Dugaan Perundungan di SMA Negeri 2 Bantul

  • June 20, 2026
Pemda DIY Dorong Penyelidikan Dugaan Perundungan di SMA Negeri 2 Bantul

Prof. Tumiran Resmi Gantikan Prof. Pratikno Pimpin Majelis Wali Amanat UGM

  • June 20, 2026
Prof. Tumiran Resmi Gantikan Prof. Pratikno Pimpin Majelis Wali Amanat UGM

Sambut HUT Bhayangkara, Polda Jateng Gelar Turnamen Esports

  • June 20, 2026
Sambut HUT Bhayangkara,  Polda Jateng Gelar Turnamen Esports