
PROFESOR Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. resmi menyerahkan jabatannya sebagai Ketua MWA (Majelis Wali Amanat) UGM periode 2021–2026 kepada Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D.
Serah terima jabatan ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan laporan pertanggungjawaban kepengurusan MWA periode sebelumnya.
Kegiatan itu turut dihadiri pimpinan universitas, anggota MWA, Senat Akademik, Dewan Guru Besar, serta unsur sivitas UGM.
Dalam sambutannya, Pratikno menyampaikan bahwa MWA periode 2021–2026 menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan, termasuk disrupsi akibat pandemi Covid-19 yang memengaruhi berbagai penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Beradaptasi dengan perubahan
Di tengah situasi tersebut, MWA berupaya memastikan berbagai program strategis universitas tetap berjalan dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
Menurutnya, berbagai keputusan yang diambil selama lima tahun terakhir dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan universitas sekaligus dinamika lingkungan yang berkembang sangat cepat.
MWA juga terus berupaya memberikan dukungan terhadap berbagai agenda pengembangan kampus dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
“Berbagai tantangan yang kami hadapi menjadi pembelajaran berharga untuk menjaga keberlanjutan pengembangan UGM di tengah berbagai perubahan yang terjadi,” ujarnya.
Kerja kolektif
Dikatakan, keberhasilan berbagai program yang dijalankan tidak terlepas dari dukungan seluruh anggota MWA, pimpinan universitas, dan sivitas UGM. Menurut Pratikno yang juga Menko PMK, kerja kolektif menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas dan kemajuan universitas selama periode kepengurusan yang dipimpinnya.
Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan tugas MWA selama lima tahun terakhir.
Pratikno juga menyampaikan ucapan selamat kepada anggota MWA periode 2026–2031 yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan pengawasan strategis universitas.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja bersama selama periode ini dan selamat kepada pimpinan serta anggota MWA yang baru untuk melanjutkan pengabdian bagi UGM,” katanya.
Jadi fondasi
Ketua MWA UGM periode 2026–2031, Prof. Tumiran, menyampaikan apresiasi atas capaian yang telah diraih MWA periode sebelumnya. Menurutnya, berbagai perkembangan yang terjadi di UGM saat ini menunjukkan hasil dari kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak dalam membangun universitas.
Ia menilai kemajuan UGM terlihat dari peningkatan kualitas tata kelola, pengembangan fasilitas, hingga penguatan reputasi universitas di tingkat nasional maupun internasional. Berbagai capaian tersebut, katanya, menjadi fondasi penting bagi MWA periode baru untuk melanjutkan agenda pengembangan universitas.
“Kami menyampaikan penghargaan atas berbagai capaian yang telah diwujudkan oleh MWA periode sebelumnya dalam mendukung kemajuan UGM,” tuturnya.
Ia menilai keberadaan berbagai fasilitas dan infrastruktur yang telah dibangun perlu terus dioptimalkan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan mahasiswa.
Tingkatkan daya saing
Menurutnya, universitas perlu memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki dapat memberikan manfaat maksimal bagi sivitas UGM. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga dan meningkatkan daya saing UGM di tingkat global melalui penguatan kualitas akademik, riset, dan inovasi.
Upaya tersebut, menurutnya, memerlukan komitmen bersama dari seluruh unsur universitas.
“Berbagai capaian yang telah diraih perlu terus dioptimalkan agar memberikan dampak yang lebih besar bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tumiran menegaskan bahwa MWA akan menjalankan perannya secara kolektif dan terbuka dengan mengedepankan dialog serta kolaborasi.
Butuh komunikasi dan dukungan
Ia berharap hubungan yang sinergis antara MWA, Rektor, Senat Akademik, Dewan Guru Besar, dan seluruh sivitas universitas dapat terus diperkuat untuk mendukung pencapaian visi universitas.
Menurutnya, tata kelola yang baik membutuhkan komunikasi yang terbuka dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, MWA akan terus membuka ruang diskusi untuk menerima berbagai masukan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
“MWA tidak akan berarti tanpa dukungan seluruh sivitas akademika, sehingga sinergi dan kolaborasi menjadi kunci untuk membawa UGM semakin maju,” tegasnya.
Serah terima jabatan ini menandai dimulainya masa kerja MWA UGM periode 2026–2031. Sebelumnya, sebanyak 16 anggota MWA UGM periode 2026–2031 telah ditetapkan melalui Rapat Pleno Khusus Senat Akademik UGM pada April 2026.
Kawal tranformasi
Anggota yang terpilih berasal dari berbagai unsur, yakni tokoh masyarakat, alumni, dosen guru besar, dosen non-guru besar, mahasiswa, dan tenaga kependidikan.
Keberagaman unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi MWA sebagai organ universitas yang berperan dalam menetapkan kebijakan umum dan mengawasi penyelenggaraan universitas.
Dengan kepengurusan baru, MWA UGM diharapkan dapat terus mengawal transformasi dan pengembangan universitas untuk menjawab berbagai tantangan masa depan. (AGT/M-01)








