Perpustakaan UIN Alauddin Jadi Pabrik Uang Palsu

PERPUSTAKAAN Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dijadikan tempat produksi uang palsu.

Polres Gowa, Sulawesi Selatan membongkar sindikat produksi uang palsu di kampus UIN Alauddin setelah ditemukan adanya peredaran uang di Gowa.

Sebanyak 15 orang sebagai tersangka, termasuk di dalamnya pejabat kampus UIN Alauddin dan ASN.

Kapolres Gowa AKBP Rheonald T Simanjuntak mengungkapkan bahwa kasus uang palsu terungkap adanya laporan transkasi mencurigakan di Kecamatan Pallaga, Gowa.

“Lokasi awalnya di Pallangga. Kami temukan transaksi dengan menggunakan uang palsu Rp500 ribu,” kata Kapolres Gowa AKBP Rheonald T Simanjuntak, Kamis (19/12).

Polisi mendalami laporan tersebut dan akhirnya terungkap produksi uang palsu berada di perpustakaan UIN Alauddin Makassar.

BACA JUGA  Waspadai Banjir Longsor di Sulut dan Sulsel

Di gudang perpustakan kampus yang terletak di Kecamatan Sompa Opu, Gowa dijadikan tempat produksi uang palsu.

Di ruangan tersebut terdapat mesin pencetak uang yang didatangkan dari China. Uang palsu itu kemudian diedarkan ke berbagai daerah.

Barang bukti yang disita antara lain mesin cetak dan uang palsu senilai Rp 446,7 juta.

“Saya ulangi sekali lagi Rp 446.700.000 barang bukti yang kami temukan di dalam salah satu kampus tersebut, (uang palsu) pecahan Rp100 ribu,” kata Rheonald.

Selain mesin pencetak uang, polisi menyita alat potong, dan dinding peredam suara dari ruangan kedap suara yang digunakan sebagai lokasi produksi.

Adapun 15 tersangka yang diamankan saat ini, 9 orang di antaranya telah ditahan.

BACA JUGA  Kecelakaan ATR 42-500: Black Box Jadi Kunci Investigasi

Kemudian lima tersangka lainnya dalam perjalanan dari Mamuju dan satu tersangka dalam perjalanan dari Wajo.

Rheonald menyatakan jumlah tersangka akan bertambah karena kasus terus dikembangkan.

Salah satu tersangka yang diamankan adalah Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar Andi Ibrahim.

Dua tersangka lainnya adalah ASN yang bekerja di Pemprov Sulawesi Barat yang diduga terlibat dalam sindikat ini.

Polisimenyita barang bukti uang palsu senilai Rp11 juta dari tangan kedua ASN ini yang belum sempat diedarkan. (*/S-01)

BACA JUGA  Menag Harap Kebakaran Gedung DPRD Makassar Jadi Terakhir

Siswantini Suryandari

Related Posts

Nelayan Mitra Undip Sukses Ekspor Ikan Teri ke Jepang dan Singapura

PROGRAM ekspor ikan teri nasi yang dijalankan CV Karimun Mina Sejahtera, mitra binaan Universitas Diponegoro (Undip), ke Jepang dan Singapura memberikan dampak positif bagi masyarakat pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura).…

Pemkot Bandung Kebut Perbaikan Infrastruktur Bandara Husein

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung mengakselerasi berbagai persiapan menjelang rencana beroperasinya kembali Bandara Husein Sastranegara. Saat ini, fokus utama diarahkan pada pembenahan sarana dan prasarana pendukung agar akses menuju bandara siap…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Nelayan Mitra Undip Sukses Ekspor Ikan Teri ke Jepang dan Singapura

  • June 29, 2026
Nelayan Mitra Undip Sukses Ekspor Ikan Teri ke Jepang dan Singapura

Pemkot Bandung Kebut Perbaikan Infrastruktur Bandara Husein

  • June 29, 2026
Pemkot Bandung Kebut Perbaikan Infrastruktur Bandara Husein

UPN Veteran Yogyakarta Tetapkan 4 Nama Balon Rektor

  • June 29, 2026
UPN Veteran Yogyakarta Tetapkan 4 Nama Balon Rektor

Kades Baru Damarsi Janji Kawal Kasus TKD yang Diusut Kejari Sidoarjo

  • June 29, 2026
Kades Baru Damarsi Janji Kawal Kasus TKD yang Diusut Kejari Sidoarjo

BULOG Tarik Seluruh MinyaKita Produksi PT KMR yang Diduga Berbau Solar

  • June 29, 2026
BULOG Tarik Seluruh MinyaKita Produksi PT KMR yang Diduga Berbau Solar

Ribuan Warga Sidoarjo Gelar Aksi Damai, Desak Program MBG Dilanjutkan

  • June 29, 2026
Ribuan Warga Sidoarjo Gelar Aksi Damai, Desak Program MBG Dilanjutkan