
FEDERASI Sepak Bola Belanda (KNVB) resmi menunjuk legenda Spanyol dan Barcelona Xavi Hernandez sebagai arsitek Timnas Belanda, menggantikan Ronald Koeman yang mengundurkan diri seusai Piala Dunia 2026.
“Xavi Hernandez telah ditunjuk sebagai pelatih kepala baru tim nasional putra Belanda. Xavi telah menyepakati kontrak hingga Piala Dunia FIFA 2030,” demikian pernyataan Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) dalam situs resminya.
Kehadiran Xavi Hernandez menandai era baru bagi tim Oranye. Sebab ia mencatatkan diri sebagai pelatih asing pertama yang menangani Timnas Belanda sejak Ernst Happel asal Austria pada 1978 silam. Selain itu Xavi juga menjadi sebagai pelatih berkebangsaan Spanyol pertama yang memimpin skuad Belanda.
Atas penunjukan itu, Xavi mengaku tertantang. Sebab ia belum pernah lagi menukangi klub manapun sejak dipecat Barcelona pada 2024.
“Saya menganggap ini sebagai kehormatan yang luar biasa untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda,” kata Xavi.
Pengaruh Belanda
Ia menyebut memiliki ikatan khusus dengan Belanda karena pengaruh dari Johan Cruyff, Rinus Michels, serta tokoh lainnya saat masih menimba ilmu di akademi Barcelona.
“Bisa dikatakan saya adalah bagian dari produk sepak bola Belanda. Pelatih hebat lainnya, terutama Louis van Gaal, yang memberi saya debut di Barcelona, serta Frank Rijkaard, juga memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih.”
Xavi mengaku tertarik dengan karakter sepak bola Belanda yang menurutnya memiliki kesamaan dengan filosofi yang ingin diterapkannya.
“Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas yang juga sangat menarik bagi saya: sepak bola menyerang, berbasis penguasaan bola, dengan kreativitas, gairah, dan keyakinan,” ujar Xavi.
“Tentu saja, tujuan paling penting selalu dan akan selalu menjadi kemenangan. Namun, saya lebih memilih meraihnya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan dapat dinikmati oleh masyarakat.
Profil Xavi
Xavi memiliki pengalaman panjang di level tertinggi sebagai pemain maupun pelatih. Saat masih memperkuat Barcelona dan timnas Spanyol, ia meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Piala Dunia 2010 serta dua gelar Piala Eropa pada 2008 dan 2012.
Setelah pensiun sebagai pemain, Xavi memulai karier kepelatihannya bersama klub Qatar, Al Sadd, pada 2019. Ia sukses mempersembahkan tujuh trofi sebelum kembali ke Barcelona pada 2021.
Di Camp Nou, Xavi mampu membangkitkan Barcelona dari periode sulit dengan memenangkan LaLiga 2022/23 dan Piala Super Spanyol 2023. Namun, ia gagal mempertahankan performa tersebut dan meninggalkan klub setelah musim 2023/24 tanpa trofi.
Setelah berpisah dengan Barcelona, Xavi sempat mendapat tawaran dari sejumlah klub dan tim nasional. Namun, ia memilih mengambil masa jeda sebelum akhirnya memutuskan kembali melatih. (*/N-01)






