Guru Besar SF ITB Prof. Elfahmi Resmi Jadi Rektor Itera Periode 2026–2030

GURU Besar Sekolah Farmasi (SF) Institut Teknologi Bandung (ITB), sekaligus Direktur Riset dan Inovasi ITB, Prof. Dr. apt. Elfahmi, terpilih sebagai Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) periode 2026–2030.

Terpilihnya  Elfahmi menjadi bentuk kepercayaan terhadap kapasitas kepemimpinan, pengalaman akademik, serta kontribusinya dalam pengembangan riset dan inovasi di Indonesia.

Elfahmi dikenal sebagai akademisi yang aktif mengembangkan riset di bidang farmasi bahan alam dan obat herbal Indonesia. Selama berkarier di ITB, beliau berkontribusi dalam pendidikan, penelitian, hilirisasi inovasi, hingga pengembangan kolaborasi riset yang berdampak bagi masyarakat dan industri kesehatan nasional.

Hilirisasi hasil penelitian

Saat ini, Elfahmi juga menjabat sebagai Direktur Riset dan Inovasi ITB. Dalam perannya tersebut, beliau aktif mendorong penguatan ekosistem riset, inovasi, serta hilirisasi hasil penelitian agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung kemandirian bangsa, khususnya di bidang kesehatan.

BACA JUGA  Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta

Salah satu kiprah yang turut mengharumkan nama ITB adalah keberhasilannya meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Festival Inovasi Kesehatan (Hai Fest) 2024.

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam pengembangan senyawa baku pembanding (reference compound) dari tanaman obat untuk mendukung kualitas obat herbal di Indonesia.

Riset yang dikembangkan Elfahmi bersama tim sejak 2019 melalui dukungan Program Riset Inovatif Produktif (RISPRO) LPDP berhasil menghasilkan inovasi senyawa marker untuk standardisasi produk herbal.

Kurangi impor

Inovasi tersebut kemudian berkembang menjadi produk spin-off bernama MarkHerb yang menyediakan senyawa penanda untuk kebutuhan penelitian dan standardisasi obat herbal nasional.

Kehadiran inovasi ini dinilai penting karena membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor yang selama ini digunakan dalam riset dan industri herbal.

BACA JUGA  Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta

Selain itu, ia juga mendirikan PT EBM Saintifik dan Teknologi (EBM Scitech), perusahaan berbasis riset yang mengembangkan berbagai produk fitokimia, nutrasetikal, kosmetik herbal, hingga alat laboratorium.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya hilirisasi hasil riset ITB agar dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat dan industri nasional.

Dalam berbagai kesempatan Elfahmi juga menekankan pentingnya hilirisasi riset bahan alam Indonesia. Menurutnya, potensi biodiversitas Indonesia perlu dioptimalkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan regulator agar dapat menghasilkan produk kesehatan yang mandiri dan berdaya saing global.

Riwayat Singkat Prof. Elfahmi

Prof. Dr. apt. Elfahmi merupakan Guru Besar Kelompok Keahlian Biologi Farmasi, Sekolah Farmasi ITB. Dia menempuh pendidikan Sarjana (S1) di Universitas Andalas, Padang, dan lulus pada tahun 1993.

BACA JUGA  Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta

Selanjutnya, ia melanjutkan studi Magister (S2) di ITB dan lulus pada tahun 1997, sebelum kemudian meraih gelar doktor (S3) dari University of Groningen, Belanda, pada 2006.

Sepanjang karier akademiknya, Elfahmi aktif melakukan berbagai penelitian di bidang farmasi bahan alam, bioteknologi tanaman obat, nutrasetikal, hingga pengembangan obat herbal antidiabetes dan antimalaria.

Dia juga terlibat dalam berbagai program riset nasional dan internasional yang berfokus pada eksplorasi biodiversitas Indonesia untuk pengembangan kesehatan dan industri berbasis bahan alam. (zahra/M-01)

Related Posts

Lulusan S2 UGM Diharap Bisa Berkontribusi Bagi Masyarakat

REKTOR Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. menyampaikan bahwa kelulusan pascasarjana perlu menjadi awal bagi para lulusan untuk mengembangkan pengetahuan dan menghasilkan kontribusi bagi masyarakat. Hal…

PTN Diminta Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Industri

SEKRETARIS Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Badri Munir Sukoco menekankan pentingnya membangun pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdampak. Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

KPK Izinkan Pemda DIY Manfaatkan lagi Stadion Mandala Krida

  • October 30, 2026
KPK Izinkan Pemda DIY Manfaatkan lagi Stadion Mandala Krida

Pengiriman Hewan Peliharaan Lewat Kalog Naik 19%

  • October 30, 2026
Pengiriman Hewan Peliharaan Lewat Kalog Naik 19%

KPK: Pemeriksaan Cukai PT Djarum Murni Kasus Hukum

  • October 30, 2026
KPK: Pemeriksaan Cukai PT Djarum Murni Kasus Hukum

Pemerintah Perlu Tetapkan Tujuan Cukai Minuman Berpemanis di Kemasan

  • October 30, 2026
Pemerintah Perlu Tetapkan Tujuan Cukai Minuman Berpemanis di Kemasan

Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

  • October 29, 2026
Silmy Karim Didakwa  Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

  • October 29, 2026
Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih