Harga Kedelai Impor Meroket, Perajin Tahu-Tempe di Sidoarjo Menjerit

TREN kenaikan harga kedelai impor pascalebaran mulai mencekik para pelaku usaha kecil di Kabupaten Sidoarjo. Kenaikan harga itu berdampak langsung pada rantai distribusi, mulai dari tingkat agen hingga perajin tahu dan tempe rumahan

Kondisi itu memaksa mereka untuk memutar otak agar dapur produksi tetap mengepul.

​Di Desa Sepande Kecamatan Candi, Sidoarjo para agen kedelai mulai merasakan keluhan dari para pelanggan setianya. Muhammad Fardani, salah satu agen kedelai impor asal Amerika Serikat mengungkapkan, fluktuasi harga sebenarnya sudah terasa sejak menjelang Idulfitri. Namun, kenaikan kembali terjadi setelah lebaran dengan selisih sekitar Rp200 per kilogram.

​Saat ini, kedelai impor kualitas premium dipatok pada kisaran Rp10.600 per kilogram,. Itu naik dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp10.400 hingga Rp10.500 per kilogram.

BACA JUGA  FIATA-RAP Meeting 2024: Navigasi Masa Depan Investasi Logistik dan Rantai Pasok Berkelanjutan

Kendala logistik

​Selain beban harga, para agen juga menghadapi kendala logistik. Pasokan yang biasanya rutin datang setiap pekan kini sering mengalami keterlambatan hingga dua hari. Kondisi ini memaksa agen untuk menyediakan berbagai variasi merk guna menjaga ketersediaan stok bagi pelanggan.

​”Kami menyediakan empat merek berbeda, yaitu Hiu, Bola, Senggigi, dan BW, dengan kualitas dan harga yang bervariasi agar perajin punya pilihan sesuai anggaran mereka,” ujar salah satu agen kedelai impor M Fardani, Senin (13/4).

​Meski harga terus merangkak naik setiap tahun, para perajin tetap menjatuhkan pilihan pada kedelai impor Amerika. Beberapa alasannya antara lain, hasil tahu dan tempe dinilai lebih stabil dan bagus serta pasokan kedelai lokal masih sangat sulit didapatkan di pasaran.

BACA JUGA  Sebagian Logistik Pilgub Riau Tiba di Kabupaten Kota

​Merek Hiu dan Bola umumnya menjadi favorit perajin tahu. Sementara perajin tempe mengakui lebih banyak memburu merek Senggigi.

Takut naikkan harga

​Di tingkat konsumen akhir, kenaikan bahan baku ini tidak lantas membuat harga tahu ikut naik. Juni, salah satu penjual tahu, mengaku tidak berani menaikkan harga jual karena takut kehilangan pelanggan.

​”Kalau harga dinaikkan, pembeli protes. Solusinya, ukuran tahu terpaksa diperkecil sedikit supaya tidak rugi,” kata perajin tahu Juni.

​Agen di Desa Sepande setidaknya mendatangkan sembilan ton kedelai setiap pekan. Pelanggannya tidak hanya terbatas di wilayah Sidoarjo, namun merambah hingga luar provinsi dan luar pulau.

​Para pelaku usaha kini hanya bisa berharap pemerintah dapat segera menstabilkan harga kedelai. Mengingat tahu dan tempe adalah sumber protein utama masyarakat, ketidakstabilan harga bahan baku ini dikhawatirkan akan berdampak pada ketahanan pangan masyarakat luas. (OTW/M-01)

BACA JUGA  KAI Logistik Angkut 14.256 Ton Limbah B3 pada 2025

Related Posts

Keluarga Korban Desak Eksekusi Dokter TNI AL Terpidana Kekerasan Seksual

KELUARGA korban kekerasan seksual mendesak Pengadilan Militer III-12 Surabaya segera mengeksekusi Raditya, oknum anggota TNI AL berpangkat perwira yang juga berprofesi sebagai dokter. Desakan itu muncul setelah putusan kasasi Mahkamah…

Dampak Cuaca Buruk Sejumlah Lokasi di Sleman Longsor

KEPALA Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Haris Martapa membenarkan terjadinya longsor di sejumlah lokasi di Sleman setelah terjadi hujan deras yang disertai angin kencang. Ia menyebutkan talud di…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Keluarga Korban Desak Eksekusi Dokter TNI AL Terpidana Kekerasan Seksual

  • April 15, 2026
Keluarga Korban Desak Eksekusi Dokter TNI AL Terpidana Kekerasan Seksual

IndonesiaNext Telkomsel Cetak 9 Ribu Mahasiswa Talenta Digital Bersertifikat

  • April 15, 2026
IndonesiaNext Telkomsel Cetak 9 Ribu Mahasiswa Talenta Digital Bersertifikat

DPW NasDem Jabar Kecam Pemberitaan Tempo, Tuntut Permintaan Maaf Terbuka

  • April 15, 2026
DPW NasDem Jabar Kecam Pemberitaan Tempo, Tuntut Permintaan Maaf Terbuka

Penugasan Agrinas dalam Kopdes Merah Putih tak Penuhi Prinsip Kebijakan Berkualitas

  • April 15, 2026
Penugasan Agrinas dalam Kopdes Merah Putih tak Penuhi Prinsip Kebijakan Berkualitas

UPN Veteran Yogyakarta Gelar Wawancara Online Mahasiswa Jalur SNBP

  • April 15, 2026
UPN Veteran Yogyakarta Gelar Wawancara Online Mahasiswa Jalur SNBP

DPW Nasdem DIY Keberatan dengan Pemberitaan Tempo

  • April 15, 2026
DPW Nasdem DIY Keberatan dengan Pemberitaan Tempo