Panduan Puasa bagi Pasien Kanker

SETIAP umat Islam selalu merindukan datangnya bulan Ramadan dan berharap dapat menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh beserta amalan-amalan lainnya.

Demikian pula, mereka yang sedang menjalani pengobatan kanker dipastikan juga tetap berkeinginan untuk menjalankan ibadah puasa.

Namun harus disadari pula kondisi medis dan daya tahan tubuh selama pengobatan sering kali menuntut pertimbangan yang matang. Terapi seperti kemoterapi dan radioterapi dapat memengaruhi asupan nutrisi, hidrasi, serta stamina harian.

Karena itu, keputusan berpuasa perlu didasarkan pada evaluasi klinis yang menyeluruh.

Tergantung pasien

Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Onkologi Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), dr. R. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B., Subsp.Onk(K), mengemukakan keputusan berpuasa atau tidak, tetap ada pada pasien kanker bersifat sangat individual.

“Tidak semua pasien otomatis dilarang menjalankan puasa Ramadan. Penilaian medis perlu mempertimbangkan jenis kanker, stadium penyakit, status gizi, serta terapi yang sedang dijalani. Penyakit penyerta seperti diabetes, gangguan ginjal, atau masalah jantung turut menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan,” katanya.

Namun, imbuhnya secara umum, boleh atau tidaknya sangat individual dan bergantung pada kondisi klinis masing-masing pasien.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Berkomitmen Tekan Penggunaan Tembakau pada Generasi Muda

Tidak ganggu terapi

Dokter Tomo menjelaskan prinsip utama dalam menentukan kelayakan berpuasa adalah memastikan tidak ada gangguan terhadap efektivitas terapi. Jika puasa berpotensi memperburuk kondisi atau menghambat proses pengobatan, maka sebaiknya ditunda.

Ia menjelaskan bahwa keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan medis. Evaluasi menyeluruh sebelum Ramadan sangat dianjurkan agar pasien memahami risiko yang mungkin timbul.

“Prinsipnya, jika puasa berpotensi mengganggu terapi atau memperburuk kondisi klinis, maka sebaiknya ditunda,” jelasnya.

Efek samping kemoterapi

Ia menjelaskan kemoterapi kerap menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan, hingga kelelahan berat. Risiko dehidrasi dan gangguan elektrolit juga dapat meningkat selama masa terapi.

Dalam kondisi asupan cairan dan kalori yang terbatas, puasa bisa memperberat gejala tersebut. Pasien dengan status gizi kurang perlu mendapat perhatian khusus karena rentan mengalami penurunan berat badan lebih cepat.

“Puasa dapat memperberat kondisi terutama bila asupan cairan kurang dan intake kalori tidak mencukupi,” tuturnya.

Sedangkan radioterapi juga memiliki tantangan tersendiri tergantung lokasi penyinaran. Pada area kepala dan leher, pasien bisa mengalami nyeri menelan dan kesulitan makan.

BACA JUGA  Indosat Turut Berbagi di Bulan Penuh Fitri

Berisiko dehidrasi

Penyinaran di area perut dapat memicu mual atau diare, sementara paparan di area luas sering menimbulkan fatigue berat. Dalam situasi seperti itu, pembatasan asupan selama puasa berisiko meningkatkan dehidrasi serta penurunan berat badan signifikan.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kelanjutan terapi bila tidak ditangani dengan tepat.

“Dalam kondisi seperti ini, puasa bisa meningkatkan risiko dehidrasi dan penurunan berat badan yang signifikan,” ujarnya.

Dikatakan ada kelompok pasien yang secara umum tidak dianjurkan berpuasa. Pasien dengan kanker stadium lanjut disertai kondisi umum yang buruk, cachexia, atau malnutrisi berat memerlukan perhatian khusus.

Daya tahan tubuh

Pasien yang menjalani kemoterapi intensif pada siklus awal atau mengalami komplikasi seperti infeksi berat dan gangguan ginjal juga perlu mempertimbangkan penundaan puasa.

Keputusan tersebut bukan semata didasarkan pada stadium penyakit, melainkan pada daya tahan tubuh dan status klinis secara keseluruhan.

“Bukan semata karena stadium, tetapi karena status klinis dan daya tahan tubuhnya,” tutur Tomo.

Risiko yang dapat muncul bila pasien memaksakan diri berpuasa antara lain dehidrasi, hipoglikemia, gangguan elektrolit, hingga penurunan berat badan cepat. Fatigue berat dan perburukan fungsi ginjal juga dapat terjadi pada kondisi tertentu.

BACA JUGA  Kasus Alergi pada Anak Meningkat, Diagnosa Perlu Tepat

Bisa ganggu pengobatan

Dalam beberapa kasus, ujar Tomo, gangguan tersebut dapat menyebabkan penundaan siklus terapi. Penundaan pengobatan berpotensi memengaruhi efektivitas penanganan kanker secara keseluruhan.

“Pada beberapa kasus, ini bisa berdampak pada efektivitas pengobatan,” katanya.

Meski demikian, pasien dengan kondisi stabil tetap memiliki peluang untuk berpuasa dengan pengawasan medis. Tomo menyarankan evaluasi klinis sebelum Ramadan dan konsultasi untuk penyesuaian jadwal obat.

Asupan cairan minimal 1,5–2 liter antara berbuka hingga sahur dianjurkan bila kondisi memungkinkan, disertai makanan tinggi kalori dan protein.

Toleransi tubuh

Pasien juga diperbolehkan menjalani puasa secara selang-seling sesuai toleransi tubuh dan segera membatalkan puasa bila muncul keluhan berat.

“Puasa adalah ibadah yang sangat mulia, tetapi menjaga kesehatan dan keselamatan jiwa juga bagian dari ibadah,” pungkasnya. (Agt/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

9.030 Mahasiswa KKN Undip Kembali ke Kampus

SEBANYAK 9.030 mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) kembali ke kampus setelah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Tahun Akademik 2025/2026 di berbagai wilayah. Mereka membawa beragam inovasi dan program yang…

KDM Serahkan Bantuan Pemprov Jabar untuk Korban Gempa NTT

SEBAGAI bentuk solidaritas terhadap para saudara korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan sebesar Rp4 miliar. Bantuan disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gol Gvardiol Antar Kemenangan Manchester City atas Bournemouth

  • August 24, 2026
Gol Gvardiol Antar Kemenangan Manchester City atas Bournemouth

Perjuangan Srikandi Muda Indonesia Berakhir di Tangan Thailand

  • August 23, 2026
Perjuangan Srikandi Muda Indonesia Berakhir di Tangan Thailand

Polisi Tetapkan 72 Tersangka dalam Kasus Karhutla

  • August 23, 2026
Polisi Tetapkan 72 Tersangka dalam Kasus Karhutla

Harmony of Java 2026 Jadi Panggung Nostalgia dan Kebersamaan Warga Jateng

  • August 23, 2026
Harmony of Java 2026 Jadi Panggung Nostalgia dan Kebersamaan Warga Jateng

9.030 Mahasiswa KKN Undip Kembali ke Kampus

  • August 23, 2026
9.030 Mahasiswa KKN Undip Kembali ke Kampus

Hadapi Manila Digger FC di ACL Two, Persib Pilih Stadion Si Jalak Harupat

  • August 23, 2026
Hadapi Manila Digger FC di ACL Two, Persib Pilih Stadion Si Jalak Harupat