
TIM Dosen Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, memberi pelatihan keterampilan komunikasi public speaking berbasis platform digital bagi anggota pemberdayaan kesejahteraan keluarga, lintas kelurahan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Pengabdian tersebut, untuk meningkatkan kemampuan perempuan dalam pemanfaatan teknologi.
program pengabdian pada masyarakat itu memperoleh dukungan pendanaan program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui skema pemberdayaan berbasis masyarakat.
Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Siliwangi, Fitriyani Yuliawati, perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan masyarakat. Itu sebabnya mereka perlu meningkatkan n kapasitas komunikasi agar makin percaya diri dalam menyampaikan gagasan, pendapat, aspirasi di berbagai forum publik. Dengan begitu mereka diharapkan menjadi agen perubahan.
“Keterlibatan perempuan penting dalam musyawarah, forum warga, proses pengambilan keputusan perlu didorong agar pembangunan semakin inklusif,” ujar Fitriyani Yuliawati, Rabu (8/7/2026).
Dibutuhkan kader
Sementara itu, Ketua pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) Kecamatan Cipedes, Deli Dahlia menilai pelatihan itu memberikan pengetahuan baru yang dibutuhkan kader maupun anggota aktif. Sebab banyak dari mereka kurang percaya diri, ketika berbicara di depan forum
“Kami berharap hasil pelatihan dapat diimplementasikan secara nyata dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, dan menilai kemampuan komunikasi menjadi modal bagi perempuan ikut terlibat dalam proses pembangunan mulai tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan,” ujar Camat Cipedes, Cecep Ridwan.
Sementara, Ketua tim pengabdian Unsil Tasikmalaya Riska Sarofah menjelaskan, pelatihan dasar public speaking yang diberikan pada peserta supaya memperoleh pemahaman mengenai teknik vokal, bahasa tubuh, pengelolaan rasa gugup, penyusun pesan sistematis, cara membangun komunikasi efektif. Public speaking kata dia bukan hanya kemampuan berbicara di depan banyak orang, tapi juga kemampuan menyampaikan ide secara jelas, logis dan mampu memengaruhi audiens secara positif.
“Program civic voice lab diharapkan menjadi model pemberdayaan perempuan berbasis partisipasi digital direplikasi di berbagai wilayah hingga semakin banyak perempuan berani menyampaikan aspirasi guna mewujudkan demokrasi lebih inklusif. Dukungan pendanaan program BIMA Kemdiktisaintek, tim pengabdian Unsil berkomitmen menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat dengan memadukan penguatan kapasitas SDM dan pemanfaatan teknologi digital,” katanya. (Yey/N-01)






