
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menargetkan penambahan lima puskesmas yang beroperasi selama 24 jam pada 2026. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan primer bagi masyarakat.
Saat ini, di Kota Bandung baru terdapat dua puskesmas yang telah beroperasi penuh selama 24 jam, yakni Puskesmas Ibrahim Adjie dan Puskesmas Garuda. Kedua puskesmas tersebut diresmikan oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pada 2025.
Kepala Dinkes Kota Bandung Sony Adam mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan penambahan puskesmas 24 jam secara bertahap di sejumlah wilayah. Penambahan tersebut disesuaikan dengan kesiapan sistem pembiayaan layanan kesehatan yang berbasis kepesertaan BPJS Kesehatan.
“Saat ini kami menargetkan penambahan lima puskesmas 24 jam. Pengembangannya dilakukan bertahap dan disesuaikan dengan kesiapan pembiayaan layanan kesehatan,” ujar Sony, kemarin.
Adapun lima puskesmas yang direncanakan beroperasi selama 24 jam yakni Puskesmas Pagarsih, Kopo, Padasuka, Cipadung, dan Cipamokolan. Model layanan yang diterapkan pada tahap awal akan dijadikan prototipe untuk direplikasi di puskesmas lainnya.
Menurut Sony, perbedaan utama antara puskesmas 24 jam dan puskesmas reguler terletak pada durasi waktu pelayanan. Meski demikian, dari sisi tenaga medis dan kualitas layanan, seluruh puskesmas telah memenuhi standar pelayanan kesehatan tingkat pertama.
“Operasional puskesmas 24 jam tentu lebih panjang dalam melayani masyarakat. Namun, dari sisi tenaga medis dan kualitas layanan, seluruh puskesmas sudah memenuhi standar,” jelasnya.
Selain penambahan layanan, Dinkes Kota Bandung juga menyiapkan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan fasilitas puskesmas guna meningkatkan kenyamanan masyarakat. Beberapa puskesmas yang menjadi prioritas pembangunan fisik antara lain Puskesmas Pasawahan dan Puskesmas Pasir Jati.
Sony menjelaskan, pembangunan fisik Puskesmas Pasawahan sempat terkendala persoalan lahan akibat proyek jalan. Oleh karena itu, pembangunan baru dapat dilaksanakan pada tahun ini. Secara keseluruhan, terdapat lima puskesmas yang masuk dalam program pembangunan dan perbaikan gedung.
“Pembangunan dan perbaikan puskesmas ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana layanan kesehatan tingkat pertama bagi masyarakat Kota Bandung,” pungkasnya. (Rava/S-01)







