
BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat dalam waktu kurang dari 24 jam sejak laporan kehilangan kontak diterima pada Sabtu (17/1). Saat ini, fokus utama operasi SAR diarahkan pada pencarian dan evakuasi korban dengan memaksimalkan golden time tiga hari sejak kejadian.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, kecepatan penemuan lokasi menjadi modal penting dalam upaya penyelamatan dan evakuasi korban.
“Kurang dari 24 jam sejak kejadian, tim SAR gabungan telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Saat ini kami memaksimalkan golden time pencarian, dengan harapan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi, khususnya dalam kondisi selamat,” ujar Syafii, Senin (19/1).
Hingga kini, tim SAR gabungan telah menemukan dua korban. Satu korban berjenis kelamin laki-laki ditemukan pada Minggu (18/1), sedangkan satu korban perempuan ditemukan pada Senin (19/1).
Meski demikian, Syafii menegaskan bahwa proses identifikasi korban bukan menjadi kewenangan Basarnas dan akan dilakukan oleh instansi terkait sesuai prosedur yang berlaku.
Lokasi pesawat jatuh di medan ekstrem
Ia menjelaskan, lokasi kejadian berada di medan yang sangat ekstrem, berupa tebing curam dengan perkiraan posisi korban berada di kedalaman sekitar 500 meter dari puncak. Kondisi tersebut menuntut kehati-hatian dan penggunaan teknik evakuasi khusus.
“Tantangan terbesar saat ini adalah kondisi cuaca dan alam yang ekstrem. Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor penghambat utama dalam operasi,” jelasnya.
Basarnas memprioritaskan evakuasi melalui jalur udara. Namun hingga saat ini, upaya tersebut belum dapat dilakukan karena jarak pandang yang terbatas akibat kabut tebal di sekitar lokasi.
“Evakuasi udara menjadi prioritas, tetapi belum memungkinkan. Karena itu, kami mengoptimalkan unsur darat yang secara bertahap melakukan pencarian dan evakuasi,” ungkap Syafii.
Ia menambahkan, proses pencarian dan evakuasi akan terus dilanjutkan dengan memaksimalkan tim rescue darat yang telah mengenal medan. Upaya dilakukan secara bertahap untuk menjangkau seluruh titik yang diduga menjadi lokasi korban.
“Ini adalah misi kemanusiaan. Seluruh personel SAR gabungan bekerja dengan penuh dedikasi dan kehati-hatian. Kami mohon doa dari masyarakat agar operasi ini berjalan lancar dan seluruh personel diberi keselamatan,” pungkasnya.
Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. (Lin/S-01)







