Pemprov Jabar Janji Lunasi Tunda Bayar Rp621 Miliar Tahun Ini

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan belanja pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tahun anggaran 2025 yang tunda bayar senilai Rp621 miliar akan diselesaikan pada 2026. Dedi menyebut, pada Januari 2026 akan terdapat pemasukan ke kas daerah sebesar Rp2 triliun.

“Dari Rp2 triliun tersebut akan digunakan untuk belanja gaji, tunjangan penghasilan pegawai, dan kebutuhan rutin lainnya, sehingga masih tersisa sekitar Rp800 miliar di kas daerah. Dengan demikian, dana untuk membayarkan belanja pembangunan yang tertunda pada 2025 dipastikan tersedia,” ujar Dedi, Rabu (7/1).

Menurut Dedi, tertundanya pembayaran belanja pembangunan disebabkan berkurangnya dana bagi hasil dari pemerintah pusat pada 2025. Ia menyebut dana bagi hasil yang tidak tersalurkan hampir mencapai Rp400 miliar.

“Jika dana tersebut disalurkan, maka tidak akan ada potensi tunda bayar,” katanya.

BACA JUGA  Penurunan Penduduk Warga Miskin di Jabar belum Signifikan

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menyatakan Pemprov Jabar berhasil melaksanakan belanja secara efektif sepanjang 2025. Hal tersebut tercermin dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) APBD 2025 yang hanya sekitar Rp500 miliar.

“Minimnya SiLPA menunjukkan APBD telah digunakan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Barat. Keuangan daerah merupakan instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Herman.

Ia menambahkan, SiLPA 2025 tersebut jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata mencapai sekitar Rp1 triliun. Meski demikian, masih terdapat belanja pembangunan 2025 senilai Rp621 miliar yang belum dibayarkan.

Tunda bayar dan gaya kepemimpinan disorot

Kondisi belum terbayarnya belanja pembangunan senilai Rp621 miliar akibat tidak tercapainya target pendapatan APBD Jabar 2025 turut menuai sorotan dari berbagai kalangan. Sejumlah pihak mengaitkan persoalan tersebut dengan gaya kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi.

BACA JUGA  Pemprov Jabar Akui belum Bisa Bayar Kontraktor Proyek

Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran, Prof. Muradi, menilai penurunan pendapatan daerah berkorelasi dengan gaya kepemimpinan yang lebih menonjolkan politik populisme dibandingkan pendekatan teknokratis.

“Dedi Mulyadi terlalu asyik dengan gaya politik populisme, keliling menyelesaikan persoalan parsial, sehingga aspek teknokratis dalam menggali potensi daerah secara makro kurang mendapat perhatian,” ujar Muradi.

Menurutnya, jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) menurun, hal itu menandakan potensi daerah tidak dieksplorasi secara optimal. Dalam setahun terakhir, ia menilai Gubernur Jabar lebih banyak melakukan aktivitas simbolik dibandingkan merancang kebijakan strategis untuk mendongkrak pendapatan daerah.

“Posisi beliau lebih dominan ke arah politik ketimbang teknokratis. Promosi yang dilakukan lebih banyak pada sosok pribadi, bukan pada potensi Jawa Barat. Jika pola ini berlanjut, PAD berpotensi terus menurun,” tegasnya.

BACA JUGA  Pemprov Jabar Beri Santunan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

Muradi juga membandingkan dengan keberhasilan Dedi Mulyadi saat menjabat Bupati Purwakarta, ketika mampu melakukan branding potensi lokal, seperti Sate Maranggi. Menurutnya, kreativitas serupa belum terlihat di tingkat provinsi.

“Di level provinsi, saya belum melihat gagasan baru untuk eksplorasi potensi Jawa Barat. Alih-alih membuat kebijakan strategis, beliau lebih sering hadir sebagai ‘pemadam kebakaran’ di lokasi bermasalah yang justru menonjolkan figur personal,” pungkasnya. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

SEORANG ibu bersama anaknya terkubur bencana tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Namun berkat kerja keras Tim SAR…

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

PAGUYUBAN Pencinta Seni Nusantara dan Estetika Budaya (PSNB) menggalang sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya pelestarian seni tradisional di wilayah tersebut. Untuk itu mereka beraudiensi dengan Wakil Bupati Sidoarjo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Program Terpujilah GURU dari Sumedang Dirilis Telkomsel

  • May 13, 2026
Program Terpujilah GURU dari  Sumedang Dirilis Telkomsel

Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

  • May 13, 2026
Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

  • May 13, 2026
Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

  • May 13, 2026
Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali

  • May 13, 2026
Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali