
OKUPANSI hotel di Kota Bandung dilaporkan melonjak selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Para wisatawan juga memadati sejumlah obyek wisata di kota tersebut.
Diperkirakan jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 4,5 juta orang, kondisi ini tentu berdampak baik bagi sektor pariwisata terutama bagi perhotelan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa mendapat laporan jika okupansi hotel di kota Bandung ada yang tembus 100 persen.
“Cuma di beberapa hotel yang lain yang agak jauh (dari pusat kota), memang angkanya di kisaran 60-70 persen. Mungkin ada juga yang menyentuh 80 persen, tapi memang tidak full, jadi berarti tidak merata,” ungkap Adi.
Monitoring
Menurut Adi, selama libur nataru pihaknya sudah melakukan monitoring ke sejumlah hotel dan hasilnya beberapa hotel yang ada di pusat kota memang dipenuhi oleh wisatawan dari berbagai daerah.
“Kita sampai ke lima belasan hotel lebih ya, monitor langsung. Saya dapat laporan kalau yang di pusat-pusat kotanya seperti Kimaya, D’Braga yang ada di pusat destinasi sampai dapet full,” jelasnya.
“Sedangkan untuk tahun 2026 ini, kami masih belum menentukan target kunjungan wisatawan maupun okupansi hotel di Kota Bandung, Sebab, terkait hal ini ada mekanisme yang harus ditempuh. Itu ada mekanismenya, untuk menghitung berapa kemungkinan-kemungkinan tahun depan,” paparnya.
Lampaui target
Adi menjelaskan, pada tahun 2025 pihaknya menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 8,5 juta dan hingga September tercapai 6,5 juta wisatawan. Maka, jika ditambah 4,5 juta wisatawan saat Nataru, jumlahnya telah melampaui target.
“Nanti kalau udah sampai ke detail sebenarnya ini, datangnya wisatawan, kemana saja, terus yang meningkat di mana, bisa secara lebih akurat lagi dan menghitung proyeksinya berapa,” ujarnya.
Sementara itu jumlah wisatawan yang memanfaatkan Bandung Tour on Bus (Bandros) untuk berkeliling ke sejumlah tempat-tempat bersejarah di kota Bandung, selama nataru membludak. Bahkan jumlahnya pun dipastikan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, jumlah penumpang Bandros dari 26-31 Desember 2025 mencapai 6.262 orang. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 6.079 orang.
Libur sekolah
Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Angkutan, Dishub Kota Bandung Yudhiana menerangkan, dilihat dari hari biasanya, pengguna Bandros tersebut mengalami peningkatan 80 persen selama libur nataru.
Peningkatannya karena ada liburan sekolah yang memang kebetulan liburan sekolahnya itu berbarengan dengan libur Nataru. Untuk melayani ribuan penumpang Bandros tersebut, pihaknya menyiapkan sebanyak 10 armada dan dua armada cadangan. Sehingga Bandrosa yang disiapkan mencapai 12 unit.
“Sedangkan untuk jam operasional Bandros pada Sabtu dan Minggu diberlakukan hingga malam hari. Sedangkan untuk hari Senin hingga Jumat, operasionalnya tetap normal karena dikhawatirkan opertime terlalu banyak.”
“Dengan rutenya dari Alun-alun Bandung kembali ke Alun-alun. Lalu dari Jalan Diponegoro kembali lagi ke Diponegoro dan satu lagi dari Sulanjana kembali lagi ke Sulanjana,” bebernya.
Rute Bandros tersebut tetap normal, yakni melintasi kawasan ikonik Kota Bandung mulai dari Alun-alun Bandung– Asia Afrika – Banceuy – Viaduct – Wastukencana – Dago – Diponegoro – Cilaki – Tamblong – Asia Afrika. (zahra/N-01)







