
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 8.642.348 sambaran petir terjadi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya sepanjang 2025. Aktivitas sambaran petir tertinggi terjadi pada Mei 2025 dengan total 1.236.093 kejadian.
Pada bulan tersebut, sambaran petir didominasi jenis cloud to ground (CG), dengan rincian 791.863 kejadian petir CG (-) dan 444.230 kejadian petir CG (+). Sementara itu, aktivitas sambaran petir terendah tercatat pada Juli 2025, yakni sebanyak 156.470 kejadian.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menyampaikan bahwa berdasarkan sebaran wilayah, Kabupaten Sumedang menjadi daerah dengan jumlah sambaran petir tertinggi, mencapai 1.800.024 kejadian. Disusul Kabupaten Majalengka dengan 759.578 kejadian dan Kabupaten Cianjur sebanyak 754.398 kejadian.
“BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujar Teguh.
Sambaran petir dan gempa bumi
Selain aktivitas petir, BMKG juga mencatat 1.242 kejadian gempa bumi yang mengguncang wilayah Jawa Barat dan sekitarnya sepanjang 2025. Berdasarkan kedalaman hiposentrumnya, gempa dangkal mendominasi dengan 1.092 kejadian, diikuti 149 gempa berkedalaman menengah, serta satu gempa dalam.
“Gempa-gempa tersebut memiliki rentang kedalaman antara 1 kilometer hingga 351 kilometer. Adapun magnitudo terbesar yang tercatat mencapai 5,3, sementara magnitudo terkecil berada pada 1,0,” paparnya.
Sementara itu, BMKG juga melaporkan perkembangan Siklon Tropis IGGY yang berasal dari bibit siklon tropis 905. Bibit siklon ini mulai tumbuh pada 29 Desember 2025 pukul 13.00 WIB di Samudera Hindia Barat Daya Lampung, dan meningkat menjadi siklon tropis pada 1 Januari 2026 pukul 10.00 WIB.
Siklon tropis
Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Khusus BMKG, Miming Saepudin, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis 2 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, posisi siklon berada di Samudera Hindia Selatan DIY. Siklon bergerak ke arah selatan–tenggara dengan kecepatan 7 knot atau sekitar 14 km/jam, menjauhi wilayah Indonesia.
“Dalam 24 jam ke depan, kecepatan angin maksimum Siklon Tropis IGGY diprediksi menurun ke kategori rendah dan bergerak ke arah barat daya, semakin menjauhi wilayah Indonesia,” jelas Miming.
Meski dampaknya bersifat tidak langsung, siklon tropis IGGY berpotensi memengaruhi cuaca hingga 3 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, berupa hujan intensitas sedang hingga lebat di wilayah pesisir selatan Banten, pesisir selatan Jawa Barat, pesisir selatan Jawa Tengah, dan pesisir selatan DI Yogyakarta.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan potensi gelombang laut kategori sedang dengan tinggi 1,25–2,5 meter di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Pulau Jawa hingga Lombok, Selat Bali dan Lombok bagian selatan, serta Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah dan Bali hingga NTT. Sementara gelombang kategori tinggi dengan ketinggian 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia selatan Jawa Timur. (Rava/S-01)







