
MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan pemulihan infrastruktur di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh akibat bencana banjir dan tanah longsor membutuhkan anggaran sekitar Rp51 triliun.
Hal tersebut disampaikan AHY setelah menerima laporan dari sejumlah kementerian terkait, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum. Berdasarkan estimasi awal, dana tersebut dibutuhkan untuk pembangunan kembali infrastruktur dasar.
“Diperlukan alokasi kurang lebih Rp51 triliun untuk pembangunan kembali infrastruktur dasar, utamanya jalan, jembatan, dan penyediaan air bersih,” kata AHY di Lapangan Tembak Djamsuri, Markas Parako I Pasgat, Kompleks Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (14/12).
Selain kerusakan infrastruktur, AHY mengungkapkan laporan dari Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait mencatat sebanyak 112 ribu unit rumah mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
“Kategorinya terdiri dari rusak ringan, rusak sedang, rusak berat, hingga hanyut atau hilang,” ujarnya.
AHY meminta kementerian terkait untuk melakukan pemetaan lebih rinci terhadap tingkat kerusakan rumah, mengingat kebutuhan biaya perbaikan akan berbeda pada setiap kategori.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah menimbulkan dampak signifikan.
Bencana tersebut dilaporkan menyebabkan 1.030 orang meninggal dunia, 205 orang dinyatakan hilang, sekitar 7.000 orang mengalami luka-luka, serta berdampak pada 52 kabupaten.
BNPB juga mencatat sebanyak 186.488 rumah mengalami kerusakan. Selain itu, 1.600 fasilitas umum terdampak, terdiri atas 219 fasilitas kesehatan, 967 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung atau kantor pemerintahan, serta 145 jembatan yang mengalami kerusakan. (*/S-01)








