Tujuh WNI Tewas dalam Kebakaran Gedung Hong Kong

KONSULAT Indonesia di Hong Kong mengonfirmasi sedikitnya tujuh WNI meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran gedung hunian. Konsulat Filipina juga menyebut satu warganya turut menjadi korban.

Sebelumnya laporan di Konsulat Indonesia baru 2 orang, dan kini bertambah total menjadi 7 orang.

Sedikitnya 146 orang dilaporkan tewas dalam kebakaran besar yang melanda sejumlah gedung tinggi di Hong Kong pada Rabu lalu. Termasuk satu petugas pemadam kebakaran bernama Ho Wai-ho, 37 tahun.

Polisi pada Minggu (30/11) mengumumkan pembaruan jumlah korban jiwa dan menyebut masih ada 150 orang yang hilang, sementara 79 lainnya mengalami luka-luka. Pihak berwenang mengingatkan kemungkinan jumlah korban masih bisa bertambah.

Kebakaran melanda tujuh dari delapan blok hunian di kompleks Wang Fuk Court, Distrik Tai Po, kawasan utara Hong Kong. Api dengan cepat menjalar di antara menara, memicu kemarahan publik setelah muncul dugaan bahwa material konstruksi yang mudah terbakar mempercepat penyebaran api.

BACA JUGA  KJRI Siapkan Tim Pemulangan WNI Korban Kebakaran di Hong Kong

Sejak Sabtu (29/11), Hong Kong memasuki masa berkabung nasional selama tiga hari. Ribuan warga berdatangan ke lokasi kejadian untuk memberikan penghormatan kepada para korban. Antrean pelayat dilaporkan mengular hingga dua kilometer, dengan warga meletakkan bunga dan pesan belasungkawa.

Upacara hening cipta tiga menit digelar sebagai tanda dimulainya masa berkabung. Bendera China dan Hong Kong dikibarkan setengah tiang.

Kebakaran ini disebut paling mematikan di Hong Kong dalam kuru waktu 70 tahun. Otoritas masih menyelidiki penyebab utama insiden. Hingga kini, delapan orang ditangkap terkait dugaan korupsi dalam proyek renovasi gedung, sementara tiga lainnya ditahan atas tuduhan pembunuhan tidak berencana (manslaughter).

Api baru sepenuhnya berhasil dipadamkan pada Jumat (28/11) pagi setelah 40 jam lebih 2.000 petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar 7 Gedung hunian.
Polisi telah memasuki gedung untuk mengumpulkan bukti, dan penyelidikan diperkirakan memakan waktu tiga hingga empat minggu. Sampai Minggu (30/11) pencarian telah diselesaikan di empat blok menara.

BACA JUGA  Kemlu belum Dapat Info WNI jadi Korban Penembakan di Australia

Dilansir dari BBC, Komisi Independen Anti-Korupsi Hong Kong (ICAC) menyatakan bahwa mereka yang ditangkap dalam kasus dugaan korupsi termasuk direktur perusahaan teknik dan subkontraktor perancah bangunan.(*/S-01)

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Tewas dalam Serangan Israel-AS

MANTAN presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dilaporkan ikut menjadi korban dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel di Iran pada Sabtu. Demikin dikutip dari laporan media pemerintah Iran. Menurut laporan tersebut, Ahmadinejad yang berusia 69…

Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran, PBB minta Kembali ke Meja Perundingan

MASYARAKAT dunia cemas akan terjadinya konflik regional menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Sabtu. Apalagi Iran kemudian menjawab serangan tersebut dengan meledakan sejumlah pangkalan militer AS…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Neraca Perdagangan Jabar Surplus, Ekspor Capai US$3,14 Miliar

  • March 3, 2026
Neraca Perdagangan Jabar Surplus, Ekspor Capai US$3,14 Miliar

Kadin Kota Tasikmalaya Gandeng Sandiaga Gelar Training Center

  • March 2, 2026
Kadin Kota Tasikmalaya Gandeng Sandiaga Gelar Training Center

Kalog Bidik Pendapatan Rp 2,47 Triliun pada 2026

  • March 2, 2026
Kalog Bidik Pendapatan Rp 2,47 Triliun pada  2026

Pemkot Bandung Beri Insentif PBB 2026

  • March 2, 2026
Pemkot Bandung Beri Insentif PBB 2026

Resmikan Balai Desa di Aceh, UGM Fokus Pemulihan Pascabencana

  • March 2, 2026
Resmikan Balai Desa di Aceh, UGM Fokus Pemulihan Pascabencana

UGM Kritik Keputusan Pemerintah Tanda Tangani ART dengan AS

  • March 2, 2026
UGM Kritik Keputusan Pemerintah Tanda Tangani ART dengan AS