Kebakaran Hong Kong, Polisi Tangkap Pimpinan Kontraktor

POLISI Hong Kong menahan para pimpinan kontraktor sebuah perusahaan konstruksi, Jumat (28/11) dengan tuduhan pembunuhan tidak berencana (manslaughter) terkait kebakaran terburuk di kota itu dalam hampir 80 tahun terakhir. Tragedi tersebut menewaskan sedikitnya 83 orang, sementara puluhan lainnya masih dinyatakan hilang.

Polisi menangkap dua direktur dan seorang konsultan teknik dari Prestige Construction, perusahaan yang menangani proyek pemeliharaan gedung tersebut. Mereka ditahan dengan dugaan menggunakan bahan bangunan yang tidak aman.

“Kami memiliki alasan kuat untuk percaya bahwa pihak yang bertanggung jawab telah melakukan kelalaian berat, yang menyebabkan kebakaran menyebar tidak terkendali dan berujung pada banyaknya korban,” ujar Inspektur Polisi Eileen Chung.

BACA JUGA  Kebakaran Hong Kong 151 Tewas, 30 WNI masih Dicari

Prestige Construction belum memberikan komentar atas penahanan tiga pimpinan kontraktor.

Hingga Jumat dini hari, petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api yang telah berkobar selama lebih dari 24 jam dan melalap kompleks perumahan Wang Fuk Court di distrik Tai Po, wilayah utara Hong Kong.

Kompleks itu diketahui sedang menjalani renovasi dan seluruh bangunan dibalut perancah bambu serta jaring hijau.

Wakil Direktur Dinas Pemadam Kebakaran, Derek Armstrong Chan, mengatakan sebagian besar korban ditemukan di dua blok apartemen bertingkat tinggi dari total delapan menara di kompleks tersebut.

Menurut Chan, petugas masih menemukan sejumlah penghuni dalam kondisi selamat di beberapa gedung, namun ia tidak merinci lebih jauh. South China Morning Post melaporkan satu penyintas ditemukan di area tangga salah satu bangunan.

BACA JUGA  Polisi Tangkap 10 Tersangka Baru Terkait Kebakaran Besar Tai Po

Upaya penyelamatan berlangsung dramatis. Tim pemadam harus menghadapi suhu ekstrem, asap pekat, serta runtuhan perancah dan puing saat berusaha mencapai penghuni yang diduga terjebak di lantai atas.

“Kami memperkirakan api akan sepenuhnya padam malam ini,” kata Chan. “Kami akan terus menyemprotkan air untuk menurunkan suhu,” tambahnya. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

UNTUK membantu meringankan beban para korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi, pemerintah mengirimkan Bantuan Presiden (Banpres) berupa 50.000 paket…

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih terus mengevakuasi dan melakukan pendataan para korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

  • August 15, 2026
Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

  • August 15, 2026
Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

  • August 15, 2026
Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

  • August 15, 2026
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara