Penyaluran Kredit untuk Peternakan Harus Ada Pengawasan

RENCANA pemerintah menyalurkan kredit senilai Rp20 triliun yang berasal dari dana Danantara untuk memperkuat pengembangan peternakan ayam merupakan langkah strategis menuju kemandirian pangan nasional.

Di satu sisi hal itu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan pasokan protein hewani bagi masyarakat, terutama dalam mendukung program makan bergizi gratis bagi siswa sekolah. Namun, nilai kredit sebesar itu juga memunculkan kekhawatiran terjadinya penyelewengan.

Sejatinya program pemerintah yang berencana menyalurkan kredit senilai Rp20 triliun yang berasal dari dana Danantara untuk memperkuat pengembangan peternakan ayam merupakan langkah strategis menuju kemandirian pangan nasional.

Kebijakan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan pasokan protein hewani bagi masyarakat, terutama dalam mendukung program makan bergizi gratis bagi siswa sekolah.

BACA JUGA  OJK Jateng Berkomitmen Perkuat Kebijakan Pengawasan

Tingkatkan kapasitas

Kredit pembiayaan yang besar ini tepat karena dapat meningkatkan kapasitas produksi peternak, menciptakan lapangan kerja, menstabilkan harga ayam di pasar, serta membantu pelaku usaha kecil yang selama ini terkendala modal.

Jika dijalankan dengan baik, program ini dapat meningkatkan kualitas gizi generasi muda dan mengurangi ketergantungan impor bahan pangan, sehingga menjadi fondasi kuat bagi ketahanan pangan Indonesia di masa depan.

Meski terlihat menjanjikan, kebijakan penyediaan kredit Rp20 triliun untuk sektor peternakan ayam juga menimbulkan kekhawatiran. Besarnya alokasi dana berpotensi menimbulkan risiko jika penyalurannya tidak diawasi dengan ketat.

Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa skema kredit besar sering kali tidak tepat sasaran, cenderung lebih menguntungkan perusahaan besar, dan menyulitkan peternak kecil yang memiliki keterbatasan jaminan serta akses informasi.

BACA JUGA  Rumput Laut Tropis Bisa Turunkan Emisi Metana Ternak

Lemahkan diversifikasi

Selain itu, fokus yang terlalu besar pada satu komoditas, yaitu ayam, dapat menciptakan ketergantungan dan melemahkan diversifikasi pangan hewani lain seperti ikan, sapi, atau unggas alternatif.

Bila tidak dikelola secara hati-hati, program ini berisiko menimbulkan oversupply, jatuhnya harga di tingkat peternak, serta menambah beban APBN apabila tidak menghasilkan dampak yang signifikan terhadap ketahanan pangan.

Agar program ini berhasil dan memberikan manfaat maksimal, Dyah menyampaikan sejumlah langkah perbaikan yang dapat dipertimbangkan, yaitu skema kredit harus dirancang inklusif, mudah diakses, dan tidak terlalu membebani peternak kecil dengan persyaratan yang sulit dipenuhi; memprioritaskan peternak kecil dan UMKM; memperkuat sistem pengawasan dan transparansi; memberikan pendampingan teknis dan pelatihan manajemen; membangun rantai pasok dan infrastruktur; serta menjaga diversifikasi protein hewani. (AGT/N-01)

BACA JUGA  Bupati Sleman Serahkan Bantuan Pertanian

(Prof. Ir. Dyah Maharani, Senin di kampusnya, Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

MENTERI Keuangan Suahasil Nazara berkomitmen menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Suahasil dalam konferensi pers di kantor Kementerian…

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

GELARAN Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang,  Jawa Tengah  tak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mesin penggerak ekonomi. Melalui Pameran Serambi Nusantara yang diikuti…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

KPK Tangkap Ketua DPP Golkar dan Presdir Summarecon

  • September 15, 2026
KPK Tangkap Ketua DPP Golkar dan Presdir Summarecon

Aktris Dewasa Jepang Hana Kuraki Meninggal di Usia 25 Tahun

  • September 15, 2026
Aktris Dewasa Jepang Hana Kuraki Meninggal di Usia 25 Tahun

Sekolah Ceria RDP Dukung Psikososial Anak Terdampak Gempa NTT

  • September 15, 2026
Sekolah Ceria RDP Dukung Psikososial Anak Terdampak Gempa NTT

Mahasiswa Baru UAD Ikuti P2K Prakarsa 2026

  • September 15, 2026
Mahasiswa Baru UAD Ikuti P2K Prakarsa 2026

Sandal Pintar Pendeteksi Komplikasi Diabetes

  • September 15, 2026
Sandal Pintar Pendeteksi Komplikasi Diabetes

Keterbatasan Fisik bukan Halangan untuk Lantunkan Al-Qur’an

  • September 15, 2026
Keterbatasan Fisik bukan Halangan untuk Lantunkan Al-Qur’an