Forum Komunikasi Siber dan Sandi Daerah Diminta Cegah Kebocoran Data

KEMAJUAN teknologi di satu sisi bermanfaat bagi pemerintahan daerah. Namun di sisi lain ada risiko yang tidak bisa diabaikan.

Risiko yang harus dicegah itu antara lain kebocoran data, disinformasi, dan berbagai bentuk serangan digital yang dapat mengganggu layanan publik maupun harmoni sosial.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, pada pembukaan rakat koordinasi Forkomsanda (Forum Komunikasi Siber dan Sandi Daerah) DIY menyampaikan bahwa kehidupan saat ini berlangsung dalam dua ruang yang saling terhubung, yakni ruang fisik dan ruang digital.

Ubah cara kerja

Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti. (Dok.Ist)

Teknologi katanya, telah mengubah cara bekerja, berinteraksi, dan mengelola pemerintahan. “Ruang siber kini menjadi bagian dari ruang publik yang sangat menentukan kepercayaan masyarakat terhadap negara,” ujar Sekda DIY.

Dalam konteks itulah, Forkomsanda harus dapat berperan penting untuk memastikan bahwa upaya menjaga keamanan siber di tingkat daerah tidak berjalan sendiri-sendiri. Tetapi, terkoordinasi di dalam satu ekosistem yang saling memperkuat.

BACA JUGA  Ambisi Digiplus Jadi Sentral Peralatan Elektronik

“Menjaga ruang siber dapat diterjemahkan sebagai menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pemerintahan, terhadap layanan digital, dan terhadap sesama warga bangsa. Ketika kepercayaan itu terjaga, maka ruang siber tidak hanya aman, tetapi juga menjadi wahana untuk memperkuat peradaban,” tutur Ni Made.

Tata kelola pemerintahan

Menurut dia, memperkuat kelembagaan Forkomsanda bukan semata urusan teknis, tetapi bagian dari membangun tata kelola pemerintahan yang beretika, responsif, dan berpihak pada kepentingan publik.

“Forum ini secara nyata diharapkan dapat menjaga ruang untuk menyamakan arah, membangun sinergi, dan mempertegas komitmen bersama bahwa keamanan siber adalah tanggung jawab kolektif,” ungkapnya.

Ruang siber

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi menegaskan kegiatan Forkomsanda kali ini sangat relevan dengan kondisi zaman. Menurutnya, di tengah masifnya era digital, diperlukan ruang siber yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

BACA JUGA  Jelang Idul Adha, Pertamina Patra Niaga Perkuat Stok LPG 3 Kg

“Kita bersama berkumpul di sini dalam rangka pengendalian kegiatan Forum Komunikasi Sandi Daerah atau Forkomsanda Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi DIY tahun 2025 yang sangat membanggakan ini. Mengangkat tema tentang memperkuat kelembagaan Forkomsanda dalam menjaga ruang cyber,” ungkapnya.

Nugroho menjelaskan bahwa istilah sandi sering kali dianggap kuno, padahal justru sangat substansial dalam konteks pertahanan informasi modern.

“Memang kalau kita bicara sandi itu pada era kekinian tuh kesannya jadul banget. Padahal kalau kita bicara tentang sandi, ini sesuatu yang sebetulnya sangat substansial,” tuturnya.

Keistimewaan Yogyakarta

Ia kemudian menegaskan bahwa dalam konteks nasional, Yogyakarta memiliki posisi istimewa dalam sejarah persandian Indonesia.

“Tidak salah kalau kita kenal slogan ‘Jogja Istimewa’, karena dalam konteks persandian Jogja memang istimewa. Mengapa? karena dalam sejarah persandian di Indonesia ini, Jogja memiliki peran yang sangat penting tentang bagaimana persandian itu tumbuh dan berkembang,” ucapnya.

BACA JUGA  Operasi Keselamatan Progo 2026 Sukses Tekan Angka Kecelakaan

Nugroho menambahkan lagi, Yogyakarta bahkan menjadi daerah yang pertama kali membentuk forum koordinasi persandian di Indonesia.

“Mungkin yang tertua dan menjadi cikal bakal forum koordinasi persandian daerah itu Jogja, bahkan di tingkat nasional,” terangnya. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Rekor Muri Jadi Kado Istimewa HUT ke-394 Tasikmalaya

SEBANYAK 3.123 porsi opak pada perayaan HUT ke-394 Kabupaten Tasikmalaya, 24-26 Juli berhasil  tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Ribuan porsi opak tersebut disajikan di halaman perkantoran Gedung Bupati…

Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi Terbakar, Puluhan Rumah Ludes

KAMPUNG Adat Kasepuhan Ciptamulya di Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilalap api, Sabtu (25/7/2026). Puluhan rumah dan berbagai fasilitas ludes terbakar. Berdasarkan informasi, peristiwa terjadi sekitar pukul…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Persebaya Bekuk Persija di Laga Pembuka

  • July 27, 2026
Persebaya Bekuk Persija di Laga Pembuka

Indonesia Rebut Posisi Ketiga, Vietnam Juara Leg 2 SEA V Cup

  • July 26, 2026
Indonesia Rebut Posisi Ketiga, Vietnam Juara Leg 2 SEA V Cup

Rekor Muri Jadi Kado Istimewa HUT ke-394 Tasikmalaya

  • July 26, 2026
Rekor Muri Jadi Kado Istimewa HUT ke-394 Tasikmalaya

Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi Terbakar, Puluhan Rumah Ludes

  • July 26, 2026
Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi Terbakar, Puluhan Rumah Ludes

Pemerintah Revitalisasi Kawasan dan bangunan Tugu Koperasi di Tasikmalaya

  • July 26, 2026
Pemerintah Revitalisasi Kawasan dan bangunan Tugu Koperasi di Tasikmalaya

Ajang Jayantara Priangan Timur Diharap Dorong UMKM Naik Kelas

  • July 26, 2026
Ajang Jayantara Priangan Timur Diharap Dorong UMKM Naik Kelas