Pemda Diminta Tindak Penambangan Pasir Sungai Batang Toru

KEGIATAN penambangan pasir di aliran Sungai Aek Batang Toru, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, diduga dilakukan tanpa izin resmi. Praktik itu menimbulkan kekhawatiran warga karena berdampak pada kerusakan lingkungan dan infrastruktur.

Sungai Aek Batang Toru merupakan bagian dari sistem sungai yang berhulu di Aek Sigeaon dan Aek Natumandi. Aliran sungai ini melewati sejumlah permukiman dan jalur transportasi penting di sekitar Tarutung. Dalam beberapa tahun terakhir, penambangan material pasir makin marak, namun tidak diimbangi dengan penegakan aturan.

Wewenang terbagi

Hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai status izin tambang yang beroperasi di kawasan tersebut. Pemerintah kabupaten menyatakan tidak memiliki kewenangan langsung dalam penerbitan izin galian C, yang berada di bawah pengelolaan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

BACA JUGA  BPBD Humbahas Tangani Longsor di Desa Parmonangan Pakkat

Situasi ini menimbulkan kebingungan dan kekosongan pengawasan. Penambang beroperasi tanpa pengendalian, sementara kerusakan lingkungan terus terjadi. Akibatnya, kerugian justru harus ditanggung pemerintah daerah dalam bentuk biaya perbaikan infrastruktur.

Infrastruktur Terdampak

Warga menyebut penambangan pasir di hilir Aek Sigeaon dan Aek Batang Toru menyebabkan tebing sungai longsor dan bahu jalan tergerus.

“Setiap musim hujan, jalan makin rusak karena tanahnya labil akibat penggalian pasir. Pemerintah seolah membiarkan ini terjadi terus-menerus,” ujar Jalo Lubis (31), warga Tarutung, Minggu (3/8).

Ia meminta pemerintah segera menghentikan aktivitas tambang yang merusak lingkungan tersebut.

Pajak Galian C

Isu lain yang menjadi sorotan adalah penarikan pajak galian C atas pasir yang digunakan dalam proyek-proyek fisik pemerintah. Jika pasir diambil dari tambang tanpa izin, dasar penarikan pajak menjadi tidak sah secara hukum.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Kebut Perbaikan Infrastruktur Bandara Husein

“Jika legalitas tambangnya diragukan, maka seluruh rantai distribusi, termasuk pungutan pajak, juga bisa bermasalah. Ini berbahaya secara administrasi,” kata seorang pegiat lingkungan di Tapanuli Utara.

Penegak Hukum

Masyarakat meminta Polres Tapanuli Utara dan instansi terkait melakukan penelusuran menyeluruh terhadap tambang-tambang pasir yang diduga tidak berizin. Penertiban dinilai penting untuk mencegah kerugian jangka panjang dan menjaga kelestarian lingkungan sungai.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tapanuli Utara, Jonner Nababan, belum dapat dikonfirmasi mengenai keberadaan izin operasional tambang pasir di kawasan tersebut. (Satu/N-01)

BACA JUGA  Pemkab Taput Serahkan Bantuan Jaminan Hidup

Dimitry Ramadan

Related Posts

Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

SESOSOK bayi perempuan ditemukan di beranda sebuah rumah di Dusun Somosari, Ngrangsang RT 07/RW 04 Selomartani, Kalasan, Sleman, pada Minggu pagi. Berdasarkan keterangan saksi, In (61), perempuan, warga Selomartani, Kalasan,…

Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

PEMERINTAH Kabupaten Sleman memantau langsung pelaksanaan Musyawarah Kalurahan Pemilihan Lurah Pergantian Antar Waktu (PAW) Tahun 2026 yang berlangsung di lima kalurahan di wilayah Kabupaten Sleman, Minggu. Pelaksanaan Pemilihan Lurah PAW …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

  • September 27, 2026
Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

  • September 27, 2026
Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

  • September 27, 2026
Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

  • September 27, 2026
Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

  • September 27, 2026
Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

  • September 27, 2026
Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit