Kenali Depresi dan Kecemasan Sejak Dini

DARI hasil skrining pada 13 juta penduduk Indonesia yang melakukan skrining Kesehatan Jiwa dalam Program Cek Kesehatan Gratis per 15 Agustus 2025 ditemukan 1% mengalami gejala depresi dan 0,9% mengalami gejala cemas.

Dibandingkan dengan survei nasional maupun estimasi global, prevalensi depresi biasanya sekitar 3–5%, angka ini terlihat relatif rendah.

Manajer Center for Public Mental Health (CPMH) UGM, Nurul Kusuma Hidayati, M.Psi., Psikolog mengungkapkan  faktor yang mempengaruhi munculnya gejala depresi dan kecemasan sangat beragam.

“Tidak hanya cukup dengan faktor tunggal. Bisa mencakup tekanan psikologis dan sosial-ekonomi, penyakit kronis, pekerjaan, serta keterbatasan akses layanan kesehatan psikologis,” ungkap Nurul.

Rendahnya literasi

Hal lainnya yang ikut mempengaruhi, katanya, stigma dan rendahnya literasi kesehatan mental juga membuat banyak kasus tidak terdeteksi sehingga tidak tertangani.

BACA JUGA  S2P-PLTU Cilacap Dorong Edukasi Kesehatan Warga

“Selain itu keterampilan coping atau mengatasi tekanan yang secara umum kurang berkembang dengan maksimal juga memberikan kontribusi tersendiri,” tambahnya.

Ia menjelaskan, depresi dan kecemasan harus diakui berdampak pada produktivitas. Menurut dia depresi dan kecemasan dapat menyebabkan turunnya kemampuan bekerja melalui ketidakhadiran maupun kehadiran tanpa produktivitas.

“Secara global, kondisi ini diperkirakan menyebabkan kerugian ekonomi lebih dari US$1 triliun per tahun serta menurunkan kualitas hidup dan relasi sosial masyarakat,” ungkap Nurul.

Risiko berkepanjangan

Dikatakan, permasalahan mengenai cemas dan depresi dapat menimbulkan resiko berkepanjangan apabila tidak ditangani dengan baik.

Gejala yang muncul sebaiknya mampu segera dikenali agar tidak berkembang menjadi gangguan kronis yang berpotensi meningkatkan resiko koping yang maladaptif, penyalahgunaan zat hingga memburuknya kesehatan fisik bahkan berujung pada tindakan bunuh diri.

BACA JUGA  Renstra Global WHO untuk Mengatasi Penularan Cacar Monyet

“Di sisi lain, beban psikologis, ekonomi, dan sosial juga makin memperberat individu, keluarga, dan juga masyarakat,” tambahnya.

Promosi prevensi

Untuk mengurangi angka depresi dan kecemasan, skala prioritas yang perlu dilakukan adalah meningkatkan literasi kesehatan mental guna mengurangi stigma baik pada diri ataupun pada orang lain dan menguatkan keterampilan deteksi dini baik pada setting domestik maupun di layanan primer.

Kemudian meningkatkan dan memperluas program atau intervensi berbasis bukti yang bisa dijalankan tenaga non-spesialis.

“Penting juga untuk mengupayakan gerakan promosi prevensi (mencegah) berkelanjutan dan alur rujukan masalah kesehatan mental baik di sekolah, kampus, dan tempat kerja,” katanya. (AGT/N-01)

BACA JUGA  Pentingnya Mengenali Gejala Penyakit Lupus Sejak Dini

Dimitry Ramadan

Related Posts

Hara Hachi Bu, Prinsip Berhenti Makan Sebelum Kenyang

WARGA Okinawa, Jepang selama ini selalu memegang teguh prinsip hara hachi bu. Dengan menerapkan prinsip itu, warga Okinawa memiliki usia harapan hidup yang tinggi, yakni 80 tahun. Prinsip Hara Hachi…

Lewat Autism Awarness Day, Masyarakat Diharap Hapus Stigma Autisme

WALI Kota Bandung, Muhammad Farhan mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap autisme. Hal itu disampaikannya saat acara World Autism Awareness Day 2026 Senin (13/4). Farhan menyebut, peringatan tidak cukup hanya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dampak Cuaca Buruk Sejumlah Lokasi di Sleman Longsor

  • April 14, 2026
Dampak Cuaca Buruk Sejumlah Lokasi di Sleman Longsor

Sering Buka Medsos, Tingkat Literasi Baca Tulis Anak Menurun

  • April 14, 2026
Sering Buka Medsos, Tingkat Literasi Baca Tulis Anak Menurun

PMI se-DIY Terima Hibah Alat Kesehatan Rp3,3 Miliar

  • April 14, 2026
PMI se-DIY Terima Hibah Alat Kesehatan Rp3,3 Miliar

Mendikdasmen Proyeksikan SMANOR Jatim Jadi Role Model

  • April 14, 2026
Mendikdasmen Proyeksikan SMANOR Jatim Jadi Role Model

Saksi Kasus TKD Damarsi Sebut Kades Hadiri Syukuran Pembangunan Kos-kosan 

  • April 14, 2026
Saksi Kasus TKD Damarsi Sebut Kades Hadiri Syukuran Pembangunan Kos-kosan 

Hara Hachi Bu, Prinsip Berhenti Makan Sebelum Kenyang

  • April 14, 2026
Hara Hachi Bu, Prinsip Berhenti Makan Sebelum Kenyang