Pasien Stroke Butuh Perencanaan Perawatan Lanjutan

DATA menyebutkan stroke saat ini menjadi penyakit nomor 2 dunia yang menyebabkan kecacatan dan menyebabkan 6,5 juta jiwa kematian. Ketidakpastian perawatan menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi pasien saat mengalami stroke.

Ketidakpastian itu akan semakin meningkat ketika pasien atau keluarga memiliki pengetahuan yang terbatas tentang stroke, kurang mendapatkan dukungan perawatan, komunikasi yang buruk dengan tenaga kesehatan dan kurangnya kesiapan keluarga untuk merawat pasien saat kembali ke rumah.

Mahasiswa program doktoral dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM,  Margareta Hesti Rahayu, Ns., M.Kep, melalui penelitiannya mengembangkan intervensi Advance Care Planning (ACP) atau perencanaan perawatan lanjutan yang dapat membantu memastikan bahwa pasien memperoleh perawatan sesuai keinginannya.

Kontribusi positif

Ia menjelaskan ACP memberikan kontribusi positif tidak hanya bagi pasien, tetapi juga bagi para keluarga pasien.

“ACP mampu berkontribusi dalam menurunkan ketidakpastian, stres, kecemasan, dan depresi pada pasien; memperkuat keterlibatan pasien dalam pengambilan keputusan; menurunkan konflik keluarga; serta memperbaiki kualitas perawatan akhir kehidupan pasien,” jelas Margareta dalam ujian terbuka promosi doktor di kampus FK-KMK UGM, Selasa.

BACA JUGA  Dinkes Temukan 30 Anak Positif Campak di Tasikmalaya

Dalam disertasinya tersebut, Margareta menggunakan pendekatan kualitatif kuantitatif (mixed methods research) dengan desain exploratory sequential mixed method yang dari dua tahapan penelitian.

Tahap pertama merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebutuhan perencanaan perawatan lanjutan pada pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan.

Intervensi ACP

Tahap kedua yaitu implementasi program ACP stroke dengan memberikan intervensi ACP pada pasien stroke dengan melibatkan keluarga. Penelitian dilakukan di RSUP dr. Sardjito, RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, dan Rumah Sakit Panti Rapih pada tahun 2024-2025 yang melibatkan 33 partisipan yang terdiri dari pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan.

Margareta menjelaskan bahwa hasil penelitian yang dilakukan dengan wawancara dan FGD berhasil mendapat empat tema. Tiga tema menggambarkan tentang pengalaman pasien dengan stroke dan keluarga, yaitu permasalahan pasien dengan stroke, kebutuhan informasi dan edukasi pasien dan keluarga, pentingnya dukungan emosional.

BACA JUGA  Cegah Superflu, Warga Bandung Diminta Jaga Kesehatan

Tema yang keempat adalah kebutuhan perencanaan perawatan lanjutan pada pasien, keluarga dan tenaga kesehatan. Berdasarkan consensus para ahli menggunakan metode Delphi berhasil didapatkan 48 butir pernyataan yang valid yang terbagi dalam 19 domain dan tiga kategori.

Dua modul ACP

Penyusunan modul menghasilkan dua modul ACP stroke. Modul ACP stroke untuk tenaga kesehatan meliputi konsep ACP, komunikasi dalam ACP dan panduan pelaksanaan ACP pada pasien dengan stroke.

Sementara modul ACP stroke bagi pasien dan keluarga adalah konsep ACP untuk pasien dan keluarga, penyakit stroke, perawatan stroke di rumah, diet untuk pasien dengan stroke, latihan untuk pasien dengan stroke dan penggunaan obat-obatan.

“Keseluruhan topik di atas merupakan rangkuman dari masukkan dan saran dari pasien, keluarga dan tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Margareta menjelaskan bahwa dalam hasil penelitian tahap kedua ditemukan bahwa intervensi ACP tersebut berhasil menurunkan ketidakpastian pasien dalam penyakit, meningkatkan pengetahuan keluarga dalam perawatan stroke dengan, efikasi diri keluarga dalam pengambilan keputusan, dan kesiapan keluarga untuk melakukan perawatan di rumah.

BACA JUGA  Duh! Sudah 8 Warga Boyolali Meninggal akibat DBD

Diskusi interaktif

Margareta  menjelaskan bahwa ACP dapat membantu individu untuk memperjelas keinginan dan prioritas perawatan dalam menghadapi ketidakpastian di masa depan.

Keterlibatan tenaga kesehatan dari multidisiplin ilmu memberikan kesempatan pada pasien dan keluarga untuk melakukan diskusi interaktif yang lebih komprehensif.

“Intervensi ini juga menjadi strategi dalam menurunkan ketidakpastian,” tegasnya.  Ujian terbuka doktoral ini menjadi langkah dari Margareta dalam mencapai gelar doktornya. Ia berhasil menyelesaikan studi doktoralnya dengan predikat cumlaude.”

“Pada ujian terbuka ini, bertindak sebagai tim Promotor yang terdiri dari Prof. Dr. dr. Sri Sutarni, Sp.S(K). sebagai promotor dan Dr. Heny Suseani Pangastuti, S.Kp., M.Kes. sebagai ko-promotor. (AGT/M-01)

Related Posts

Peringati Hari Osteoporosis, Perwatusi Ajak Warga Rutin Bergerak

PERSATUAN Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) Kabupaten Bandung mengajak masyarakat membiasakan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik, olahraga sesuai kemampuan, serta pemenuhan nutrisi untuk menjaga kesehatan tulang. Upaya ini dinilai…

ICE 2026: Bahasa sebagai Pintu Masuk Kebudayaan

LEMBAGA Bahasa Internasional Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (LIB FIB UI) menggelar acara International Culture Expo (ICE) 2026. Kegiatan yang diadakan di Kampus FIB, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

MU Dipermak Bournemouth di Old Trafford, Liverpool Menang di Anfield

  • October 26, 2026
MU Dipermak Bournemouth di Old Trafford, Liverpool Menang di Anfield

Kewajiban Sertifikasi Halal UMKM Resmi Ditunda

  • October 25, 2026
Kewajiban Sertifikasi Halal UMKM Resmi Ditunda

Indonesia Borong Tiga Gelar dari Turnamen Indonesia Masters

  • October 25, 2026
Indonesia Borong Tiga Gelar dari Turnamen Indonesia Masters

Singo Edan Ngamuk, Persib Redam Garudayaksa

  • October 25, 2026
Singo Edan Ngamuk, Persib Redam Garudayaksa

KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas

  • October 25, 2026
KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas

Peringati Hari Osteoporosis, Perwatusi Ajak Warga Rutin Bergerak

  • October 25, 2026
Peringati Hari Osteoporosis, Perwatusi Ajak Warga Rutin Bergerak