Pemerintah Minta Maaf atas Kasus Keracunan Menu MBG

PEMERINTAH akhirnya meminta maaf terkait banyaknya kasus keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.

“Kami atas namanya pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional (BGN) memohon maaf karena telah terjadi kembali beberapa kasus di beberapa daerah,” ujar Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Jumat (19/9).

Ia menegaskan peristiwa keracunan yang dialami oleh sejumlah siswa tidak pernah diharapkan dan tidak disengaja. Itu sebabnya pemerintah akan melakukan evaluasi.

Pemerintah, kata dia, juga telah menugaskan BGN dan Pemda untuk memberikan penanganan kepada para siswa yang menjadi korban.

Beri sanksi

“Kedua tentu harus dilakukan upaya evaluasi termasuk mitigasi perbaikan supaya masalah-masalah seperti ini tidak terulang kembali,” tuturnya.

BACA JUGA  SPPG Polda DIY Salurkan 1.954 Paket MBG ke Siswa Kulon Progo

Ia juga memastikan pemerintah akan memberikan sanksi keras bagi semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang lalai hingga menyebabkan keracunan

“Kalau memang itu faktor kesengajaan atau lalai dalam melaksanakan SOP, tentunya akan ada sanks,” tegasnya.

Belum pasti

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat mengaku belum dapat memastikan bahwa menu Makan Gizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa di Kecamatan Kadungora sebagai penyebab keracunan. Sebab mereka masih harus menunggu hasil uji laboratorium.

“Belum diketahui penyebabnya. kita enggak mau tebak-tebakan,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Garut Leli Yuliani.

Ia menuturkan sampel makanan yang dikonsumsi pasien sudah diambil untuk dilakukan uji laboratorium di Bandung yang prosesnya menunggu selama beberapa hari.

BACA JUGA  Bupati Humbahas Bersinergi Dukung Program MBG

Ia menyampaikan tim dari Dinkes Garut saat ini sudah menelusuri warga yang mengkonsumsi makanan diduga dari program MBG di Kecamatan Kadungora yang hasilnya sampai Jumat siang jumlah korban bertambah menjadi 657 orang. (Yen/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Tinjau Perlinsos Digital, Menkomdigi Pastikan Bansos Tepat Sasaran dan Bebas KKN

MENTERI Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meninjau pelaksanaan uji coba (piloting) Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Kabupaten Sleman, Kamis (13/8). Tujuannya untuk menguji keandalan data serta kecepatan infrastruktur…

Mahasiswa KKN UGM Ajarkan Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Aromaterapi

MINYAK goreng yang digunakan secara berulang bisa memberi dampak buruk bagi kesehatan karena mengandung radikal bebas, asam lemak trans dan zat karsinogenik. Di tangan mahasiswa KKN PPM UGM, minyak jelantah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

JFW 2026, Ruang Bertemunya Identitas Lokal dan Jejaring Global

  • August 13, 2026
JFW 2026, Ruang Bertemunya Identitas Lokal dan Jejaring Global

Tinjau Perlinsos Digital, Menkomdigi Pastikan Bansos Tepat Sasaran dan Bebas KKN

  • August 13, 2026
Tinjau Perlinsos Digital, Menkomdigi Pastikan Bansos Tepat Sasaran dan Bebas KKN

Pemprov Jabar Siaga Cegah Karhutla saat Kemarau

  • August 13, 2026
Pemprov Jabar Siaga Cegah Karhutla saat Kemarau

Bantu Mahasiswa Dapat Pengalaman,Telkomsel Luncurkan Virtual Virtuship

  • August 13, 2026
Bantu Mahasiswa Dapat Pengalaman,Telkomsel Luncurkan Virtual Virtuship

Mahasiswa KKN UGM Ajarkan Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Aromaterapi

  • August 13, 2026
Mahasiswa KKN UGM Ajarkan Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Aromaterapi

Ketika Ilmu Pengetahuan Melintasi Sekat Iman dan Keyakinan

  • August 12, 2026
Ketika Ilmu Pengetahuan Melintasi Sekat Iman dan Keyakinan