Pemkot Bandung Izinkan Study Tour selama tidak Bebani Orang Tua

PEMERINTAH Kota Bandung tetap memperbolehkan study tour untuk siswa sekolah mulai dari tingkat SD dan SMP. Kebijakan itu bertentangan dengan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang melarang diadakannya study tour.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menegaskan, kegiatan study tour di tingkat SD dan SMP tidak bersifat wajib dan tidak boleh menjadi beban bagi orang tua murid.

Erwin pun mendukung penuh kebijakan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan terkait pelaksanaan study tour di sekolah-sekolah di Kota Bandung.

“Saya tidak akan melebihi apa yang sudah disampaikan Pak Wali. Sebagai wakil, saya mendukung kebijakan beliau. Terpenting adalah bagaimana kita menjaga agar kegiatan ini tidak memberatkan masyarakat,” tegasnya, Selasa (29/7).

Hanya SD dan SMP

Menurut Erwin, kewenangan pengelolaan pendidikan di tingkat SD dan SMP memang berada di Pemkot Bandung. Sedangkan untuk SMA dan SMK merupakan kewenangan Pemprov Jabar.

BACA JUGA  DKPP Kirim 184 Petugas Pemeriksa Hewan Kurban

“Saya jelaskan Kota Bandung hanya mengatur SD dan SMP. Maka dari itu, kebijakan study tour juga diatur agar tidak menjadi beban. Tidak ada kewajiban study tour, ini harus jadi perhatian,” tuturnya.

Erwin juga mengungkapkan bahwa ke depan istilah study tour perlu diubah, karena kegiatan tersebut tidak berkaitan langsung dengan nilai akademik siswa.

Harus bijaksana

Jangan sampai ada sekolah yang memaksakan, apalagi sampai ada surat edaran yang bersifat paksaan, sebab tidak semua orang tua mampu jadi harus bijaksana.

“Saya tidak melarang sekolah atau siswa untuk melakukan kegiatan di luar kelas, seperti piknik atau wisata edukatif, selama dilakukan dengan sukarela dan tidak dikaitkan dengan nilai sekolah.”

BACA JUGA  Masalah Bandung Zoo Segera Ada Solusi

“Kota Bandung sebagai kota tujuan wisata akan terus berbenah, baik dalam hal infrastruktur maupun fasilitas umum, agar bisa dimanfaatkan bagi wisatawan,” pungkasnya.

Pembodohan publik

Sementara itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menegaskan larangan study tour yang diselenggarakan harus dipahami maknanya oleh kepala-kepala daerah.

Study tour bukan sekadar kegiatan rekreasi, melainkan harus bersifat ilmiah dan berkaitan dengan penelitian, kegiatan yang relevan seperti penelitian vulkanik gunung berapi, sistem aliran sungai, pengelolaan sampah, hingga penggunaan pupuk dan pestisida organik.

Meneliti ruang-ruang yang ada di semesta, melihat bintang, bulan. Jadi lebih pada studi analisis, kemudian kunjungan industri. Itu sebenarnya studi analisis.

“Pelaksanaan study tour yang selama ini lebih banyak dikaitkan dengan pariwisata tidak sesuai dengan esensi pendidikannya. Dengan adanya demo dari pekerja pariwisata, pengelola bus dan pengusaha travel, itu menunjukkan bahwa study tour yang dilaksanakan selama ini bertentangan dengan makna sesungguhnya. Itu pembodohan publik,” tegas Demul.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Gandeng Polrestabes Sosialisasikan Jam Malam

Demul menilai kegiatan study tour yang diselenggarakan sekolah cenderung menyimpang dan justru membebani orang tua siswa. Tidak boleh sekolah-sekolah di Jabar membodohi siswa dan orangtuanya.

Kegiatan study tour yang sesungguhnya bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan wilayah masing-masing. Cukup di daerah masing-masing.

Karena di setiap kabupaten, lab sudah ada, sudah lengkap. Tiap kabupaten punya sawah, setiap kota ada area-area yang menjadi basic penelitian. (Rava/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pemprov Jabar Bangun 21 Unit Rumah untuk Warga Terdampak Bencana di Majalengka

PEMERINTAH Provinsi  Jawa Barat kembali menggelar Kegiatan Abdi Nagri Menyulam Hari-Ngaprak Lembur 3. Kegiatan Abdi Nagri kali ini dilaksanakan pada Jumat (6/11) lalu di Desa Pajajar, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.…

BMKG Prediksi Hujan Lebat Berpotensi masih Terjadi di Jabar hingga 15 November

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang masih mengintai sejumlah wilayah Jawa Barat (Jabar) pada 9 hingga…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Persib Bandung Tersandung di Semarang, Bali United Berpesta di Gianyar

  • November 8, 2026
Persib Bandung Tersandung di Semarang, Bali United Berpesta di Gianyar

Skandal Penyadapan, Intervensi Politik, dan Ancaman pada Integritas Pemilu

  • November 8, 2026
Skandal Penyadapan, Intervensi Politik, dan Ancaman pada Integritas Pemilu

Pemprov Jabar Bangun 21 Unit Rumah untuk Warga Terdampak Bencana di Majalengka

  • November 8, 2026
Pemprov Jabar Bangun 21 Unit Rumah untuk Warga Terdampak Bencana di Majalengka

BMKG Prediksi Hujan Lebat Berpotensi masih Terjadi di Jabar hingga 15 November

  • November 8, 2026
BMKG Prediksi Hujan Lebat  Berpotensi masih Terjadi di Jabar hingga 15 November

Persib Ikut Berduka atas Berpulangnya Bobotoh Asal Bogor, Roby Kurniawan

  • November 8, 2026
Persib Ikut Berduka atas Berpulangnya Bobotoh Asal Bogor, Roby Kurniawan

Polda DIY Amankan 140 Botol Miras dan 124,4 Gram Tembakau Sintetis dalam KRYD

  • November 8, 2026
Polda DIY Amankan 140 Botol Miras dan 124,4 Gram Tembakau Sintetis dalam KRYD